Senin, 13 Juni 2022

#JainaPusing#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Sore ini (13/06) saat sampai rumah langsung disamperin Jaina (9 yo) sambil menangis.

Saya heran kenapa gerangan Jaina menangis, ternyata pusing, langsung saya peluk dan usap air matanya. 

Saya suruh tunggu dulu karena mau beresin bawaan yang di bagasi motor. Setelah itu kami nail ke lantai 2 supaya Jaina segera tiduran di kamar saya.

Saya buka pintu dan menyalakan AC karena badan saya masih kepanasan kena udara luar.

Jaina masih menangis, saya buru-buru ganti baju rumah supaya bisa menemani Jaina tiduran. 

Setelah menyimpan pakaian kotor ke mesin cuci, saya langsung tiduran menemani Jaina.

Jam menunjukkan pukul 8 malam, saya yang niatnya menemani Jaina tidur malah jadi ngantuk berat dan pasrah kalau terjun bebas lagi karena sudah tidak kuat untuk menulis.

Jam 10an malam, saya terbangun karena Jaina ingin ke kamar mandi.

Saya lihat Jaina sudah lebih baik, saya tawari makan sate padang yang sudah saya belikan tadi sore, Jaina mengangguk mau tapi hanya makan 2 tusuk saja. 

Sayapun izin pada Jaina untuk ke kamar mandi karena sejak datang belum mandi.

Alhamdulillah setelah mandi, badan terasa segar dan bisa membuat tulisan.

#JainaPusing
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 12 Juni 2022

#KakHafshah#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Di buku antologi saya yang ke 6, perjuangan Kak Hafshah lebih ekstra dari sebelumnya.

Mulai dari penulis yang mundur teratur tidak bisa melanjutkan sampai pemesanan buku yang tidak mencapai target minimum cetak, dengan segala keterbatasan di atas semua diperjuangkan agar buku bisa terbit.

Awalnya saya tidak berminat ikutan menulis karena ingin rehat dulu tidak mau dikejar deadline. 

Setelah sekian lama, saya sudah on lagi, coba-coba tanya apakah masih bisa kalau menyusul ikutan menulis, alhamdulillah Kak Hafshah jawab masih bisa.

Sayapun mengeluarkan jurus the power of kapepet namun tetap saja butuh waktu karena tidak bisa sim salabim langsung jadi. 

Setiap kali selalu saya laporkan progress tulisan agar beliau tidak harap-harap cemas, saya minta perpanjangan waktu saat dirasa perlu. 

Punya hutang tulisan sama seperti punya hutang uang, harus tepat janji. Kak Hafsah benar-benar sabar menunggu tulisan kami.

Alhamdulillah akhirnya tuntas juga tulisannya, nama Kak Hafshah menjadi salah satu nama yang saya torehkan dalam buku.

Selain orang tua, keluarga dan guru, masih banyak sekali yang memiliki peran penting dalam hidup kita.

Allah SWT kirimkan orang-orang baik sebagai perantara untuk menolong kita.

Jangan pernah melupakan orang-orang yang pernah menolong, jika belum bisa balas jasa jangan sakiti hatinya, setidaknya torehkan namanya dalam hati, selipkan do'a untuknya agar kebaikannya dibalas Allah SWT, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#KakHafshah
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 11 Juni 2022

#DzikrulMaut#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Selasa (19/04) di Bulan Ramadhan lalu saya takziah ke Sukasari. Alm Abah Dadi adalah tetangga masa kecil, saya lahir dan besar di Sukasari. Almarhum meninggal dunia saat sedang sholat di masjid. Dengar dari cerita orang-orang, meninggal saat sedang sujud. 

Sungguh sebuah kematian yang membuat iri siapapun yang menyaksikan dan mengetahuinya, meninggal dalam keadaan ibadah.

Penasaran saya tanyakan kepada Deti salah satu putri beliau, amalan apakah gerangan yang biasa dilakukan almarhum, amalan yang menonjol dalam diri almarhum.

Tentu saja Deti bingung menjawabnya karena tiba-tiba mendapatkan pertanyaan seperti itu, Deti sempat berpikir beberapa saat "naonnya, Deti oge teu terang, oh ieu bapak osok ka masjid sateu acan adzan (apa ya, Deti juga tidak tahu, oh iya bapak suka ke masjid sebelum adzan)."

Masya Allah, kecintaannya kepada masjid telah menjadi tempat saat menghembuskan nafas terakhirnya di dunia ini, what a beautiful death

Saya iri mendengarnya dan merasa sangat jauh tertinggal memikirkan amalan apakah yang akan saya bawa kelak. 

Tentu saja kita semua ingin memiliki akhir yang baik sebaik orang-orang yang telah mendahului kita dengan beragam amalan yang biasa dilakukannya.

Sejatinya kematian itu dzikrul maut, teguran keras bagi siapapun yang masih hidup bahwa nyata adanya untuk semakin mendekatkan diri pada Allah SWT.

Semoga kita semua memiliki akhir hidup husnul khotimah, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

#DzikrulMaut
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 10 Juni 2022

#Baper#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Saat ada orang baper sama kita, baiknya jangan balas baper. Telusuri mengapa dia baper sama kita. Adakah tindak tanduk kita yang tidak berkenan olehnya. 

Baper silahkan, sah-sah saja, tiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga menerjemahkan segala sesuatu sesuai pikirannya.

Baper hak setiap orang karena sejatinya kita semua punya hati yang super lembut sehingga sangat mudah tersakiti namun bayangkan jika segala sesuatu membuat hati kita sakit. 

Betapa akan cape dan menguras energi, tenaga, pikiran bahkan materi. Orang bijak itu tetap bersikap biasa walau sedang baper, seolah tidak terjadi apa-apa. 

Memendam baper berlama-lama hingga berganti bulan dan tahun bisa menjadi solusi demi sebuah kedamaian di hati dan di lingkungan. 

Lalu suatu waktu meledak kebaperan itu hanya sekali disebabkan sebuah akumulasi yg sebagian kecil saja karena kalau dikeluarkan semua namanya ngajak perang Rusia VS Ukraina.

Saat sedang baper jangan memperlihatkan perubahan yang drastis karena itu sangat terlihat dan mencolok mata, contohnya seperti tidak menjawab salam kita, tidak membalas pesan, tidak lagi berkomunikasi, dll. Jreng jreng terlihatlah kelemahan kita di mata yang kita baperin.

Kebanyakan perempuan yang mengalami baper, jarang sekali laki-laki yang baperan.

Saat sedang baper sebaiknya bersikap gentle, tanyakan duduk permasalahannya bukan curhat sana sini dan berubah sikap 180°, bersikaplah layaknya seorang ksatria sejati bukan seperti wanita lemah dan ringkih.

Saya tidak tahu apakah baper sama dengan sakit hati atau hanya beti saja alias beda tipis. Bisa juga kata lain dari pundung (Bahasa Sunda) atau mutung.

Kalau lagi baper mending bikin tulisan aja tentang baper daripada harus balas baper tapi dengan membuat tulisan tentang baper membuat seisi dunia tahu kalau kita sedang baper, bingung kan?

Ga mengapa pada tahu juga kita sedang baper yang penting kita tetap bersikap profesional di hadapan orang lain, tetap berinteraksi seperti biasa layaknya yang lalu.

Yang tidak sependapat sila bikin tulisan sendiri, cmiw. 

#Baper
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 09 Juni 2022

#TerjunBebaske45#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah malam ini (09/06) kembali mendapatkan energi untuk menulis lagi.

Saya cek tulisan terakhir ternyata tanggal 2 Juni 2022, masih ingat betul saat itu badan lelah dan ngantuk berat hingga tak kuat untuk membuat sebuah tulisan walaupun hanya beberapa kata.

Pasrah terjun bebas lagi yang ke 45 padahal tanggal 2 itu baru Tantangan Menulis Hari ke 2.

Setelah malam itu, setiap malam hingga kemarin malam (08/06) badan dan mata sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dan malam ini ada kekuatan lagi untuk memulai lagi dari awal Tantangan Menulis Hari Pertama.

Selama beberapa malam itu saya hanya bisa pasrah saja tidak kuat menulis lagi walaupun bangun pagi jauh sebelum Adzan Subuh menggema tetap tidak bisa mulai menulis karena langsung melakukan aktifitas rutin pagi hari yang tak tergantikan lagi waktunya, hingga siang dan sore bahkan awal malam aktifitas terus berjalan tanpa henti dan alhasil hanya sempat menulis di malam hari dengan sisa waktu, tenaga dan pikiran yang sudah terkuras seharian penuh.

Ingin istiqomah menulis tapi ada saja kendala yang saya hadapi tanpa bisa melawan kalau sudah berkaitan dengan ngantuk, cape, lelah, sakit dan lupa.

Alhamdulillah tidak ada kata malas yang menjadi kendala saya, entah apakah lelah dan ngantuk bisa dikategorikan sebagai malas.

Kalau menurut saya bukan malas karena kedua kendala itu di luar keinginan sedangkan kemalasan terjadi jika dalam posisi luang tapi tidak mengerjakan.

#TerjunBebaske45
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 02 Juni 2022

#Ngantuk#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Ngantuk dan malas masih menyelimuti diri saya untuk menulis.

Rupanya masih bisa saya paksakan, memang kadang bisa saya paksakan dan adapula saya pasrah saja terjun bebas juga biarkan saja. 

Itulah diri ini kadang mau kadang tidak mau menulis.

#Ngantuk
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 01 Juni 2022

#TerjunBebaske44#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Selasa malam (31/05) saya ngantuk berat sampai tidak sanggup lagi untuk menulis. 

Saya pasrah kalau terjun bebas lagi yang ke 44 kalinya, saya sudah merasa biasa saja andai harus terjun bebas lagi, seolah sudah menjadi hal lumrah. 

Terjun bebas bukanlah aib ataupun dosa tapi harus dihindari, sebisa mungkin harusnya tidak terjadi. 

Jika sudah terjadi terjun bebas, apa mau dikata, saya hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan hati dan yang paling penting tidak patah semangat, coba terus, menulis terus walau terjun bebas berkali-kali, ulang lagi dari 1. 

#TerjunBebaske44
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 30 Mei 2022

#PulangkeTanahAir#TantanganMenulisHarike7#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah, Senin malam (30/05) jam 10an kami sampai di rumah.

Badan lelah tentu terbayarkan dengan rasa senang dan suka cita karena bisa menghadiri acara wisuda Yasin di UTM (Umiversity Teknologi Malaysia).

Berangkat dari KL siang jam 2an, sampai Soetta sekitar jam setengah 4. Lalu kami sholat dan ke kamar mandi. 

Ambil koper, beli Ayam Sihlin untuk ganjal perut dan ambil mobil di tempat sewa penyimpanan mobil, alhasil keluar bandara sekitar jam 6 lewat. 

Rupanya jalanan macet parah, berbarengan dengan jam keluar kantor, kantuk saya sudah tak tertahankan lagi pada akhirnya tertidur sepanjang jalan bersama anak-anak. Suami terlihat menguap berkali-kali, sepertinya lelah dan ngantuk juga tapi harus mengendarai mobil.

Jam 9an sampai Bogor, mampir dulu makan ayam penyet sesuai permintaan Jania sejak masih di Bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport).

Sampai rumah jam 10an dan langsung menurunkan koper-koper yang ada 6 ditambah 2 tas kecil padahal saat berangkat kami membawa 3 koper saja.

#PulangkeTanahAir
#TantanganMenulisHarike7
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 29 Mei 2022

#HariTerakhirdiMalaysia#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (29/05) adalah hari terakhir di Kuala Lumpur, besok insya Allah akan pulang ke tanah air.

Banyak pengalaman yang kami dapatkan selama di Malaysia ini walaupun sudah yang kesekian kalinya ke Malaysia tetap berkesan. 

Saya pribadi melihat Malaysia dengan banyak perbedaan dari Indonesia terutama bahasa dan makanan.

Bahasa seolah sama namun ketika saya berbicara seingkali tidak dimengerti begitu pula sebaliknya saya tidak mengerti ketika diajak berbicara selain bucaranya yang agak cepat dan berbeda dengan Bahasa Indonesia.

Ada sedikit mengerti jika campur Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. 

Makanan juga memiliki perbedaan, di Malaysia makanannya lebih berempah yang tidak saya kenal jenis rempahnya. 

Saya suka dengan aroma rempah yang menyengat, di rumah saya sering masak dengan rempah yg ada di dapur tapi masakan di Malaysia rempahnya tidak saya ketahui jenisnya.

#HariTerakhirdiMalaysia
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 28 Mei 2022

#Genting#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (28/05) kami bersiap-siap ke Genting Highlands.

Di pinggir jalan menuju ke Genting kami berhenti untuk membeli lemang bakar. Dulu kami pernah makan juga karena sepanjang jalan menuju Genting memang ada beberapa penjual lemang bakar.

Kami makan lemang pakai rendang daging dan ayam. Rasa rendangnyanya enak seperti dengan yang biasa kami makan, biasa disebut Rendang Sunda. 

Di situ ada air mengalir deras yang turun dari atas, kemungkinannya berasal dari mata air pegunungan.

Saya penasaran dengan kesejukan airnya, berusaha mendekat untuk menyentuh airnya, benar dugaan saya, airnya dingin dan terasa sejuk.

Selain kami ada beberapa konsumen yang sepertinya sopir truk serta asistennya, memang terlihat banyak truk yang berjejer di sekitar penjual lemang.

Setelah selesai makan lemang, kami melanjutkan perjalanan ke Genting.

#Genting
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 27 Mei 2022

#KeKL#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Sore ini (27/05) sekitar jam 5 lewat waktu di Malaysia kami berangkat ke Kuala Lumpur pakai mobil dari Johor Bahru.

Rencananya akan mampir ke Melaka untuk makan asam pedas Pak Man namun ketika sampai sana rupanya sudah tutup.

Akhirnya kami putar balik masuk tol lagi ke arah Kuala Lumpur. Sampai di Kuala Lumpur sekitar jam 9an lalu makan malam dulu di Nandos yang berada dalam Aeon Mall. 

Keluar mall sekitar jam 10 lewat 15 dan semua pintu keluar sudah ditutup, kami diarahkan lewat pintu darurat.

Alhamdulillah jam 11an sampai di penginapan.

#KeKL
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 26 Mei 2022

#WisudaYasin#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah ala kulli hal, hari ini (26/05) Yasin telah menyelesaikan salah satu tahapan kehidupannya.

Tahap demi tahap kehidupan sudah Yasin lalui, bukan jalan yang mulus dan juga bukan perkara mudah, apalagi sebagai anak sulung seringkali kami berikan tanggung jawab lebih untuk ke 5 adiknya. Semua dilalui dengan penuh perjuangan mulai dari SD hingga PT.

SDIT Ummul Quro, SMPIT Ummul Quro, SMAIT Ummul Quro serta University Teknologi Malaysia adalah tempat kami menitipkan Yasin untuk menemukan jati dirinya. 

Sejak SD hingga PT, Yasin telah mendapatkan tempat yang nyaman untuk menimba ilmu, saya pikir di UTM Yasin akan mendapatkan dosen-dosen yang kaku dan cuek, dugaan saya salah, Yasin bilang dosennya baik-baik sama seperti ustadz dan ustadzah di SIT Ummul Quro. Saya sangat terharu saat Yasin menyampaikan hal itu, biarpun di negara orang tapi berasa di negara sendiri. 

Yang saya tahu, ustadz dan ustadzah di SIT Ummul Quro baik hati, ramah dan akrab dengan anak-anak rupanya hal itu pula yang Yasin rasakan di UTM, dosen-dosen yang akrab dengan mahasiswanya. Apalagi saat Yasin meminta rekomendasi untuk mendaftar pasca sarjana ITB, dengan senang hati mereka memberikannya tanpa babibu, alhamdulillah semuanya telah membuahkan hasil dengan diterimanya Yasin masuk ITB. 

Tak lupa ada tangan dinginnya Miss Rini yang telah menemani semua anak-anak untuk belajar bahasa asing.

Jazakumullah UTM, SMAIT Ummul Quro, SMPIT Ummul Quro, SDIT Ummul Quro dan Miss Rini atas semua didikannya kepada Yasin.

Tahniah atas semua pencapaianmu Aa Yasin, semoga berkah, bermanfaat, selamat dunia akhirat dan dimudahkan dalam tahapan kehidupan berikutnya, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

#WisudaYasin
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 25 Mei 2022

#MabokUdara#TantanganMenulisHarike2#TanntanganMenulisGurusiana

Selasa (24/05) saya, suami, Yazid, Jania dan Jaina melakukan perjalanan ke Johor Malaysia dalam rangka menghadiri wisuda Yasin. 

Tanpa terasa, penerbangan hanya sekitar 1 jam saja. Waktu yang cepat karena hanya membutuhkan waktu penerbangan singkat.

Kepala sedikit puyeng karena kepala seperti diaduk-aduk, terasa melayang dan perut mual.

Seolah baru pertama kali melakukan penerbangan padahal sudah yang ke sekian kalinya. 

Penerbangannya singkat namun peesiapannya butuh waktu berjam-jam mulai dari perjalanan ke bandara, cek in, antri imigrasi, menunggu boarding dll. 

Naik pesawat berbeda dengan naik kendaraan biasa yang bisa kita naik saat butuh. 

Naik pesawat butuh persiapan matang dengan memesan tiket jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan budget. 

Ah perut masih mual, kepala keleyengan, sudah dulu nulisnya di dalam pesawat yang mengudara.

#MabokUdara
#TantanganMenulisHarike2
#TanntanganMenulisGurusiana

Senin, 23 Mei 2022

#TerjunBebaske43#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Selasa (17/05) badan terasa cape dan sayapun ketiduran hingga akhirnya kembali terjun bebas untuk yang ke 43.

Padahal baru tulisan hari ke dua, setelah itu saya masih belum bisa menulis juga karena hampir setiap malam badan rasanya cape, baru hari ini (23/05) saya mulai menulis lagi.

Tak terasa hampir satu minggu tidak menulis, kalau sudah capek atau ngantuk saya sudah tidak peduli lagi mau nulis atau tidak.

Setiap kali terjun bebas, saya selalu berharap agar tidak terulang lagi namun harapan beda dengan kenyataan, nyatanya saya kembali gagal untuk memenuhi tantangan menulis. 

Begitu pula hari ini, saya tidak akan pernah berhenti berharap agar bisa terus menulis. 

Saya lebih sering nulis di malam hari karena pagi dan siang sudah memiliki beberapa agenda namun ya itu kalau malam seringnya sudah ngantuk atau capek.

Saya akan nulis sebisanya, sesempatnya, tidak mau terlalu terobsesi, biasa saja karena semua memiliki porsinya masing-masing.

#TerjunBebaske43
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 16 Mei 2022

#HariLibur#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (16/05) alhamdulillah masih semangat menulis setelah seharian tadi penuh aktifitas.

Kami pagi-pagi sudah ke Ciputat antar kulkas ke kostan Yasir. Yasir sendiri pulang pakai motor lewat jalan Parung dan kami pakai mobil lewat tol. 

Kami biarkan dulu Yasir pergi duluan agar sampainya barengan atau Yasir yang duluan sampai. 

Setelah 30 menit, kami berangkat menuju Ciputat. Rupanya jalanan padat merayap apalagi arah lawan arus lebih padat merayap ketimbang arah kami. 

Setibanya di kostel, kami menurunkan kulkas kecil dan kursi untuk di kamar Yasir. Lalu kami istirahat sebentar di kamar sambil menyalakan AC. 

Kamar kecil itu dibeli suami beberapa bulan lalu karena setelah berhitung ada selisih sedikit lebih mahal ketimbang harus bayar kost setiap bulan. Setelah dihitung dengan kenaikan harga nanti tentu saja akan lebih menguntungkan dibeli. 

Setelah itu kami pergi ke Bintaro Xchange Mall untuk melihat-lihat lalu ke mushola untuk Sholat Dzuhur dan setelah itu kami mencari makan. 

Setelah puas kamipun berpisah, Yasir kembali ke kostel dan kami pulang ke rumah. Namun kami mampir dulu untuk membeli Batik Keris yang akan dibawa Yasin besok (17/05) ke Malaysia sebagai tanda terima kasih kepada dosen yang sudah memberikan rekomendasi kuliah S2. 

Selesai mencari batik kami keluar mall dan menuju tukang jahit tempat Yasin mengecilkan celana. 

Sampai rumah saya bersih-bersih badan lalu makan malam. 

Alhamdulillah hari ini berjalan lancar, terima kasih ya Allah, semoga kami sehat selalu dan dilancarkan semua urusannya, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

#HariLibur
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 15 Mei 2022

#TerjunBebaske42#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Jumat malam (14/05) saat jam menunjukkan pukul 10 saya sadar betul belum menulis tapi saya malas padahal belum mengantuk, tidak lupa dan tidak sakit.

Dalam hati bilang biar saja terjun bebas lagi, entah apa yang telah merasuki sehingga saya tidak menulis karena malas dan sudah tahu konsekuensinya yaitu terjun bebas yang ke 42 kali.

Sebelumnya tidak pernah kejadian saya malas menulis dan saya akan kecewa kalau terjun bebas walau hanya sesaat.

Tapi kemarin malam saya cuek saja dan tidak peduli lagi. Apakah saya sudah bosan mengikuti tantangan menulis ini atau saya merasa malas sesaat saja. 

Saya harus banyak istighfar saat melakukan kesalahan dengan penuh kesadaran dan sudah tahu akibat yang akan dihadapi.

Semoga malasnya tidak keterusan dan masih semangat menulis lagi, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#TerjunBebaske42
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 13 Mei 2022

#TerjunBebaske41#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Kamis malam (12/05) jam menunjukkan pukul 09.00 dan mata terasa ngantuk.

Saya pilih tidur dulu karena sudah tidak kuat, berharap akan bangun sebelum jam 12 untuk menulis.

Jika bangun jam 11 itu artinya saya tidur 2 jam, cukuplah buat saya tidur dahulu, begitu isi hati berbicara. 

Tengah malam saya bangun untuk ke kamar mandi, mata terasa berat sekali, tidak ada kekuatan untuk bangun seperti niat awal saya.

Dengan malasnya saya ke kamar mandi sambil sesekali mata terpejam. Kembali lagi ke tempat tidur tanpa ada niat untuk bangun dan sempat saya buka mata untuk mengetahui jam berapa sekarang.

Rupanya waktu menunjukkan jam 2, kembali saya pejamkan mata lagi tanpa peduli lagi saya terjun bebas yang ke 41. 

Bismillah nulis ke awal lagi.

#TerjunBebaske41
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 11 Mei 2022

#TerjunBebaske40#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Selasa pagi (10/05) saya pergi ke sekolah lalu pergi makan bakso bersama teman-teman, setelah itu saya jemput ibu untuk ke RS.

Pagi-pagi ibu nelpon mengeluhkan punggungnya yang bruntus dan berair. Saya tidak mau membiarkan ibu sakit berlama-lama maka langsung saya daftarkan ke dokter kulit secara online. 

Namun saat tiba di RS rupanya sudah tidak dapat daftar ulang karena terlambat, akhirnya saya putuskan ke IGD saja karena tidak mau besok (Rabu, 11/05) harus kembali lagi berhubung sudah ada beberapa agenda yang menanti. 

Selama proses pengobatan ibu sampai selesai, badan saya terasa tidak nyaman, kepala agak pusing. 

Saya sepertinya tidak sanggup untuk mengantar ibu ke rumah, akhirnya saya putuskan untuk pesan Go Car untuk menghemat waktu dan tenaga saya yang sedang tidak fit. 

Setelah ibu naik mobil dengan aman, saya langsung koordinasi dengan Enay, gadis cilik kelas VIII yang rumahnya menempel dengan rumah ibu.

Enay sangat bisa diandalkan untuk segala hal yang berkaitan dengan menjaga ibu. Saya kirim link Go Carnya agar Enay bisa memantau pergerakannya. 

Enay saya minta untuk membantu ibu turun dari mobil dan menemani nyebrang serta memastikan sudah masuk rumah. 

Saya sampai rumah saat adzan Maghrib berkumandang, rupanya suami sudah pulang dan sedang berbuka puasa. 

Saya temani suami sebentar lalu minta izin untuk mandi dan sholat. Kepala bertambah pusing, saya segera menuju tempat tidur untuk istirahat.

Ingat sekali belum menulis tapi tidak sanggup menulis dengan kepala pusing, kalau membuka mata rasanya kamar berputar, kalau duduk atau berdiri langsung mual.

Sayapun tertidur dan bangun tengah malam karena panggilan alam, biarpun pusing saya paksakan.

Saya tidur kembali hingga pagi hari, kepala masih pusing, ambil air wudhu lalu sholat, setelah itu saya menuju dapur untuk minum air hangaylt dan minum Sari kurma, setelah selesai saya kembali tidur dengan harapan pusingnya hilang.

Hari ini (11/05) ada janji selain ke sekolah juga ada undangan dan janji menemani Jaina bermain di Kidzzone namun kepala masih pusing hingga jam 9.

Saya coba minum obat anti nyeri lalu ditidurkan lagi, alhamdulillah jam setengah 11 pusing mereda, tinggal pemulihan karena badan masih lemas. 

Demi memenuhi janji hari ini, sayapun bergegas ke kamar mandi untuk mandi karena merasa sudah enakan. 

Saya WA kepala sekolah dan teman-teman karena tidak bisa memberi kabar sejak pagi, kepala pusing tidak bisa membuka HP untuk berkabar dan balas-balas WA.

Saya ingat belum menulis dan pasrah terjun bebas lagi yang ke 40 kali, apa mau dikata jika sudah gagal menulis karena pusing. Tidak ada yang mengharapkan kegagalan tapi saya harus bangkit lagi memulai lagi ke hari pertama. 

Bagi saya tidak masalah harus memulai lagi ke hari pertama karena pilihannya lanjut atau berhenti karena sudah bosan terjun bebas terus. 

Selama masih diberikan kesempatan untuk memulai lagi dari awal, mengapa tidak saya manfaatkan kesempatan itu. Jika sudah tidak ada kesempatan lagi, baru saya akan berhenti. 

#TerjunBebaske40
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 09 Mei 2022

#TantanganMenulis#TantanganMenulisHarike7#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah sampai hari ke 7, sudah seminggu menulis, sebuah langkah awal untuk setahun menulis tanpa jeda, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

Buat saya sebuah pencapaian yang baik karena kadang baru sehari atau 2 hari saya sudah terjun bebas. 

Tidak mudah untuk bisa menulis tanpa jeda seminggu, sebulan apalagi setahun, terlalu banyak kendala yang dihadapi. 

Terlalu banyak drama, terlalu banyak alasan hingga terjun bebas berkali-kali. Saya tidak ingin menyerah begitu saja walau gagal puluhan kali.

Saya tidak boleh berhenti mengikuti tantangan menulis walau menghadapi banyak kendala. Saya harus tetap semangat menulis jangan kendor karena mengikuti tantangan menulis setiap hari menjadi salah satu motivasi saya untuk senantiasa mengasah kemampuan  menulis. 

Tidak salah namanya tantangan menulis karena siapa sangka aktifitas menulis yang terlihat ringan ternyata memiliki banyak kesulitan yang tidak terbayangkan sebelum mengikuti tantangan menulis.

Saya harus terus menulis, jika saya berhenti, apa jadinya dengan anak-anak dan murid-murid yang memiliki umur jauh di bawah saya.

Walaupun mereka tidak akan tahu jika saya menyerah karena sesungguhnya mereka tidak pernah tahu apa yang saya lakukan tapi hati kecil tidak dapat dibohongi.

Saya ingin anak-anak dan murid-murid memiliki semangat tinggi dalam hal apapun, saya ingin mereka tidak mudah menyerah. 

Bisa saja suatu saat saya ceritakan pengalaman saya ini kepada mereka bahwa saya tangguh dan pantang mundur agar mereka termotivasi.

#TantanganMenulis
#TantanganMenulisHarike7
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 08 Mei 2022

#Ngantuk#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Jam menunjukkan pukul 22.22 dan mata sudah sangat mengantuk sekali tapi saya masih sanggup untuk membuat tulisan ini yang entah tulisan tentang apa, intinya saya sangat mengantuk sekali dan ingin segera tidur pulas.

Saya paksakan membuat tulisan dulu walaupun bingung mau menulis apa tapi saya coba membuat tulisan yang sedang saya rasakan saat ini yaitu ngantuk.

Ngantuk adalah hal yang lumrah, manusiawi dan tentu saja akan dirasakan oleh semua orang dimanapun berada.

Akan sangat nikmat jika mengantuk langsung tertidur bukan menulis.

#Ngantuk
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 07 Mei 2022

#Sabardikalakecewa#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Saat kecewa dan sakit hati ada kalanya nangis di pojokan dan memilih diam demi kedamaian menjadi pilihan tepat untuk kita karena jika diselesaikan dengan mencak-mencak, meluapkan kekesalan pada yang mengecewakan, berargumen hebat merasa diri paling benar, semua itu tidak menyelesaikan masalah.

Ada baiknya merenung, silahkan menangis ala kadarnya, curhat pada tempatnya dan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi akan memberikan efek positif untuk semua pihak.

Tidak akan ada lagi yang tersakiti, berbeda kalau berargumen hebat merasa semuanya paling benar akan menyebabkan masalah berkepanjangan tiada henti.

Sabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan pendapat secara baik-baik. Jurus sabar memang diperlukan untuk segala keadaan yang kita hadapi baik saat sedih ataupun senang. 

Seringkali orang lain menganggap bersabar dikala kesusahan.adalah hal yang harus dimiliki padahal saat bahagiapun dibutuhkan kesabaran agar tidak takabur. 

#Sabardikalakecewa
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 06 Mei 2022

#Kepercayaan#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Satu sisi ada seorang anak yang rela merugi demi menjaga kepercayaan orang lain, sibuk mencari solusi karena tidak ingin mengecewakan orang lain.

Sisi lain ada orang tua yang dengan entengnya mengecewakan semua orang dan ajaibnya lagi yang marah bukan yang dikecewakan tapi yang sudah mengecewakan. Sungguh aneh bin ajaib ada orang seperti itu.

Sudah mengecewakan dan marah pula, benar-benar ga habis pikir dengan jalan pikirannya. 

Kalau bilang ga marah, apa artinya dengan mendiamkan dan tidak berbicara satu sama lain. 

Yang seharusnya marah adalah orang-orang yang telah dikecewakannya, ko jadi seperti anak kecil seolah sebelum orang yang dikecewakannya marah maka dialah yang marah duluan.

Sangat menyebalkan menghadapi orang seperti ini, membatalkan janji dengan seenaknya, sebaiknya jangan janji kalau tidak bisa memenuhi atau kalau sudah menyanggupi jangan dibatalkan apapun resikonya seperti halnya anak yang diceritakan diawal tadi yang rela merugi demi tidak mengecewakan orang lain yang sudah dijanjikannya. 

Terus terang, jadi ilfil sama orang yang suka melanggar janji, hilang rasa kepercayaan ini, ada sedikit rasa trauma jika dikemudian hari akan mengulang kembali perbuatannya.

Jagalah kepercayaan orang lain karena jika kepercayaan sudah hilang, seumur hidup akan terus ingat.

#Kepercayaan
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 05 Mei 2022

#MenulisMalam#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Saya lebih sering nulis di malam hari, bukan tanpa alasan, dibalik semua itu dikarenakan saya sering bingung mau menulis apa.

Kalau sudah mentok mau menulis apa, saya akan menuliskan kejadian hari ini entah apapun itu. Alasan lainnya menulis malam karena pagi-pagi sampai malam jadwal harian padat jadi tidak sempat menulis siang hari, menulis di sisa waktu.

Beda kalau sudah punya ide tulisan apalagi kalau berniat tayang di medsos, saya akan menuliskannya sesegera mungkin ga pake lama karena ada motivasi jadi lebih semangat.

Menulis malam memang penuh resiko seperti badan yang kelelahan, ketiduran, gantuk berat, lupa dll.

Sepertinya menulis malam menjadi salah satu penyebab terjun bebas puluhan kali. Bukan saya tidak semangat menulis sampai gagal puluhan kali, saya hanya tidak ingin terlalu terobsesi, ngotot ataupun ambisi dalam mengikuti tantangan menulis ini.

Intinya bagi saya, jalani saja sekemampuan saya, sesempat saya, sesehat saya walau pada akhirnya saya akan terjun bebas adalah resiko yang harus saya tanggung.

#MenulisMalam
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 03 Mei 2022

#PulangLebaran#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Selama 2 tahun pandemi (2020 dan 2021), Yasin tidak bisa kumpul lebaran karena saat itu belum leluasa keluar masuk Malaysia dan Indonesia serta harus menjalani karantina berbayar masing-masing 8 hari, belum lagi tiket pesawat yang harganya tinggi serta harus test PCR yang harganya juga lumayan.

Setelah dihitung-hitung, biaya yang harus dikeluarkan lumayan besar dan waktu juga habis untuk karantina di sini dan di sana jadinya tidak pulang lebaran adalah pilihan terbaik Yasin selama 2 tahun itu.

Alhamdulillah saat ini sudah bebas keluar masuk dan tidak ada karantina baik di Jakarta maupun di Johor, bahkan di Bulan Mei ini bebas PCR dan bebas masker pula.

Yasin sudah pulang sejak akhir tahun 2021 dan Yasmin sedang magang, Yasmin yang mendapat libur 8 hari tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk pulang ke rumah, lebaran tahun ini (2022) terasa lebih lengkap kumpul bersama walau hanya sebentar.

Mohon maaf lahir bathin semuanya.

تقبل الله منا ومنكم

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

(Semoga Allah ï·» menerima amal shalih kita sekalian)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1443H

Semoga Allah سبحانه وتعالى menerima amal-amal yang kita lakukan, selalu memberkahi amalan kita dan senantiasa kita dimudahkan dalam menjalankan amal ketaatan selanjutnya.

آمين يارب العالمين

#PulangLebaran
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

#TerjunBebaske39#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Senin malam (02/05) sekitar jam 11an, saya posting tulisan hari ke 3 ke Blog Gurusiana, namun tidak bisa terkirim, saya coba berkali-kali tetap belum bisa.

Sambil menunggu, saya kirim dulu ke Blog pribadi, alhamdulillah sukses lalu saya kembali lihat lagi Blog Gurusiana, saya coba kirim lagi namun tetap tidak membuahkan hasil.

Mata sudah mulai mengantuk, sayapun memutuskan tetap menunggu sampai akhirnya ketiduran dengan HP masih tetap di tangan. 

Keesokan harinya (03/05) terbangun jam 4an pagi, saya merasakan ada HP di dekat saya dan teringat kembali kalau semalam berusaha kirim tulisan, segera saya cek Blog Gurusiana ternyata masih proses dan semua sudah terlambat karena sudah berganti hari. 

Inilah terjun bebas ke 39 kalinya, untuk konsisten menulis memang banyak sekali hambatannya, mulai sakit, lupa, ketiduran, kelelahan, kendala teknis dll.

Saya berencana ingin mendata alasan terjun bebas selama ini kendalanya apa saja, kendala apa yang paling banyak. Yang saya rasakan paling sering kendala lupa, kelelahan dan sakit, kendala teknis hanya beberapa kali saja tidak sebanyak yang lain.

#TerjunBebaske39
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 02 Mei 2022

#LebaranDay1#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (02/05) adalah hari lebaran ke 1 tahun 1443 H atau 2022 Masehi. Seperti biasa pagi-pagi kami sudah bangun mulai dari Subuh lalu jam 6.30 Sholat Ied di masjid dekat rumah kami.

Saat sampai masjid, suasana sudah ramai dan penuh, kami pilih di barisan belakang yang masih tersisa. 

Kami sudah siapkan kertas koran sebagai alas lalu menggelar sajadah. 

Ada bagian aspal yang agak basah, saya beri alas koran agak tebal supaya tidak menyerap ke sajadah saat diduduki.

Selesai sholat Ied, kami salaman dengan tetangga sekitar yang rumahnya kami lewati saat pulang. 

Setelah makan ketupat kami pergi ke Ciapus, silaturahim ke rumah ibu.

Di tengah jalan saya melihat penjual bunga tabur di sepanjang kiri jalan. 

Saat ditanya harganya 25rb perbungkus, saya tawar 50rb tiga, abang penjual bunga tidak mau kamipun berlalu saja karena harganya terasa mahal dimana kalau hari biasa harganya 15rb.

#LebaranDay1
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 01 Mei 2022

#MalamTakbiran#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (01/05) adalah malam takbiran.

Takbir berkumandang dimana-mana menggetarkan hati. Lebaran kali ini tiada baju lebaran sebagaimana halnya 2 tahun ke belakang.

Sejak Pandemi, 2020, 2021 telah menjadi hal yang lumrah tidak punya baju baru, sendal baru padahal dulu kalau ga serba baru rasanya sedih merasa ada yang kurang sampai ada budget khusus untuk baju dan sandal lebaran. 

Alhamdulillah hikmah pandemi menjadi ada tradisi baru, tak mengapa lebaran tanpa baju baru.

#MalamTakbiran
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 30 April 2022

#TerjunBebaske38#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Kamis malam (28/04) badan terasa sangat lelah sekali, tak sanggup untuk menulis, saya biarkan tidak menulis dan lebih memilih tidur saking sudah tidak kuatnya.

Tapi saya paksakan untuk transfer dan membuat laporan sedekah 1.000 bulan titipan teman-teman.

Itu adalah sebuah amanat yang harus dijaga, jangan sampai tidak karena ada sebuah kepercayaan yang diberikan kepada saya.

Sungguh susah untuk mendapatkan sebuah kepercayaan dari teman-teman yang menitipkan uangnya untuk zakat ataupun untuk sedekah. 

Alhamdulillah uang sedekah 1.000 bulan bisa saya selesaikan sampai pada tahap pelaporan via WA kepada teman-teman dan kepada Al Bunyan.

Setelah itu saya biarkan diri ini tidur tanpa memperdulikan belum menulis walau sebenarnya masih berharap bisa bangun sebelum jam 12 namun rupanya saya malah terbangun jam 3 saat alarm berbunyi untuk siap-siap sahur.

Dalam hati bergumam, "ya terjun bebas lagi," tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.

Di hari Jumatnya, setelah antar Jania itikaf di masjid, kepala pusing sekali, hingga setelah sholat saya langsung tidur, ingat belum menulis tapi buat saya ya sudahlah, mau bagaimana lagi, kondisi badan sedang tidak fit jadi saya belum bisa memulai nulis lagi. 

Alhamdulillah di Jumat malam ini bisa mulai menulis lagi.

Saya memang punya keinginan bisa menulis selama setahun penuh tanpa henti, tapi selama ini belum berhasil karena terjun bebas berkali-kali.

Walaupun terjun bebas puluhan kali, tidak menyurutkan saya untuk terus menulis, kalau saya berhenti mengikuti tantanga tentu saya tidak lagi memiliki motivasi untuk menulis setiap hari,  saya ingin tetap lanjut menulis sambil berharap suatu saat keinginan saya akan tercapai, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#TerjunBebaske38
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 27 April 2022

#IbadahHaji2022#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (27/04) ada info masuk lewat WA dari teman yang menanyakan apakah nama saya termasuk yang berangkat haji tahun ini. 

Di informasi tersebut tertera nomor porsi awal s.d. akhir yang akan diberangkatkan tahun ini dimana mengalami penurunan 50% dari kuota yang ada yaitu sekitar 450an saja.

Tanpa pakai lama langsung mengecek no porsi saya, suami dan ibu dengan tangan gemetar dan harap-harap cemas karena niat kami untuk ibadah haji sudah tertunda 2 tahun dan kamipun tahun 2022 ini sudah menjalani rangkaian persiapan mulai dari manasik, pemeriksaan kesehatan dan suntik Maningitis yang ke dua kalinya, saya langsung mengecek no porsi saya, suami dan ibu, alhamdulillah no porsi kami termasuk yang diberangkatkan. 

Saya merasa senang namun rupanya kesenangannya tidak berlangsung lama saat pengurus KBIH menyampaikan ibu saya tidak bisa berangkat haji karena usia sudah > 65 tahun dimana aturan dari Arab Saudi mengharuskan syarat < 65 tahun. 

Walaupun syarat tersebut sudah diketahui sebelumnya tapi saya masih menyimpan sedikit harapan agar ibu bisa berangkat.

Rupanya harapan berbeda dengan kenyataan, harapan saya pupus untuk bisa berangkat tahun ini karena tidak mungkin saya pergi tanpa ibu yang sudah sepuh dan tidak mungkin juga nanti ibu berangkat seorang diri tanpa saya dampingi. 

Saya dan suami langsung diskusi lewat WA saat itu juga karena saya di rumah, suami di tempat kerja. 

Alhamdulillah dalam hitungan menit kami sudah bisa memutuskan karena perihal syarat harus < 65 tahun sudah lama kami dengar dan sudah sering kami diskusikan panjang lebar dan alot pula jadi ketika nama kami muncul dan ibu tidak muncul, kami sudah punya jawabannya.

Bismillah, saya dan suami menunda keberangkatan ibadah haji tahun ini agar bisa berangkat bersama ibu. 

Semoga kami sehat selalu, panjang umur dan berangkat tahun depan, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#IbadahHaji2022
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 26 April 2022

#UlangTahun#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Sebenarnya sudah malas menulis, jenuh juga sekarang kalau setiap hari karena sering kehilangan ide dan bingung mau nulis apa. 

Saya semangat nulis saat ada moment tertentu yang berkesan di hati. Moment seperti itu jarang terjadi malah kadang lupa untuk saya tuliskan karena barusan teringat akan peristiwa yang ngena di hati dimana tanggal 25 kemarin adalah hari ulang tahun saya. 

Saya sebenarnya menganggap biasa karena sejak kecil tidak ada tradisi ulang tahun dan tidak ada kata saling mengucapkan selamat ulang tahun.

Semua tanggal berlalu biasa saja tanpa ucapan selamat ulang tahun apalagi acara traktir dan kasih kado, jauh dari kehidupan kami. 

Namun setelah menikah rupanya dengan suami beda kebiasaan, keluarga suami terbiasa perayaan kecil-kecilan setiap ulang tahun misal bikin nasi kuning atau bikin kue ulang tahun bahkan makan di luar.

Kebiasaan itu dibawa hingga anak-anak kami sudah 6 dan besar-besar, dimana setahun 8 kali kami beli kue dan makan di luar secara khusus saatbada yang ulang tahun walau makan di luar sudah sering dilakukan tapi kalau ada yang ulang tahun beda lagi niatan dalam hati.

Begitu pula kemarin (25/04) suami menawarkan saya untuk beli kue tart, saya menolak karena lumayan harga kue tart yang bisa 300 ribu lebih kan sayang lagi pula kita sedang puasa Ramadhan, tidak ada keinginan untuk makan kue tart. 

#UlangTahun
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 25 April 2022

#TerjunBebaske37#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Rabu malam (20/04) kepala terasa pusing, sayapun terlelap tidur dan bangun jam 3 dini hari untuk mempersiapkan makan sahur keluarga. 

Alhamdulillah pusingnya hilang dan saya teringat kalau belum menulis, dalam hati hanya bisa bergumam "yah terjun bebas lagi deh."

Sayapun pasrah menyadari kenyataan kalau harus terjun bebas lagi yang ke 37, sudah banyak sekali terjun bebasnya.

Seperti biasa saya anggap biasa saja daripada dipikirkan seperti awal-awal hanya bikin tegang kepala saja.

Ya sudah saya akan lanjut lagi kembali ke angka 1. Namun harapan dan kenyataan jauh berbeda. 

Kamis (21/04), Jumat (22/04), Sabtu (23/04) dan Minggu (24/04) badan rasanya remuk redam, cape, lelah menjadi satu. Saya ingat harus nulis tapi rasanya sudah tidak kuat untuk berpikir dan menulis. 

Saya biarkan tidak menulis karena badan tidak bisa diajak kompromi, sisi lain sayapun merasa tidak perlu ambisi ataupun ngotot memaksakan diri menulis dalam keadaan lelah. 

Saya berpikir, raga ini memiliki haknya untuk istirahat, ada kalanya harus bisa mengukur diri supaya tidak terlalu memporsir badan dan pikiran. 

Keinginan untuk bisa menulis selama setahun saya biarkan lewat lagi bukan berarti saya menyerah tapi badan ini memiliki haknya untuk tidak terlalu dituntut. 

Tak mengapa saya terjun bebas lagu, mulai lagi ke hari pertama, yang penting kesehatan terjaga. Alhamdulillah malam ini (25/04) saya bisa mulai menulis lagi setelah 5 hari berturut-turut kosong tiada tulisan yang dibuat.

#TerjunBebaske36
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 19 April 2022

#YasirPulang#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah hasil cek darah Yasir pagi ini (19/04) 86  naik dari kemarin (18/04) 62. Lalu jam 6 sore dicek darah lagi dan hasilnya 125.

Berikut adalah turun dan naiknya trombosit Yasir.

Trombosit 

185   14apr 11.00 
119   15apr 20.00 turun 2.0/jam
95     16apr 06.00 turun 2.4/jam
59     17apr 06.00 turun 1.5/jam
62     18apr 09.00 naik   0.1/jam
86     19apr 06.00 naik   1.1/jam
125   19apr 17.00 naik   3.5/jam

Sebelumnya sempat turun drastis yang membuat jantung berdebar, perasaan tidak karuan.

Kesana kemari ikhtiar untuk mendapatkan obat yang direkomendasikan oleh teman-teman dan yang paling banyak menyarankan minum fufang.

Apapun kami coba, mulai fufang, sari kurma, air rebusan daun ubi jalar dsb. 

Tak lupa saya minta do'a pada semua orang yang dekat untuk kesembuhan Yasir.

Alhamdulillah malam ini jam 10 Yasir sudah sampai di rumah. 

#YasirPulang
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 18 April 2022

#DaunUbiJalar#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (18/04) saya rebus daun ubi jalar, setelah daun melayu, saya matikan kompornya.

Lalu saya tutup panci rebusan dengan piring agar tidak ada binatang yang terbang di atasnya lalu hinggap dan mati karena sayapnya kena uap.

Setelah airnya dingin, saya tuang ke dalam botol untuk dibawa ke RS. Ya, salah satu teman saya mengatakan kalau rebusan daun ubi jalar bisa untuk menaikkan trombosit.

Kemarin (17/04) saya panik karena trombosit Yasir turun terus secara drastis. Saya mintakan do'a kepada teman-teman semua dan saudara karena do'a sudah saya panjatkan pada Allah SWT dan saya membutuhkan do'a dari yang lain juga. Saya memiliki keyakinan kalau salah satu atau dua akan ada yang dijabah do'anya.

Semoga trombosit Yasir semakin naik hingga sehat kembali seperti sedia kala, aamiin. 

#DaunUbiJalar
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 17 April 2022

#YaAllahSembuhkanlahYasiraamiin.#TantanganMenulisHarike3 #TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (17/04) jam 9.50, suami kirim WA mengabarkan trombosit Yasir yang turun drastis, awal 185, 119, 95, 59.

Tentu saja saya kaget dan tak dapat menahan air mata, panik dan bingung, do'a tiada henti dipanjatkan untuk kesembuhan Yasir.

Dirawat di RS adalah ikhtiar kami, kami berharap semua membaik dan Yasir sembuh kembali seperti sedia kala.

Di tengah kekalutan itu, tanpa berpikir panjang, saya WA ke beberapa group dan ke personal juga memohon do'a dari semuanya atas kesembuhan Yasir. 

Sesuatu yang saya tahan sejak Jumat dengan tidak mengabarkan untuk menghindarkan kekhawatiran tapi tadi pagi saya nekat karena sudah bingung mau ikhtiar bagaimana lagi selain meminta do'a kesembuhan dari orang-orang yang tulus. Yang ada di kepala hanya satu saja pagi tadi, meminta do'a dari orang-orang dekat, bisa dikata keluarga yang tulus mendo'akan kesembuhan Yasir.

Setelah itu, banyak saran dan masukan bahkan ada yang kirim obat yang perlu dikonsumsi Yasir. Saya kesana kemari mengambil obat, Yasin juga sibuk membeli obat fufang, Bu Ningsih mencari daun ubi, pokoknya hari ini saya tidak bisa fokus, segalanya agak dipaksakan agar terlihat baik-baik saja, saya menangis hingga mata menjadi sembab, mamah nengok ke RS, ninin telpon sambil menangis-nangis. 

Ya Allah, sembuhkanlah Yasir, aamiin.

#YaAllahSembuhkanlahYasiraamiin.
#TantanganMenulisHarike3 
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 16 April 2022

#YasirDB#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Jam 10.36 malam ini (16/04) ngantukkk.... sekali setelah kemarin malam (15/04) antar Yasir ke RS dan harus dirawat karena DB.

Awalnya Rabu malam (13/04) saya nelpon Yasir karena 2 malam tidak ada telpon ke kami, tak disangka ternyata sedang sakit, demam sejak Senin saya merasa bersalah karena 2 malam tidak menelponnya, baru ngeh di Rabu malam, terakhir nelpon Minggu malam masih baik-baik saja.

Kamis (14/04) kami suruh Yasin untuk jemput ke Ciputat, di sana Yasir berobat dulu ke RS dan dicek lab, hasilnya ada virus, belum cek tipes atau db karena harus menunggu 5 hari.

Jumat Yasir merasa lemas, bukan karena lemas puasa, lemas sakit. Kami merasa khawatir maka malamnya setelah berbuka puasa kami bawa ke RS lagi.

Kami datang ke RS Jumat malam sekitar jam 8an lalu menunggu hasil lab 1 jam lebih dan hasilnya trombosit dan lekosit turun drastis dari hasil cek lab sebelumnya RS di Ciputat.

Diputuskan rawat inap, jam 3 diambil darah kembali, trombosit turun lagi yg awal 185rb, turun 119rb dan terakhir 95rb.

#YasirDB
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 15 April 2022

#TerjunBebaske36#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Jumat pagi (15/04) jam 3 terbangun untuk menyiapkan makan sahur. 

Teringat kemarin belum nulis, dalam hati hanya bisa memelas karena terjun bebas lagi untuk yang ke 36 padahal terakhir menulis sudah sampai Tantangan Menulis Hari ke 53 berarti kemarin seharusnya sudah hari ke 54 namun harus menerima kenyataan kembali lagi ke angka 1. 

Tak mengapa saya terjun bebas lagi, bukan karena tidak sungguh-sungguh ingin menulis setiap hari tapi apa mau dikata jika lupa dan lelah/ngantuk. Walaupun keinginan menulis setiap hari tinggi ingin sampai ke minimal 1 tahun tapi apa daya sering jatuh bebas sampai puluhan kali.

Saya tidak mau sesuatu yang terlalu dipaksakan jika memang ngantuk, lelah atau lupa, ya sudah apa mau dikata. 

Juga saya tidak mau menyerah begitu saja jika terjun bebas lagi dan lagi, saya tidak mau terjun bebas menghentikan langkah saya untuk menulis setiap hari, tetap semangat ✊

#TerjunBebaske36
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 13 April 2022

#YasirSakit#TantanganMenulisHarike53#TantanganMenulisGurusiana

Yasir nelpon Hari Minggu malam (10/04) jam 21:17, Senin dan Selasa tidak ada menelpon. Rabu malam (13/04) jam 21:45 saya coba yang nelpon Yasir.

Tampak sedang berbaring di tempat tidur dengan mata sayu, spontan saya tanya:

Saya: "kenapa de, ngantuk ya?" 

Yasir: "Sakit mi," katanya sambil selimutan.

Saya: "Dari kapan de sakitnya?" 

Yasir: "Dari Senin mi," jawabnya.

Deg, jantung saya berdegup kencang, rasa bersalah menyelimuti diri, kemana saja saya 2 hari ini tidak nelpon sampai tidak tahu Yasir sedang sakit.

Sedih, ingin nangis, ingin segera meraih tubuhnya lewat telpon.

Saya: "Sudah minum obat de?" 

Yasir: "Sudah mi."

Saya: "Tadi kuliah?"

Yasir: "Kuliah mi."

Saya: "Udah atuh, jangan kuliah dulu, istirahat dulu, besok ke RS ya."

Yasir: "Iya mi, besok ke RS dan izin ga kuliah dulu." 

Saya: "Ya udah, besok aa jemput ya, istirahatnya disini aja, nanti pulangnya dianterin lagi sama aa."

Yasir: "Iya, mi."

Apa yang Yasir alami, pernah juga saya rasakan dimana ibu saya nelpon dikala saya sakit padahal saya ga bilang sedang sakit. Saat ditelpon ibu, saya merasa sangat bahagia, menambah imunitas tubuh.

Malam inipun, saya nelpon tanpa tahu Yasir sedang sakit tapi karena merasa kehilangan sudah 2 hari tidak ada nelpon.

#YasirSakit
#TantanganMenulisHarike53
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 12 April 2022

#MotorHijau#TantanganMenulisHarike52#TantanganMenulisGurusiana

Asli tadi siang (12/04) saya kaget banget dibuatnya, pas tahu motor hijau yang biasa nangkring di parkiran ternyata kuda besinya Bu Mega. Sebelum-sebelumnya sempat lihat tapi tidak tahu itu motor siapa.

Ga tahu lah itu motor apa, saya ga terlalu familiar dengan otomotif, tahunya hanya motor yang dipakai saja.

Yang saya tahu itu motor laki-laki banget, makanya ga nyangka ternyata Bu Mega yang kalem dan lemah lembutlah sang pemiliknya.

Buat saya sih keren karena jarang-jarang lihat wanita pakai motor itu, seringnya kan kaya saya bawanya matic terus hehehehe.....

Hanya orang tertentu yang berani dan PD pakai motor yang bentuknya cowok banget. Saya liatnya jadi mupeng gitu, kepengen nyobain sekali aja tapi kata Bu Mega harus latihan dulu, baru bisa karena motor kopling, mana saya tahu motor kopling kaya bagaimana.

Bu Mega berlatih dua hari sampai bisa bawa ke sekolah. Wah susah juga ya, jadi mikir lagi dech nyobain motornya.

#MotorHijau
#TantanganMenulisHarike52
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 11 April 2022

#TahunDuka#TantanganMenulisHarike51#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah, puasa Ramadhan kali ini (11/04/2022) prokes sudah mulai kendor karena pandemi Covid - 19 sudah berkurang.

Masih teringat pandemi kesatu dan kedua yang telah memakan banyak korban jiwa mulai dari tenaga kesehatan sampai orang umum. 

Semua panik dengan banyaknya korban jiwa, anak-anak di rumahkan untuk menghindari penularan Virus Covid - 19.  

Di WA group hampir setiap hari ada saja info orang yang positif ataupun yang meninggal tak terkecuali kakaknya suami. 

Bulan Desember 2020, tiba-tiba merasakan sesak nafas sebagaimana gejala pada umumnya yang terkena virus ganas ini. Tak berselang lama, tidak ada seminggu Teh Lusi meninggal.

Tahun 2020 dan 2021 adalah tahun penuh duka buat keluarga kami. November 2020 bapak meninggal lalu Desember 2021 Teh Lusi yang meninggal.

Sejak itu adik saya satu-satunya jatuh sakit sejak kepergian bapak, berawal dari kaki yang sakit sampai mengalami tidak bisa menggerakkan badan sama sekali.

5 bulan berselang Sari meninggal, rasanya belum sembuh luka di hati ini lalu kembali bersedih lagi, kami semua terpukul apalagi ibu kami yang sangat terpukul sampai tidak bisa melupakannya setelah setahun berlalu.

Bapak meninggal ibu cepat terobati luka hatinya, berbeda dengan adik meninggalkan luka hati mendalam dan berkepanjangan. 

Susah payah kami meyakinkan ibu bahwa semua sudah takdir dari Allah SWT yang tidak dapat kita tentang, harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan serta kesabaran. 

#TahunDuka
#TantanganMenulisHarike51
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 09 April 2022

#Kanaya#TantanganMenulisHarike50#TantanganMenulisGurusiana

Diana tidak habis pikir akan reaksi Kanaya adiknya yang diluar konteks. Setelah transfer, Diana hanya bertanya "uangnya buat apa?" 

Sebenarnya Kanaya cukup hanya menjawab saja namun setelah menjawab malah bertanya "kenapa?" Baper sekali pikir Diana.

Diana malas menjawab pertanyaan "kenapa" itu karena tidak mau berpanjang lebar. Dibalik pertanyaan Diana ada sebabnya, biasanya Kanaya suka bilang kalau uang yang dimintanya itu untuk membeli suatu keperluan seperti beli gas, token listrik, beras bahkan untuk bayar SPP.

Belasan tahun Diana diam dan selalu mengalah saat harus transfer puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan.

Yang tidak habis pikir, katanya gaji suaminya sudah mapan tapi kenapa masih juga mengganggu ketentraman rumah tangga Diana. Dulu sangat mengganggu keutuhan rumah tangga karena kerap kali suami Diana protes atas kebiasaan Kanaya padahal keadaan keuangan Diana dan suami saat itu penuh dengan keterbatasan, jangankan untuk memberi uang pada Kanaya bahkan untuk mereka sendiripun Diana kerap menggadaikan cincin nikah.

Tak jarang dulu Diana dan suami sering bertengkar atas perilaku Kanaya namun seiring berjalannya waktu dan karena kedewasaan masing-masing, sekarang sudah tidak pernah bertengkar lagi. 

Suami Diana merasa keluarganya tidaklah sesering keluarga Diana yang kerap minta uang setiap saat. 

Kalau ada yang mengganjal di hati atas sikap Kanaya yang kerap minta uang cukup bersabar saja dan puncaknya yang terakhir saat Diana menanyakan penggunaan uang yang dimintanya. 

Kanaya harusnya jangan marah pada Diana tapi sebaiknya introspeksi diri dan menasihati suaminya yang lebih mementingkan beli rokok ketimbang untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga kecil mereka. Rokok yang dibeli lumayan besar, menghabiskan puluhan ribu per hari. 

Menuntut tanggung jawab pada suami tidak adal salahnya, bisa disampaikan pelan-pelan. Patuh pada suami itu harus namun menuntut tanggung jawabnya suami pada kita tetap bisa dilakukan agar ada solusi misal suruh berhenti beli rokok karena tidak ada uang untuk makan. Apalagi jika suami yang mengajak memusuhi saudara sendiri, itu perlu tidak dipatuhi. Sampai saudara masuk ke liang lahatpun masih dimusuhi dengan tidak takziah padahal Diana dan suami yang dari jauh saja datang menghadiri pemakaman. 

Kanaya harus bijak dalam berbuat sesuatu, segala sesuatunya harus dipikirkan masak-masak, bisa menyaring informasi yang akan disampaikan pada orang lain jangan begitu saja disampaikan mentah-mentah.

Daripada Kanaya harus minta-minta kan lebih baik menagih tanggung jawab dari suaminya bukan malah menunjukkan taringnya pada Diana seolah ingin mengcengkram.

Kanaya pasti protes kalau dibilang minta, bagi Diana walaupun bilangnya pinjam tapi belasan tahun hanya pinjam terus lalu pinjam lagi tanpa ada ganti yang sebelumnya, anggap saja minta selama belum diganti. Kan lucu setiap kali minta selalu bilang pinjam yang entah kapan digantinya, hanya bilang "pinjam, nanti juga diganti," tapi ga diganti-ganti. 

Jika ada kesamaan nama ataupun kejadian, itu adalah inspirasi murni dari penulis untuk bahan tulisan.

#Kanaya
#TantanganMenulisHarike50
#TantanganMenulisGurusiana

#Fotbar#TantanganMenulisHarike49 #TantanganMenulisGurusiana

Saya sering ga ngeh untuk foto dengan anak-anak perwalian, masuk kelas, ngecek-ngecek, nerangin dan kalau sudah selesai langsung keluar kelas buru-buru untuk melanjutkan aktifitas lain.

Rabu (06/04) pas mau keluar kelas ada yang nyeletuk, "bu foto-foto yuk!" Entah suara siapa tapi yang jelas anak perempuan.

Saya tidak menduga akan diajak foto, langsung jawab spontan "hayuk tapi keluar kelasnya jangan berombongan ya."

"Iya bu" jawab mereka. 

Kebayang kalau keluar bergerombol bersamaan akan gaduh. Satu per satu, dua ber dua, tiga ber tiga dan ada pula yang berempat mereka keluar dengan perlahan tapi pasti. 

Saya mengikuti dari belakang, saat itu panas terik matahari jadi kami pilih spot foto yang teduh agar mata tidak nyureng (memincingkan mata karena silau).

Setelah kumpul, semua bingung siapa yang akan memoto kami, celingak celinguk mencari photographer handal, alhamdulillah lewat Pa Bayu, jadi deh fotbar dadakan.

Setelah itu kami melihat hasil foto, saya kaget karena baru menyadari kalau pakaian yang saya pakai sama warnanya dengan anak-anak, putih biru. 

Rabu yang PTM 50% saja berarti Kamis kudu ada fotbar lagi agar adil. Jadilah Kamis (07/04) saya sendiri yang berinisiatif mengajak anak-anak untuk fotbar. Sama seperti kemarin, kami kebingungan mencari photographer, alhamdulillah ada yang bisa kami mintakan tolong.

#Fotbar
#TantanganMenulisHarike49 
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 08 April 2022

#MaskerKuping#TantanganMenulisHarike48#TantanganMenulisGurusiana

Ada yang unik dengan peserta didik perempuan yang mengenakan kerudung, kebanyakan mereka menggunakan maskernya di dalam, maksudnya tidak pakai masker hijab ataupun konektor. 

Saya penasaran mengapa cara mereka pakai masker seperti itu, spontan mereka menjawab karena ga enak terus ada lagi yang bilang karena merusak bentuk kerudung, jadi aneh. 

Apapun jawaban mereka tetap tidak bisa masuk ke dalam cara berpikir saya yang sudah generasi tua. 

Bagi saya pakai masker hijab ataupun konektor tidaklah merusak hijab, biarlah mereka mengenakan masker sesuai gayanya masing-masing, ya mereka punya trendnya sendiri dan alasan hanyalah hiasan semata.

#MaskerKuping
#TantanganMenulisHarike48
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 07 April 2022

#SambelUmi#TantanganMenulisHarike47#TantanganMenulisGurusiana

Kalau habis masak suka senang kalau masakan kita dilahap habis oleh suami dan anak-anak, kadang saya tanya ke anak-anak "enak ga?" Mereka suka jawab "enak mi." 

Dengan jawaban anak-anak saya tambah senang, kadang Yasin nyeletuk "siapa dulu dong yang masak, umi." 

Kadang saya berpikir apakah jawaban anak-anak hanya untuk menyenangkan hati saya saja, alhamdulillah yang dipikirkan berbeda dengan yang terlihat saat masakan kita disantap habis oleh anggota keluarga.

Tidak salah penilaian anak-anak, kita para ibu memang berusaha maksimal membuat masakan dengan cara dan bahan terbaik untuk keluarga demi tidak ingin mengecewakan dalam rasa. 

Suami sering kangen masakan ibunya, begitu juga saya suka kangen dengan masakan ibu saya.

Rupanya apa yang kami alami, dialami pula oleh anak-anak. 

Yasmin yang sedang magang di KL sudah pesan tiket pulang lebaran nanti, diberi libur satu minggu dan sudah memberikan list menu makanan yang ingin disantapnya. 

List menu makanan kebanyakan jajanan khas sini, alangkah bahagianya saat nama saya ada di urutan paling atas dengan nama sambel umi. 

#SambelUmi
#TantanganMenulisHarike47
#TantanganMenulisGurusiana

SambelUmi#TantanganMenulisHarike47#TantanganMenulisGurusiana

Kalau habis masak suka senang kalau masakan kita dilahap habis oleh suami dan anak-anak, kadang saya tanya ke anak-anak "enak ga?" Mereka suka jawab "enak mi." 

Dengan jawaban anak-anak saya tambah senang, kadang Yasin nyeletuk "siapa dulu dong yang masak, umi." 

Kadang saya berpikir apakah jawaban anak-anak hanya untuk menyenangkan hati saya saja, alhamdulillah yang dipikirkan berbeda dengan yang terlihat saat masakan kita disantap habis oleh anggota keluarga.

Tidak salah penilaian anak-anak, kita para ibu memang berusaha maksimal membuat masakan dengan cara dan bahan terbaik untuk keluarga demi tidak ingin mengecewakan dalam rasa. 

Suami sering kangen masakan ibunya, begitu juga saya suka kangen dengan masakan ibu saya.

Rupanya apa yang kami alami, dialami pula oleh anak-anak. 

Yasmin yang sedang magang di KL sudah pesan tiket pulang lebaran nanti, diberi libur satu minggu dan sudah memberikan list menu makanan yang ingin disantapnya. 

List menu makanan kebanyakan jajanan khas sini, alangkah bahagianya saat nama saya ada di urutan paling atas dengan nama sambel umi. 

#SambelUmi
#TantanganMenulisHarike47
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 06 April 2022

#LiangLahatyangMembara#TantanganMenulisHarike46#TantanganMenulisGurusiana

Beberapa hari lalu lewat sebuah postingan yang bagi saya sangat mengerikan. Sebuah lubang kubur yang dilalap api, menjalar-jalar seperti hendak menjilat. Liang lahat yang sepertinya digali untuk menguburkan seseorang karena masih terlihat tukang gali kuburnya.

Peristiwa yang baru saya lihat pertama kali dan orang-orang di sekitar terlihat menyingkir hanya bisa memandangi liang lahat itu. 

Mungkinkah itu daerah yang memiliki gas bumi ataukah ada yang menuangkan bensin atau minyak tanah kedalam lubang itu namun saya tidak menemukan jawabannya karena  postingan itu tidak ada keterangan apapun mengenai yang terjadi. 

Kemudian saya coba klik komen karena kadang netizen tahu infonya tapi komen dinonaktifkan. Ya sudah rasa penasaran saya tidak menemukan jawaban.

Terlepas dari berbagai kemungkinan yang ada di kepala, saya hanya bisa istighfar spontan teringat akan dosa-dosa yang dimiliki. Betapa banyak dosa diri ini, ibadah yang tidak sempurna, penyakit hati yang timbul muncul, kebohongan-kebohongan dan masih banyak lagi. 

Masya Allah, Allah Maha Baik karena tutupi aib ini sehingga tampak baik luaran, Allahpun menutup aib hamba-hambaNya yang lain. 

Jika Allah sudah menutupi aib kita maka tidak pantas kita membuka aib orang lain.

#LiangLahatyangMembara
#TantanganMenulisHarike46
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 04 April 2022

#BijakdalamMenulis#TantanganMenulisHarike45 #TantanganMenulisGurusiana

Baca judul berita sadis banget ya. Koq tega sih memberitakan masalah pribadi orang. 

Walaupun orang tersebut seorang artis, bukan berarti kehidupannya harus dibuka sampai ke akar-akarnya. 

Aib masa lalu dibuka, lagipula pernah menikah bukanlah aib, itu adalah nasib tapi diberitakan seolah-olah sebuah kerugian besar bagi yang sudah menikahi artis tersebut.

Penulisnya kenapa sibuk banget ya mengulik kehidupan artis itu, pernah ada masalah apa sampai sebegitunya mencari uang. 

Yang bersangkutan dengan pasangannya saja biasa saja terlihat bahagia, ini kenapa malah yang lain jadi ikut campur seolah menginginkan mereka berpisah. 

Saat menulis cobalah bijak, posisikan diri kita ada di posisi dia, apakah kita mau diperlakukan seperti itu.

#BijakdalamMenulis
#TantanganMenulisHarike45 
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 03 April 2022

#BerobatOnline#TantanganMenulisHarike44#TantanganMenulisGurusiana

Sejak pandemi, sekolah online, berobat juga online dimana pihak Rumah Sakit menyediakan layanan konsultasi online via Video Call. 

Jarang sekali kami pergunakan fasilitasnya karena merasa kurang afdol kalau tidak tatap muka.

Pernah beberapa kali konsultasi dokter jarak jauh karena saat itu harus Swab Test dulu sebelum ke poli, keluhannya radang tenggorokan, panas, batpil,  paket lengkap sakitnya.

Dari pada harus mengeluarkan uang untuk biaya Swab Test akhirnya kami memutuskan untuk VC saja, obat diambil pakai ojol, bayar ditransfer.

Lumayan agak ribet juga sih prosesnya karena harus menyesuaikan dengan jadwal dokter, kadang jadwalnya akan diberitahukan kemudian setelah dokternya selesai praktik.

Pernah saya di WA ga respon, telpon tidak saya angkat karena sedang tidak online. Akhirnya dijadwal ulang lagi keesokan harinya dan memang harus standby mantengin HP.

Awalnya saya pikir akan VC pakai WA tapi ternyata pakai aplikasi yang sudah disediakan, harus download dulu.

Alhamdulillah dengan semua kemudahan yang ada, bisa berobat tanpa harus keluar rumah.

#BerobatOnline
#TantanganMenulisHarike44
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 02 April 2022

#LayarHPGelap#TantanganMenulisHarike44 #TantanganMenulisGurusiana

Saat sedang mengawas PAT ada yang mencuri perhatian saya. 

Saya berkeliling dari bangku ke bangku dan melihat ada beberapa peserta didik yang layar HPnya tampak gelap.

Gelap tapi mata dan tangannya aktif seperti sedang mengerjakan soal. Jari-jarinya menggeser layar yang gelap sambil sesekali klik jawaban yang dipilihnya.

Saya menghampiri lebih dekat lagi untuk memastikan HPnya nyala. 

"Itu HPnya nyala?" Tanya saya. 
"Nyala bu," jawabnya.
"Koq gelap gitu, seperti yang mati," kata saya masih penasaran.

Peserta didik itu tersipu malu dan hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan saya. 

"Kenapa gelap begitu neng?" Tanya saya lagi.
"Hmmm, ini bu biar hemat batere," jawabnya. 
"Oh itu alasannya, sayapun tersenyum mendengar jawabannya sambil berlalu menuju meja lain.

Ada-ada saja anak sekarang, sementara saya ingin layar HPnya terang biar kelihatan jelas, tentu saja kami beda umur, beda tujuan. 

#LayarHPGelap
#TantanganMenulisHarike44 
#TantanganMenulisGurusiana

#1Ramadhan#TantanganMenulisHarike43#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (0/04) sehabis terawih badan terasa lelah dan mata ngantuk sekali.

Setelah selesai, saya langsung menuju tempat tidur dan terlelap. 

Jam 11 terbangun dan ingat belum menulis, sayapun ambil HP dan mulai menulis.

Alhamdulillah masih keburu karena sebelumnya saya tidak bisa karena ngantuk dan lelah.

#1Ramadhan
#TantanganMenulisHarike43
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 31 Maret 2022

#Ramadhan1443H#TantanganMenulisHarike42#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah, di penghujung Bulan Maret, sekolah kami sudah melaksanakan berbagai aktifitas mulai dari PTM, Fun Game, PAT, cucurak, pertemuan dengan komite dan paguyuban kelas IX, webinar dan terakhir fotbar. 

Selama kita melakukan sesuatu dengan sepenuh hati tentu akan berdampak positif pada diri mulai badan bugar, semua terasa mudah dan datang rejeki dari arah tak terduga. 

Perlu kesabaran tingkat tinggi saat melaksanakan tugas, bisa mengontrol diri tidak lepas kendali terutama saat menghadapi kendala.

Harus tenang dan senang dalam beraktifitas, pergunakan waktu istirahat sebaik mungkin terutama tidur di malam hari agar energi bisa terkumpul kembali di pagi hari.

Semua selesai menjelang awal Ramadhan 1443 H dan telah menanti aktifitas baru di bulan-bulan berikutnya.

Saat hari terakhir kemarin (31/03) kami merasa bahagia dan ceria karena bisa kumpul untuk foto bersama, terima kasih semuanya atas kebersamaan dan kekompakannya.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan, maaf lahir bathin, semoga ibadah kita selama Bulan Ramadhan diterima Allah SWT, aamiin ya Robbal aalamiin.

#Ramadhan1443H
#TantanganMenulisHarike42
#TantanganMenulisGurusiana

#Berlian#TantanganMenulisHarike41#TantanganMenulisGurusiana

Tak perlu jauh-jauh ke KRB, kami punya studio alam sendiri. 

Hamparan rumput hijau dengan sedikit pohon yang daunnya gugur sebagian cukuplah sebagai pemanis foto di bawah terik matahari.

Panasnya bikin mata nyureng (memicingkan) tapi kami tetap happy karena papanasan babarengan itu nikmat, keringat mengucur deras dan riasan mulai pudar seiring berjalannya waktu. Sponsor kostum, foto dan MUA kali ini bukan kaleng-kaleng tapi berlian.

Berlian sulit didapat dan mahal harganya, saking mahalnya, tidak semua orang bisa memilikinya.

Berlian yang baik hati, tidak sombong dan dermawan, entah dengan cara apa kami berterima kasih, kebaikannya membuat kami sulit mengungkapkan perasaan ini. 

Hanya bisa mendo'akan, semoga kebaikannya dibalas Allah SWT, sehat selalu dan dilancarkan rizki serta usahanya, aamiin.

#Berlian
#TantanganMenulisHarike41
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 30 Maret 2022

#Orangtua#TantanganMenulisHarike40#TantanganMenulisGurusiana

Berburu rejeki itu biasa tapi berburu pahala itu luar biasa. 

Manfaatkan waktu yang ada dengan semakin mendekat pada orang tua kita, apalagi jika orang tua tinggal satu, itu harus kita jaga sebaik mungkin ibaratnya sebuah boneka kaca.

Jaga jangan sampai lecet karena kita sangat membutuhkan do'a-do'anya nembus ke langit ke tujuh agar didengar Allah SWT. 

Rasanya ingin menjaga orang tua sepanjang hidup kita namun apa daya jarak yang jauh dan aktifitas harian memaksa kita hanya bisa berkunjung sebisanya. Sebisa mungkin meluangkan waktu untuk berkunjung ke orang tua.

Antar ke RS saat sakit, siapkan makannya, kunjungi secara rutin dll adalah hal yang bisa menyenangkan hati orang tua.

#Orangtua
#TantanganMenulisHarike40
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 29 Maret 2022

#Lanjut#TantanganMenulisHarike39#TantanganMenulisGurusiana

Anjing menggonggong kafilah berlalu adalah sebuah ungkapan untuk tidak menghiraukan apa kata orang.

Akan berlaku jika apa yang kita lakukan dirasa benar, lanjutkan saja tapi kalau salah kita harus mendengar apa kata orang.

Jangan sudah salah masih lanjut saja padahal merugikan orang lain. Jangan menjadi orang yang kebal hukum eh kebal dinasihati. 

Semoga hati kita dilembutkan untuk menerima ilmu maupun berbagai masukan yang kita dapatkan dari orang lain, aamiin. 

Orang yang tidak mau menerima nasihat orang lain sepertinya sudah keras hatinya sampai tidak bisa nembus lagi nasihat dari luar. 

Jika yang kita lakukan sudah benar, lanjutkan saja jangan mudah goyah agar tujuan kita tercapai.

Untuk mencapai tujuan harus lurus saja dengan niat awal supaya tidak putus di tengah jalan.

#Lanjut
#TantanganMenulisHarike39
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 28 Maret 2022

#Rejekigakemana#TantanganMenulisHarike38.#TantanganMenulisGurusiana

Kalau sudah rejeki, ga akan kemana. Sering kali kita mendengar kalimat tersebut diucapkan seseorang saat sudah berusaha keras lalu tidak membuahkan hasil. 

Tanpa bermaksud patah semangat atau tidak mau berusaha lagi, pasrah karena lelah setelah ikhtiar itu artinya menjalankan sebuah proses yang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang petarung. 

Petarung sejati tidak akan berhenti tapi raga yang kadang lelah tidak bisa diajak kompromi untuk beriringan dengan semangat yang tak kunjung padam.

Rejeki memang sudah Allah atur, ada yang bekerja keras namun rejekinya berbeda dengan orang yang hanya tinggal di rumah dengan memanfaatkan gadget dan jaringan.

Intinya kita tetap harus bersyukur atas semua rejeki yang telah Allah berikan.

#Rejekigakemana
#TantanganMenulisHarike38.
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 26 Maret 2022

#LoveOurFamily#TantanganMenulisHarike37#TantanganMenulisGurusiana

Jika ada perkataan do'a orang tua sangat berpengaruh pada kehidupan anaknya masa kini dan masa depan itu benar tapi tidak pantas diucapkan oleh seorang anak yang telah merasa gagal dalam hidup lalu menganggap kegagalan hidupnya gara-gara orang tua yang mendo'akan tidak baik.


Tidak pantas diucapkan anak yang telah dibesarkan dengan kasih sayang dan dibiayai hingga selesai. Ketahuilah cara mengungkapkan kasih sayang orang tua kita tentu berbeda dengan cara kita kepada anak-anak kita karena berbeda cara pandang.


Orang tua kita yang minim informasi, minim pendidikan dan minim perhatian dari pasangannya menjadi minim pula dalam pola asuh kepada anak-anaknya.


Jika anak menyalahkan orang tua atas kegagalan hidupnya sama saja anak tersebut sedang mencari kambing hitam.


Daripada mencari pembenaran lebih baik fokus berbakti pada orang tua tanpa menimbulkan konflik dengan siapapun.


Jika sudah berusaha maksimal dalam berbakti tiada henti hingga akhir hayat dan masih berkonflik juga dengan orang tua, harus ingat dengan kalimat yang ada di paragraf 3 di atas.


Apa yang kita alami tentu tidak mau terjadi pada anak-anak kita karena kita tahu betul anak-anak adalah cerminan orang tuanya.


Kita yang memiliki pendidikan lebih dari orang tua dan lebih melek informasi dengan media sosial dari pada orang tua yang untuk nelpon saja sering salah pencet bahkan tidak bisa mengetik Whatsapp karena tremor alangkah baiknya jika pola pikir di atas kita balik menjadi orang tua cerminan diri kita.


Bersabarlah terus karena sabar itu tiada batas, jika memang ada yang salah pada diri kita maupun orang tua mari saling menasihati karena manusia tempatnya khilaf.


Mohon maaf jika ada yang tidak sependapat, silahkan buat tulisan sendiri sebagai antithesis dari tulisan ini.


Ini hanyalah curahan hati yang paling dalam dari orang yang sangat menyayangi saudara-saudaranya, saudara sedarah itu tidak bisa hilang oleh terpaan badai sekalipun karena pernah melalui kehidupan bersama dalam suka duka, canda tawa sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.


Mari tetap optimis dan semangat menatap masa depan gemilang dan bahagia dunia akhirat dengan saling menyayangi tanpa ada rasa sakit di hati, let's love our family till jannah, aamiin.


#LoveOurFamily

#TantanganMenulisHarike37

#TantanganMenulisGurusiana

#AFuh#TantanganMenulisHarike36 #TantanganMenulisGurusiana

Maaf A Fuh teu kengeng kitu, sing karunya ka mamah. 

Nuju dinten naon mamah nelpon ngarios saredih, saur Tati ulah diemut-emut Sari to takdir, Tati pikir mamah emut ka Sari. 

Mamah ge teu terang kunaon saredih. Eh tadi mamah naros, "Tat, leres eta teu kukumaha A Fih?" 

Henteu mah, ayeuna mah balager sadayana oge, nuju harita mah pada salah paham disangkana Tati balik nama bumi anu handap. 

Bener nya? Saur mamah. Bener mah, saur Tati. 

Tidinya Tati engeh, mamah saredih soalna kontak bathin anak-anak teu akur. 

Sing karunya ka mamah, sepuh tinggal hiji-hijina, urang ulah selisih wae, kontak bathin ka mamah. 

Urang teu tiasa masihan materi, minimal tong berpikiran negatif. Nasib urang kieu-kieu wae ulah nyalahkeun mamah anu sok nyarekan, introspeksi diri masing-masing we ayeuna mah.

Mamah teu hoyong dipasihan, Tati oge tara masihan acis, paling abi masihan THR 2 juta, tiap Kemis sok masihan 100rb, eta mah acis pensiun, Tati sok ngarios, mah ieu acis pensiun.

Palingan nyandak jeruk, martabak, kue dll, pan sami Teh Desi, Teh Eli sareng Teh Ida oge kitu sok cacandakan, mamah sok cerita.

Pek teh saur A Heri, upami kengeng acis, sok ka Gang Petey meser obat. 

Salami ieu acis pensiun kanggo uang makan mamah 900rb, listrik 370rb, mingguan 400rb, upami ditotal 1.700.000 kirang, sedangkeun acis pensiun kengeng 1.400.000. 

Kakuranganna tina acis kematian bapak anu 13jt.

Kin Tati ngadamel perhitunganna, teu acan sempet wae.

Tenang sadayana dicatet, malah kadang difoto bilih mamah hilap, Tati gaduh buktina.

Nu penting mah ka mamah perhatian sareng rajin sholat, mamah paling resep ka A Heri anu sok k masjid, atoh pisan ninggalina, mamah tenang, sanes hoyong dipasihan acis.

Upami ka A Fuh sareng ka A Yanto mah lan mamah tebih bumina jadi teu terang kumahana.

#AFuh
#TantanganMenulisHarike36 
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 25 Maret 2022

#Canva#TantanganMenulisHarike35#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (25/03) saya dkk mengikuti pelatihan Canva. Untuk yang kesekian kalinya saya mengikuti pelatihan Canva tapi ga bisa-bisa. 

Beberapa waktu lalu setelah pelatihan, saya praktik namun saat praktik melihat ketidak sesuaian hasil kerja saya. 

Saya merasa hasil kerja berlama-lama tapi saat jadi hasilnya berbeda dengan yang diinginkan.

Ada yang bilang hal itu terjadi karena memory HP yang full sehingga tidak menyimpan hasil kerja yang sempurna.

Setelah itu saya sudahi rasa penasaran saya tentang Canva.

Namun rupanya sekarang saya masih penasaran juga.

#Canva
#TantanganMenulisHarike35
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 24 Maret 2022

#Malas#TantanganMenulisHarike34 #TantanganMenulisGurusiana

Mata ngantuk dan badan lelah, sangat ideal untuk tidur. 

Tapi belum nulis, malas sekali tapi kalau ingat belum nulis akan nulis walaupun malas. 

Malas bisa dilawan dengan motivasi tidak ingin terjun bebas untuk yang kesekian kalinya. Biarpun sudah sering terjun bebas, sebisa mungkin Tidak terjun bebas. 

Jadi biarpun malas, kalau ingat belum nulis tetap akan dipaksakan.

Beda dengan lupa, kalau sudah lupa, tidak akan ada penyesalan karena di luar kesadaran, kalau malas itu kita sadar melakukannya dan sebisa mungkin dihindari agar tidak menjadi orang malas.

#Malas
#TantanganMenulisHarike34 
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 23 Maret 2022

#MasakanIbu#TantanganMenulisHarike33#TantanganMenulisGurusiana

Kalau sudah membuat sesuatu kadang saya bertanya pada anak-anak, sebuah pertanyaan  singkat seperti "enak ga?" dan mereka sering menjawab enak. 

Saya berani bertanya kalau anak-anak lahap makan yang disajikan atau saya hanya akan memperhatikan saja sejauh mana mereka menghabiskan makanan, jika cepat ludes itu artinya enak, kalau masih tersisa banyak saya akan berpikir apa yang dibuatkan saya itu tidak enak. Biasanya akan saya evaluasi, bisa saja saya membuatnya kebanyakan atau bahan masakannya tidak pas dan bisa saja mereka bosan.

Seringkali kalau anak-anak suka sesuatu, saya akan buat lagi dan lagi dengan melupakan akan ada bosannya jika dicekoki makanan yang sama berulang-ulang.

Kalau jawaban anak-anak enak, kadang saya ragu apakah itu jawaban yang sebenarnya atau hanya merasa ga enak sama saya tapi saya masih ingat dengan masa lalu saat makan masakan ibu, selalu enak dan kangen dengan rasanya.

Sebuah kenangan yang rasanya masih sangat terasa di lidah sampai sekarang. Dulu kadang suka request "mah hoyong deui ih." (Mah, pengen lagi ih).

Biasanya ga pake lama, ibu saya akan membuatkannya kembali. Begitu juga halnya saya, akan berusaha membuat ataupun membeli makanan kesukaan anak-anak.

#MasakanIbu
#TantanganMenulisHarike33
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 22 Maret 2022

#Rencanakan#TantanganMenulisHarike32 #TantanganMenulisGurusiana

Sering dengar kata-kata "kalau direncanakan suka ga jadi." 

Itu terjadi saat kita rencanakan sesuatu jauh-jauh hari terus tidak jadi karena sesuatu hal. 

Padahal lebih banyak kalau sudah direncanakan suka jadi karena pada hakekatnya segala sesuatu harus dengan perencanaan matang, jika ternyata gagal itu bukan salah karena direncanakan tapi memang situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. 

Alhasil, untuk menebus kata-kata "kalau direncanakan suka ga jadi," akhirnya ada istilah baru lagi yang sering terlontar seperti "yuk jadiin, ga papa dadakan juga." 

Terjadilah acara dadakan yang direncanakan tiba-tiba bukan jauh-jauh hari karena itu tadi "kalau direncanakan suka ga jadi." 

Selamat merencanakan.

#Rencanakan
#TantanganMenulisHarike32 
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 21 Maret 2022

#Tertidur#TantanganMenulisHarike31#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (21/03) mulai PTMT, rasanya aktifitas sudah mulai padat. 

Sampai rumah sore, sambil ikutan acara webinar pula tapi yang ada malah ngantuk lalu tertidur sambil bermimpi acara sedang berlangsung. 

Tiba-tiba terbangun jam 15.46 tapi HP sudah sepi itu artinya acara telah selesai. Sayapun tersenyum mesem karena baru menyadari acara telah selesai karena selama tidur mimpinya acara masih berlangsung. 

Sebenarnya acara harus selesai jam 15.00 tapi jam 15.10 masih lanjut dan mata serta badan sudah tidak bisa diajak kompromi sampai akhirnya tertidur lelap.

#Tertidur
#TantanganMenulisHarike31
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 19 Maret 2022

#Offline#TantanganMenulisHarike30#TantanganMenulisGurusiana

Minggu ini di sekolah ada 3 kegiatan berturut-turut, Senin (14/03) Sosialisasi PAT dan US bersama Pa Ridwan, Rabu (16/03) Diseminasi Kompetensi Pedagogik bersama Bu Hajjah Teti Suherti dan Pa Lili lalu Kamis (17/03) Pendampingan Pengawas dalam Pembuatan Soal Ujian Sekolah bersama Pa Yayat. 

Semua acara itu dibuka oleh Ibu Tati Hermiati selaku Kepala Sekolah kami yang menjabat sejak April 2021. Ketiga acara tersebut dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap memakai masker.

Lelah dan cape sudah pasti karena itu manusiawi tapi semuanya terbayarkan dengan rasa bahagia karena mendapatkan ilmu baru sebagai penyegar ingatan.

Besok, Senin (21/03) peserta didik mulai PTMT, banyak orang tua menyambut bahagia atas keputusan ini, begitu juga kami gurunya karena selama PJJ memiliki banyak kendala dalam KBM.

Semoga dengan adanya kegiatan offline dan PTMT menjadi awal yang baik atas berakhirnya pandemi menjadi endemi, aamiin.

#Offline
#TantanganMenulisHarike30
#TantanganMenulisGurusiana

#DekatSaatPerlu#TantanganMenulisHarike30 #TantanganMemulisGurusiana

Ada teman sekolah tiba-tiba japri menawarkan dagangan padahal seumur-umur ga pernah WAan.

Atau ada juga yang tiba-tiba WA meminjam uang. 

Apakah mereka ga merasa risih tak ada hujan tak ada angin tiba-tiba WA nawarin dagangan atau pinjam uang. 

Saya sendiri merasa ko gitu ya, WA saat ada perlunya saja. 

Pembelajaran buat saya, jangan seperti itu karena ga bagus dalam pertemanan, istilahnya temenan pas ada perlunya saja. 

Apalagi saya juga ga dekat-dekat amat dengan mereka karena waktu sekolah sudah pada punya teman masing-masing.

Dia berteman dengan teman pilihannya sendiri, giliran jualan atau pinjam uang baru deketin saya. 

#DekatSaatPerlu
#TantanganMenulisHarike30 
#TantanganMemulisGurusiana

Jumat, 18 Maret 2022

#MulaiPTMT#TantanganMenulisHarike29#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah Senin nanti (21/03) akan mulai PTMT, banyak orang tua yang senang dan sangat bersyukur, begitu juga kami gurunya karena selama PJJ memiliki banyak kendala dalam KBM.

Sejak minggu lalu kami sudah mulai WFO setelah beberapa minggu hanya 25% saja WFOnya, kebagian sekali dalam seminggu.

3 kegiatan guru-guru minggu ini dilaksanakan tatap muka mulai dari Sosialisasi PAT/US, Diseminasi Kompetensi Pedagogik dan Pendampingan Pengawas dalam Pembuatan Soal US. 

Seelumnya aktifitas tatap muka sesuatu yang tabu, sesuatu yang harus dihindari apalagi satu persatu keluarga kami terkonfirmasi positif Covid-19.

Jika PTMT dan aktifitas offline sudah kami mulai, semoga menjadi sebuah kabar baik omicron pergi dari kehidupan kita. 

Jikapun masih ada, semoga sudah biasa saja, bukan sesuatu yang harus ditakutkan atau dihindari.

Tugas kita menjaga kesehata namun jangan merasa diri kuat tidak akan pernah terkena korona karena sejatinya tidak ada seorangpun yang bisa menghindar dari takdir Allah.

Bukan hanya PTMT yang sudah dimulai, karantina dihilangkan, syarat PCR tidak ada dan social distancingpun sudah mulai dikendorkan.

Kebijakan yang dibuat tidaklah seramoangan karena semua sudah penuh pertimbangan sesuai dengan data yang dimiliki pemangku kebijakan.

Ibadah umrohpun sudah dibuka tanpa PCR dan karantina lagi, menyusul ibadah haji yang infonya akan dibuka kembali setelah 2 tahun tertunda karena dibatasi. 

#MulaiPTMT
#TantanganMenulisHarike29
#TantanganMenulisGurusiana

#Batik#TantanganMenulisHarike28#TantanganMenulisGurusiana

Jumat batik, salah satu ketentuan seragam, menjadi andalan kami untuk bisa berbatik ria. Batik merupakan salah satu ciri khas kerajinan di Indonesia.

Ada banyak motif batik sesuai dengan daerahnya masing-masing. 

Mengenakan batik diharapkan dapat mempertahankan tradisi pakaian tradisional. 

Kain batik banyak dimodifikasi menjadi berbagai macam model pakaian mulai dari kemeja, gamis, outer dll. 

Batik bisa menjadi pakaian resmi maupun santai, pilih yang bahannya adem agar nyaman dipakai. 

Tidak hanya dewasa, anak sekolah sejak dulu sudah memiliki seragam batik yang menjadi ciri khas sekolahan, dipakai satu kali dalam 5 hari, tiap sekolah ada desain tersendiri dengan bertuliskan sekolah bersangkutan. 

Batik sudah dikenalkan sejak dini agar anak-anak mulai terbiasa dengan batik hingga dewasa nanti. 

#Batik
#TantanganMenulisHarike28
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 17 Maret 2022

#Puisi#TantanganMenulisHarike27 #TantanganMenulisGurusiana

Pohon kelapa tumbuh di pantai
Buahnya berjatuhan
Daun bergoyang-goyang
Pertanda angin besar

Banyak orang bermain di pantai
Suka ria dan canda tawa
Pasir putih yang bersih
Pertanda terawat

Penginapan dekat pantai
Banyak orang kepanasan
Keringat bercucuran 
Pertanda badan sehat

#Puisi
#TantanganMenulisHarike27 
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 16 Maret 2022

#AsalNulis#TantanganMenulisHarike26 #TantanganMenulisGurusiana

Selama ini saya hanya asal nulis saja alias yang penting nulis tanpa sempat memikirkan tulisan yang panjang dan ilmiah.

Yang ditulis seringkali hanya yang terlintas dipikiran saja. Padahal sedang berusaha menyelesaikan sebuah cerbung berdasarkan kisah nyata.

Namun saat akan melanjutkan nulis cerbung, saya harus menelaah dulu kisah aslinya lalu dituangkan menjadi sebuah cerita yang sekiranya tidak ada seorangpun yang merasa bahwa itu adalah kisahnya. 

Banyak yang harus dirombak mulai dari nama orang, tempat, profesi dll karena saya tidak mau ada complain di kemudian hari. 

Merombaknya butuh waktu dan berpikir penggantinya agar semua benar-benar tersamarkan. 

#AsalNulis
#TantanganMenulisHarike26 
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 15 Maret 2022

#SabarMenulis #TantanganMenulisHarike25 #TantanganMenulisGurusiana

Menulislah walau ga bisa-bisa, itu saya banget, sudah berusaha menulis setiap hari sejak Februari 2020 tapi masih belum bisa menulis yang lebih baik dan lebih panjang lagi. 

Pokoknya berasa masih amatir terus, ga maju-maju. Belum bisa menulis yang ilmiah, yang menarik, yang bagus, yang panjang dll. 

Walaupun ga ada kemajuan, biarlah yang penting saya sudah berusaha sebisa saya, jika memang hasilnya belum memuaskan, apa mau dikata. 

Saya terima apa adanya diri saya, segini kemampuan saya, sambil terus berusaha dan berdo'a untuk menulis yang lebih baik lagi ke depannya. 

Saya harus bersabar karena sabar itu sepanjang hayat, tidak ada kata habis kesabaranku, jangan dengarkan kata hati yang mengatakan kesabaran itu ada batasnya.  

#SabarMenulis 
#TantanganMenulisHarike25 
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 14 Maret 2022

#TetapSemangatMenulis #TantanganMenulisHarike24 #TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah sudah sampai hari ke 24, akhir-akhir ini sangat sulit untuk mencapai 20an.

Keinginan bisa nulis tanpa jeda sejak Bulan Februari 2020 namun faktanya saya sering terjun bebas. 

Jatuh bangun mengulang ke angka 1 lebih dari 30 kali bukan hal yang menyenangkan karena kegagalan berulang-ulang lumayan bikin sedih hati ini. 

Saya tidak boleh menyerah, harus tetap semangat walaupun berulang kali gagal. 

Mengikuti tantangan menulis menjadi motivasi tersendiri agar tetap menulis tanpa banyak alasan karena alasan selalu ada seperti ngantuk dan cape seperti saat ini. 

Beda kalau sudah lupa, sebuah alasan yang tidak bisa dipersalahkan karena lupa itu sesuatu yang tidak disengaja.

Belum lagi kalau kebablasan tidur karena badan yang sudah lelah. 

Semoga bisa terus menulis walau masih begitu saja tulisannya, belum bisa seperti orang-orang sudah profesional. 

#TetapSemangatMenulis 
#TantanganMenulisHarike24 
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 13 Maret 2022

#Puisi#TantanganMenulisHarike23#TantanganMenulisGurusiana

Membuat puisi itu tidak mudah, butuh konsentrasi saat membuatnya.

Mata ngantuk tak tahan lagi, ternyata uang ayah hanya cukup untuk hari ini saja.

Kami tak keholangan ide karena semua anggota harus kebagian.

#Puisi
#TantanganMenulisHarike23
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 12 Maret 2022

#Berpisah#TantanganMenulisHarike22 #TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (12/03) saya ketemuan dengan teman-teman secara offline.

Pertemuan yang seharusnya membahagiakan namun sebaliknya, bertemu untuk perpisahan, hiks.

Sebelum pergi, air mata membanjiri pipi karena tak kuasa menahan tangis. Berkali-kali kerudung dijadikan pengering air mata agar tidak sampai mulut. 

Sudah sunnatullah, ada pertemuan ada perpisahan, namun tetap saja merasa sedih, sudah manusiawi karena tiap-tiap kita punya hati.

Harus tegar dan dihadapi dengan lapang dada. Perpisahan di dunia bukanlah akhir dari segalanya karena semua tetap akan pergi cepat atau lambat, suka atau tidak, siap tidak siap harus siap.

Begitulah siklus kehidupan sudah ada masanya, roda terus berputar, waktu terus berjalan mengikuti takdir akan membawa kemana, harus menerima atas segala yang sudah ditetapkan.

Do'a-do'a tulus dan saling support menjadi penyemangat disaat sedang galau, baper dan sedih. 

Rasa persaudaraan yang sudah tak diragukan lagi walau bukan sedarah, disatukan dalam cinta dan kasih sayang satu sama lain. 

#Berpisah
#TantanganMenulisHarike22 
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 11 Maret 2022

#Diam#TantanganMenulisHarike21 #TantanganMenulisGurusiana

Baca sekilas tulisan "diam adalah keselamatan," jadi ingat dengan kalimat sejenis "diam adalah emas," ada juga kalimat lainnya "kau tidak akan menyesal dengan yg tidak diucapkan tapi menyesali yang terucap," ada lagi istilah lainnya seperti "lidah tidak bertulang," dan masih banyak lagi yang lainnya yang serupa. 

Inti dari semua kalimat di atas bisa diartikan lebih baik diam daripada mengatakan sesuatu yang tidak baik. 

Mulutmu harimaumu juga istilah yang sering kita dengar. Berhati-hatilah dalam berbicara.

Berpikir dulu baru berbicara, jangan dibalik menjadi bicara dulu baru berpikir. 

Saat ini tidak hanya berbicara yang harus dijaga, menulis sesuatu juga harus dijaga, harus dipikirkan dulu baru menulis. 

#Diam
#TantanganMenulisHarike21 
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 10 Maret 2022

#CrazyRich#TantanganMenulisHarike20 #TantanganMenulisGurusiana

Beberapa tahun belakangan sering mendengar istilah crazy rich juga sultan untuk orang-orang tertentu. 

Sempat heran juga ada istilah crazy rich berdasarkan kota, misal crazy rich Malang, crazy rich Bandung, crazy rich Medan dsb.

Saya berpikir apakah orang-orang terpilih itu merupakan orang paling kaya di kotanya, siapa yang memilih mereka mewakili kotanya, apakah ada data kekayaan penduduk kota tersebut lalu terpilihlah orang paling kaya mewakili crazy rich di kotanya. 

Kalau saya tahunya istilah konglomerat untuk orang-orang kaya tapi sekarang berubah menjadi crazy rich dan juga istilah sultan.

Para crazy rich yang mewakili kotanya tidak disebut konglomerat. Istilah konglimerat saya kira sudah tidak ada namun ternyata masih ada, disematkan oleh majalah dunia terkemuka. 

Beda dengan istilah crazy rich dan sultan, dilabeli oleh media lokal di sosial media atau berita online.

Efek media memang kuat, para crazy rich itu seolah berlomba-lomba mengekspose gaya hidup dan kekayaannya di media sosial yang tentu saja akan menjadi motivaai untuk yang lain berlomba-lomba menampilkan hal yang sama.

Sekarang banyak orang yang menjadi kaya dengan memperoleh penghasilan dari jasa endorse, mulai dari anak kecil sampai ke orang tua, siapapun bisa melakukannya jika memiliki kreatifitas.

Biaya jasa selebgram itu lumayan mahal sehingga tak jarang mereka memperkerjakan orang lain untuk dijadikan tim.

Belum lagi orang yang memiliki penghasilan menjadi seorang youtuber, banyak yang berlomba-lomba menjadi youtuber.

#CrazyRich
#TantanganMenulisHarike20 
#TantanganMenulisGurusiana