Senin, 28 Februari 2022

#Puisi #TantanganMenulisHarike10 #TantanganMenulisGurusiana

Pohon Cemara sangat rimbun
Menaungi yang dibawahnya
Siapapun suka dengan pohon cemara
Karena keteduhannya

Begitu pula dengan diri kita
Harus bisa memberikan keteduhan
Jangan membuat kegaduhan
Yang orang merasa risih

#Puisi 
#TantanganMenulisHarike10 
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 27 Februari 2022

#Pantun#TantanganMenulisHarike9#TantanganMenulisGurusiana

Jalan jalan ke Kota Hujan
Jangan lupa bawa payung 
Kalau kamu suka warna hijau
Jangan kita suka mendayung 

Adik kakak bersuka cita
Di tengah pasar baru 
Kalau punya cita-cita
Semoga mencapai selalu

#Pantun
#TantanganMenulisHarike9
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 26 Februari 2022

#NailaPart6#TantanganMenulisHarike8#TantanganMenulisGurusiana

Keesokan harinya Naila dan ibu sampai di Terminal Kampung Manggis, saat turun dari bis, Naila merasakan Kota Bunga ini lebih sejuk dari Kota Hujan. 

Selain kesejukan, keharumanpun dapat dirasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di terminal.

Bagaimana tidak harum, terminalnya dikelilingi oleh kebun bunga beraneka ragam, sangat indah dipandang mata.

"Kita kemana nih bu?" Tanya Naila bingung. 

Naila, anak baru lulus SMA yang tidak pernah pergi sejauh ini merasa bingung karena disini tidak memiliki sanak keluarga. 

"Iya, ibu juga bingung Nai, pantes bapakmu khawatir banget karena kita tidak kenal siapapun," jawab ibu. 

"Ya sudah bu, kita ke kampus saja dulu," tiba-tiba Naila mendapatkan ide. 

"Betul Nai, nanti kita cari kostan sekitar kampus ya," ibu menyambut baik ide Naila. 

Di terminal ada angkutan umum yang sedang menunggu penumpang. Ibu dan Naila menyimpan semua koper dan tas besar di pojokan terminal agar aman tidak terlihat orang lain. 

Nai menunggui koper dan ibu menghampiri salah satu angkot untuk bertanya kendaraan yang jurusan ke Universitas Negeri Bunga tempat Naila akan menuntut ilmu. 

Akhirnya ibu mendapatkan angkot khusus mengangkut ibu dan Naila saja beserta barang-barang. 

"Pak, nanti saya akan minta berhenti di beberapa tempat ya karena sambil survey kostan," pinta ibu. 

"Siap bu, saya hari ini khusus melayani ibu dan putri ibu agar tenang mencari kostannya," jawab pak sopir. 

"Alhamdulillah, terima kasih pak," ibu merasa bersyukur sekali atas kemudahan yang didapat. 

#NailaPart6
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 25 Februari 2022

#MenulisAwal#TantanganMenulisHarike7#TantanganMenulisGurusiana

Saya kalau nulis senengnya malam seperti sekarang ini. 

Padahal seringkali sebenarnya saya sudah sangat lelah dan ngantuk seperti sekarang ini. 

Tidak jarang saya jadi mengandalkan energi sisa untuk menulis. Bahkan untuk memikirkan mau menulis apa sudah tidak ada daya lagi.

Apalagi kalau sudah mengantuk, sering berandai-andai tidak perlu nulis saking ngantuknya.

Saya harus membiasakan menulis tidak malam hari agar pikiran lebih jernih, badan lebih segar dan bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi.

#MenulisAwal
#TantanganMenulisHarike7
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 24 Februari 2022

#AibDiri#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Entah mengapa, hari ini saya teringat dosa-dosa di masa lalu, aib yang Allah tutup rapat hingga sekarang. 

Saya membayangkan jika semua aib itu kelak dibuka di yaumul hisab betapa malunya saya, penuh berlumuran dosa.

Itu aib besar yang masih sangat terasa sampai sekarang, diri ini tidak bisa melupakan semua, benar-benar menghantui diri ini.

Bagaimana dengan aib yang tidak terasa tentu akan lebih banyak lagi. 

Yaumul hisab adalah hari perhitungan dimana semua amal perbuatan baik dan buruk akan dipertanggung jawabkan, tidak bisa mengelak lagi karena yang bersaksi adalah semua anggota tubuh kita mulai dari mata, hati, tangan, kaki dll.

Saya sampai tegang memikirkan semua itu, perut mules bolak balik ke kamar mandi tidak jelas tujuannya karena sesampai di kamar mandi hanya duduk termenung saja tidak ada yang dikeluarkan.

Ya Allah, maafkanlah semua dosa dan kesalahanku. Betapa hinanya diri ini jika semua aib itu terbuka, betapa malunya saya, tentu tidak bisa lagi berdiri tegak tak punya harga diri.

Ya Allah, terima kasih atas semuanya, ditutupnya aib ini sehingga masih bisa beraktifitas seperti biasa. 

Walaupun tidak ada manusia yang tak luput dari dosa tapi semua itu adalah urusannya masing-masing, urusan pribadinya dengan Allah, yang harus dipikirkan adalah dosa diri sendiri yang Allah tutup atas kebaikan dan kasih sayang-Nya.

Jika teringat dosa pribadi, rasanya tidak ada celah untuk merasa sombong, jumawa, merasa lebih apapun dari yang lain karena kesombongan bisa menjadi penghalang masuk surga.

Ya Allah, jauhkanlah diri ini dari sifat sombong, ampunilah dosa-dosa saya, tutupilah aib-aib saya hingga di akhirat kelak, aamiin.

#AibDiri
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 23 Februari 2022

#Ngantuk#TantanganMenulisHarike5#TantanganamenulisGurusiana

Rasa malas menulis sejak hari ini (23/05) jam 23.17.

Rasa ngantuk dan capek adalah alasan yang mendominasi jika ada pertanyaan. 

Ngantuk benar-benar sudah tak tahan lagi, entah harus bagaimana lagi saya menahan kantuk ini. 

Tulisan baru sedikit ya sudah biarkan saja.

#Ngantuk
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganamenulisGurusiana

Selasa, 22 Februari 2022

#SaudaraKandung#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Dengan saudara kandung itu ibarat karet, kita mau berselisih paham bagaimanapun tetap akan kembali lagi karena terikat darah.

Ada adab dan sopan santun yang harus dijaga, sejahat apapun perlakuan saudara kandung pada kita namanya tetap saudara kandung. 

Perlakuan sinis selama tahunan, tetap sebagai adik harus menjaga adab kepada kakak.

Walaupun bingung kenapa mereka begitu, diri sebagai adik harus tetap profesional memperlakukan kakak kandung.

Tetap ramah walau hati terluka, tetap datang silaturahmi walau tidak mau ketemu, setidaknya diri ini sudah datang menghampiri walaupun ada penolakan secara tidak langsung dengan tidak mau keluar kamar untuk menemui saya. 

Kita pernah tinggal satu rumah, bercanda bersama, sedih bersama, susah bersama, senang bersama, pernah tertawa bersama, lari-larian, berbagi makanan, berbagi mainan dan kasih sayang. 

Kebencian saudara kandung yang teramat sangat tidak boleh melunturkan kasih sayang kita pada mereka, kenangan indah selama tinggal bersama tidaklah akan luntur dengan perlakuan jahat saudara kandung pada saudara kandung lainnya. 

Sampai kapanpun saudara kandung tetaplah saudara kandung tempat kita kembali dan berkumpul.

Teman bisa pergi tapi saudara kandung kemanapun perginya tetap membawa darah kental keluarganya.

#SaudaraKandung
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 21 Februari 2022

#NailaPart5#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Naila dan ibu berangkat selepas sholat Subuh, di luar masih gelap.

Ayah hanya bisa mengantar sampai terminal dengan menggunakan mobil kantor. 

"Nai itu bis yang akan kita tumpangi sudah ada," kata ibu memecah suasana hening dalam mobil.

Selama di mobil tak ada suara mengobrol, semua fokus pada pikiran masing-masing yang berkecamuk sepanjang jalan. 

"Oh iya bu, sudah datang, ayah kita berhenti dekat bis saja ya?" Pinta Naila pada sang ayah. 

"Baik Nai, ayah akan mencari parkiran yg tidak jauh dari bis," sahut ayah.

Tak lama, mobil mendapatkan tempat parkir, Naila, ibu dan ayah segera turun untuk mengambil barang-barang di bagasi. 

Ayah membantu memindahkan ke bagasi bis. 

Setelah semua selesai, Naila cium tangan ayah dan memeluk erat sang ayah. 

"Kamu disana hati-hati ya, harus bisa jaga diri," kata ayah.

"Iya ayah, Nai akan selalu ingat pesan ayah," jawab Nai. 

Ibupun melakukan hal yang sama dengan Nai, mencium tangan ayah dan memeluk erat seolah akan terpisah lama. 

Bis yang ditumpangi Naila dan ibu rupanya sudah penuh jadi tidak bisa memilih tempat duduk. 

Alhamdulillah ada 2 bangku kosong di belakang, Naila memilih dekat kaca agar bisa melihat pemandangan sepanjang jalan.

Naila sangat menikmati perjalanan karena banyak hal baru yang dilihat, Naila dan ibu tidak pernah pergi sejauh ini, antar provinsi.

Perjalanan sesekali diselingi tidur dan berhenti untuk istirahat sekadar ke kamar mandi, makan dan sholat. 

Perjalanan memakan waktu belasan jam dengan istirahat. Naila tidak pernah membayangkan kalau langkahnya saat itu akan menentukan titik balik perjalanan hidupnya yang mengharu biru tiada henti.

#NailaPart5
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 20 Februari 2022

#Nailapart4#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Senin pagi Naila harus sudah registrasi ulang di lokasi kampus, Naila berencana berangkat Sabtu pagi diantar ibu.

Jumat sore Naila sudah selesai packing, sambil megecek segala dokumen dan perlengkapan, Nai tidak sadar ternyata ayah sedang termenung memikirkan akan berpisah jauh dengan putri tercintanya. 

Naila anak perempuan satu-satunya diantara 5 saudara laki-lakinya. 

Karena kepintarannya, Naila menjadi tumpuan harapan serta cita-cita ayah dan ibu.

"Nai, maafkan ayah tidak bisa antar ke kota tempat kamu menuntut ilmu, ayah do'akan semoga perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan," kata ayah sendu. 

"Iya ayah, ga papa, cukup hanya dengan ibu saja koq, ayah kan tidak bisa izin," jawab Naila sambil memeluk ayah tercinta tanpa menyadari kesedihan sang ayah.

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah jam 11 malam.

"Nai, ayo tidur supaya besok kita tidak terlambat ke terminal," kata ibu mengingatkan Naila.

"Baik bu, Nai akan segera tidur," kata Naila sambil menarik selimut. 

Ibu dan ayah keluar dari kamar Nai sambil mematikan lampu. 

Setelah pintu kamar tertutup, Nai menyeka air matanya, air mata yang ditahan sejak tadi akhirnya tumpah juga seiring semakin mendekati waktu keberangkatannya untuk menggapai cita-cita.

Sampai jam 1 Nai masih belum bisa memejamkan mata, pukul 2 pagi baru terasa ngantuk.

#Nailapart4
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 19 Februari 2022

#TerjunBebaske35#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Sebelum menulis, saya cek dulu terjun bebas yang terakhir yang keberapa, rupanya sudah 34 kali terjun bebas. 

Sekarang terjun bebas ke 35, kecewa tapi mau bagaimana lagi. Kemarin (17/02) saya sudah selesai menulis tapi saat upload sudah super mepet, lewat beberapa menit saja.

Malam inipun sebenarnya malas sekali untuk nulis karena sudah lelah dan ngantuk tapi akhirnya tergerak juga untuk nulis.

#TerjunBebaske35
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 18 Februari 2022

#PositifCovid19#TantanganMenulisHarike19#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (18/02) jadwal WFO, sayapun berangkat.

Suami yang sejak Kamis sore (17/02) sakit tenggorokan, batuk, pilek dan sedikit demam saya tinggal karena gejala ringan.

Saat sedang di sekolah tepat jam 09.18 ada WA masuk di group keluarga, saya langsung buka dan terkejut karena suami kirim hasil test yang menunjukkan positif Covid-19.

Sayapun langsung pulang karena sudah terlanjur kumpul dengan teman-teman walau pakai masker.

Saya mampir dulu ke klinik untuk test, alhamdulillah hasilnya negatif.

Kami sekeluarga menjalani isolasi mandiri.

#PositifCovid19
#TantanganMenulisHarike19
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 17 Februari 2022

#NaiPart3#TantanganMenulisHarike19#TantanganMenulisGurusiana

Sebenarnya bukan hal baru bagi Nai untuk belajar sungguh-sungguh, bisa masuk sekolah unggulan ini merupakan hasil kerja kerasnya sedari SMP, sempat terkaget-kaget karena teman-teman SMP pada pintar.

Nai merasa keberuntungan telah membawanya masuk ke SMPN 450, sejak saat itu Nai langsung terpacu adrenalin untuk tidak mengandalkan kebenruntungannya lagi. Belajar dengan giat satu-satunya cara untuk menyeimbangi kepintaran teman-teman semasa SMP.

Semua membuahkan hasil, selepas SMP, Nai bisa masuk sekolah number one di kotanya. 

Nai bahagia karena bisa membuat kedua orang tuanya tersenyum gembira mendapati putri mereka bisa meraih prestasi sejauh itu. 

Nai tiba di lokasi tes, celingak celinguk mencari Diana, sahabat kental sejak SMP. 

"Nai, sini," tiba-tiba ada suara cempreng Diana mengagetkan Nai yang sedari tadi celingukan.

Nai menghampiri Diana yang sudah memegang erat koran yang keseluruhan halaman berisi pengumuman mahasiswa baru. 

"Nih satu buat kamu, ayo kita lihat apakah nama kita ada di sini," kata Diana sambil menyodorkan sebuah gulungan koran.

"Wah udah dibeliin, makasih ya, maaf telat," kata Nai merasa bersalah. 

"Tenang aja, ga papa koq, sengaja aku beliin supaya ga kehabisan," kata Diana sumringah. 

Diana dan Nai khusu melihat angka-angka berupa no peserta, begitu juga ratusan calon mahasiswa baru lainnya tampak serius menatap koran. 

Satu persatu terdengar suara teriakan bahagia karena no pesertanya tertera di koran, ada juga yang masih khusu bolak balik melihat berharap salah lihat nonya tidak ada yang akhirnya merekapun pasrah pada keadaan. 

Nai tertegun karena no pesertanya ada di koran tapi Nai masih menahan diri untuk tidak berteriak karena melihat wajah pucat sahabatnya di sebelah yang sedari tadi membolak balikkan koran. 

"Gimana Nai, nama kamu ada?" Kata Diana dengan suara parau menahan kecewa.

"Alhamdulillah ada, kamu bagaimana? Kata Nai dengan suara pelan untuk menyeimbangkan suasana hati sahabatnya. 

"Namaku ga ada Nai," suara Diana terdengar sambil terisak.

"Kamu yakin? Yuk kita cari lagi berdua," Nai masih berusaha menghibur Diana.

"Aku sudah dua kali mencari tetap no pesertanya tidak ada," kata Diana sambil memendam kecewa mendalam.

"Selamat ya Nai, aku ikut bahagia atas diterimanya kamu di Perguruan Tinggi Negeri yang kamu inginkan," Diana memeluk Nai erat.

Nai tak kuasa menahan air mata haru bahagia dan sedih berpisah dengan sahabat sejatinya.

"Diana, jangan lupakan aku ya kalau aku nanti pergi," kata Nai sambil terisak.

"Ah kamu ada-ada aja, sebaliknyanya juga kamu Nai jangan lupain aku ya, masih ingat no telepon rumahku kan? Telepon aku nanti kalau sudah sampai," Dianapun terisak tak kuat menahan kesedihan.

Acara pertemuan terakhir ini mereka habiskan untuk tidak beranjak dari tempat duduk dengan menghabiskan waktu tersisa sambil ngobrol.

Tak terasa waktu hampir menunjukkan pukul 12 siang, pertanda mereka harus segera pulang saat jam makan siang, apalagi Nai harus segera mempersiapkan segala dokumen untuk registrasi ulang di Perguruan Tinggi nanti. 

Mereka terpisah angkot dengan jurusan yang berbeda, keduanya saling melambaikan tangan sambil menyeka air mata masing-masing.

#NaiPart3
#TantanganMenulisHarike19
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 16 Februari 2022

#Greges#TantanganMenulisHarike18#TantanganMenulisGurusiana

Kami sampai rumah jam 9.30an malam, saat sampai rumah rasanya ingin langsung rebahan saja karena badan terasa lelah. 

Agak demam sedikit, tidak enak badan, greges juga. Kepala sedikit berat, badan pegal-pegal.

Di masa pandemi begini bawaannya curiga ada gejala Covid tapi pikiran itu saya buang jauh-jauh agar tidak menjadi kenyataan.

Bismillah saja semoga kita semua dijauhkan dari sakit Covid-19.

Covid-19 memiliki berbagai macam gejala, ada yang memberikan istilah penyakit dengan seribu wajah alias gejala apapun bisa saja dikaitkan dengan Omicron. Tidak jarang banyak orang yang merasa gejala Covid saat batuk pilek, demam, pusing dll. Ada beberapa yang cek antigen untuk memastikan saja.

Saya sendiri lebih memilih tidak test karena tidak ingin menambah beban.pikiran.

#Greges
#TantanganMenulisHarike18
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 15 Februari 2022

#Tantangan#TantanganMenulisHarike17 #TantanganMenulisGurusiana

Saya pikir tantangannya hanya membaca saja, saya rasa itupun sudah berat sekali.

Ternyata masih banyak tantangan lainnya, saya yang hanya fokus dengan membaca saja tidak mengambil tantangan yang lainnya. 

Sungguh harus telaten menyimpan semua bukti hasil tantangan yang semuanya harus dikirim ke web.

Menurut saya tantangannya bejibun, yang bisa melaluinya benar-benar telaten, saya belum bisa seperti mereka.

Ada salah satu peserta yang berhasil membaca 49 buku dan mereview ke 49 buku tersebut.

Peserta yang sangat rajin sekali, bukan berarti tidak memiliki kegiatan dan tidak sibuk melainkan menjalani semuanya dengan sungguh-sungguh. 

Bagi saya kalau mau rajin haruslah rajin sekali, jangan nanggung karena akan terlempar oleh yang lain. 

Tidak ada penyesalan mengingat semuanya memang super ribet. Saya tidak mau dibuat ribet dengan semua hal itu, tidak ada ambisi untuk memperoleh penghargaan karena menurut saya tidak sebanding dengan segala kerempongannya. 

Tentu pola pikir yang berbeda untuk mereka para pejuang tangguh yang pastinya akan ada kepuasan tersendiri jika bisa melalui tantangan demi tantangan. 

Tiap orang memiliki cara pandang berbeda berdasarkan hati nuraninya masing-masing. Silahkan ambil yang menurut diri nyaman, mau yang ambil tantangan maupun tidak, jangan menyiksa diri dengan melakukan sesuatu uang tidak diinginkan.

#Tantangan
#TantanganMenulisHarike17 
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 14 Februari 2022

#BeritaTidakBerfaedah#TantanganMenulisHarike16#TantanganMenulisGurusiana

Apa ya untungnya memberitakan, ada seorang anggota polisi wanita yang disersi lalu diciduk di sebuah hotel di daerah Jakarta, diketahui beragama non muslim lalu diinformasikan kalau wanita itu adalah keturunan Sunan Kalijaga.

Rasanya ga penting banget memberitakan itu. Lalu ada lagi berita datangnya 1 truk baju calon bayi artis tanpa membeli. 

Lihat judulnyapun saya sama sekali tidak tertarik untuk membukanya. Judul yang tidak penting untuk dibaca.

Ada juga tentang anak artis yang sekolah bola yang biayanya sampai 1 miliar.

Saya tidak mau terjebak dengan berita yang tidak jelas manfaatnya itu.

Apalagi artis pria yang sudah menikah sampai 24 kali, berita tidak ada kualitas.

#BeritaTidakBerfaedah
#TantanganMenulisHarike16
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 13 Februari 2022

#Drive#TantanganMenulisHarike15#TantanganMenulisGurusiana

Sejak pagi memindahkan foto dari galeri ke Google Drive. 

Galeri yang tadinya berisi 12.000an foto dan video sekarang tinggal 4.000an lagi dan akan semakin berkurang jika proses pemindahannya saya lanjutkan karena yang sudah aman berada di Drive, yang di galeri saya hapus-hapus. 

Dulu suka simpan di FB dengan membuat group tersendiri yang anggotanya saya saja. 

Simpan dokumen dan foto apapun di FB. Lalu mencoba simpan di Telegram dan terakhir ada fasilitas Google Drive yang memorinya unlimited.

Sampai saat ini penggunaan memorinya sudah memcapai 300 gb.

Semoga kenangan yang sudah saya simpan baik di FB, Telegram maupun Drive semuanya aman, aamiin.

Sayapun merasa lega sekali karena memori HP jadi banyak lagi kapasitasnya. Tidak lagi deg-degan kehabisan memori saat foto atau merekam.

Dulu sering sekali tidak bisa ambil foto apalagi  video karena memori sudah full. 

#Drive
#TantanganMenulisHarike15
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 12 Februari 2022

#Postingan#TantanganMenulisHarike14#TantanganMenulisGurusiana

Ada seseorang yang postingannya memperlihatkan sebagai pribadi yang kelihatannya bukanlah orang yang kekurangan.

Misalkan posting tentang kepemilikan ruko yang bukan hasil nyicil, kesukaan kepada mobil mewah, memiliki pacar bule, memiliki teman-teman pria bule lainnya yang dibilang kantor cabang yang entah apa maksudnya, saya tidak berani menyimpulkan karena takut salah. 

Sering cerita punya banyak teman di luar negeri yang akan memudahkan dirinya saat jalan-jalan ke negeri orang.

Bahkan setelah suaminya meninggal tidak ada postingan apapun tapi tiba-tiba mengirimkan foto dan video tanpa keterangan yang seolah sedang berada di luar negeri.

Dilihat dari semua keterangan di atas tidak ada kesan sebagai orang yang perlu diberi.

Namun di sisi lain sering marah-marah, mencak-mencak karena tidak ada seorangpun yang membantunya sebagai wanita yang ditinggal suami karena meninggal.

Tidak akan ada yang akan menyangka kalau dirinya membutuhkan bantuan untuk keperluan anak-anaknya yang sering kita sebut anak yatim karena ayahnya sudah meninggal. 

Siapa sangka ternyata memerlukan pertolongan yang tentu saja akan membuat sungkan pemberinya. 

Mungkin akan lebih baik jika kesusahannya tidak diperlihatkan karena kita tidak tahu siapa yang menyukai kita dan siapa yang membenci kita.

Penyuka dan pembenci tentu akan memiliki 2 pandangan yang berbeda saling bertolak belakang. Untuk penyuka akan bersikap simpati beda dengan pembenci tentu akan sebaliknya.

Intinya tidak semua yang terlihat mata sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 

#Postingan
#TantanganMenulisHarike14
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 11 Februari 2022

#22Tahun#TantanganMenulisHarike13#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (11/02) kami mendapatkan informasi kalau salah satu teman kami sudah menikahkan putra keduanya yang berusia 22 tahun.

Putra keduanya itu baru saja lulus kuliah akhir tahun 2021 dan sekarang sudah mendapatkan pekerjaan di Jakarta.

Tentu saja kami terkejut karena teman kami itu tidak pernah cerita kalau anaknya menikah, ternyata menikahnya memang sederhana saja  manikah hanya di KUA, gratis.

Sang ibu tentu saja tidak menyetujui keinginan anaknya ini dan berencana membuat acara hajatan tapi sang anak teguh pendirian kalau menikah itu cukup begitu saja tanpa perlu ada acara besar-besaran.

Sebuah kejadian langka dan sayapun berkeinginan seperti itu tanpa perlu mengeluarkan uang puluhan juta bahkan ratusan juta untuk sebuah acara pernikahan.

Memang tidak akan mudah karena menyangkut banyak pihak yang tentu saja akan mengalami berbagai kendala dan harus ambil jalan tengah agar tidak ada pertentangan antara satu dengan lainnya, harus kesepakatan bersama karena hidup kita ini untuk hubungan harmonis ke depannya bersama keluarga maupun saudara. 

Istrinya ini ternyata masih teman kuliah, saya salut dengan keputusan anaknya teman ini untuk menikah muda karena tentu saja harus mengemban tanggung jawab besar saat memutuskan menikah, itu artinya dia sudah siap lahir bathin dan memiliki pemikiran yang dewasa.

#22Tahun
#TantanganMenulisHarike13
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 10 Februari 2022

#TukangOjekPengkolan #TantanganMenulisharike12#TantanganMenulisGurusiana

Sore ini (10/01) tanpa sengaja melihat sinetron tukang ojek pengkolan episode > 3.000.

Sempat kaget karena baru tahu ada episode sampai 3.000 an gitu. 

Jika setahun 365 hari maka 8 tahun lebih sinetron itu telah tayang, jika diibaratkan bayi baru lahir tentu usianya sudah cukup besar, masuk SD kelas 3.

Tentu bukan main-main ada episode sebanyak itu, bukan hal mudah juga mempertahankan sebuah acara.

Saat acara lain banyak yang mengalami kejenuhan dalam beberapa episode saja, ini malah terus dan terus diperpanjang tanpa batas.

Sebuah prestasi yang tidak mudah, pasti banyak penggemarnya. Saya yang nontonnya hanya sesekali saja memang suka melihat sinetronnya, ceritanya ringan, sekitaran kehidupan di masyarakat kebanyakan, bukan cerita yang terlampau dibuat-buat yang bikin gemas penonton.

Kesederhanaan lebih banyak ditampilkan, tidak terlihat gaya pemain yang bermewah-mewah seperti turun naik mobil mahal atau keluar masuk rumah mewah. 

Kendaraan motor dan rumah sederhana mendominasi isi cerita.

Cerita yang diselingi dengan sedikit humor monoton sehingga terkesan garing tapi menjadi pemanis dalam setiap episode.

Artisnya juga bukan yang terkenal banget tapi jadi terkenal sih karena kekonsistenan sinetron ini. Jujur saja, saya tidak banyak mengenal para pemain yang ada di sinetron itu, bukan artis yang suka wara wiri di berita sensasi. Saya hanya mengenal 1 artis saja yaitu Eza Yayang dulu penyanyi cilik barengan Agnez Monica.

#TukangOjekPengkolan 
#TantanganMenulisharike12
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 09 Februari 2022

#HadirRapat#TantanganMenulisHarike11#TantanganMenulisGurusiana

Kehadiran anggota dalam sebuah rapat pertemuan menandakan kepedulian, tanggung jawab, bisa diandalkan dan perhatian terhadap sebuah kegiatan.

Hal ini tentu saja akan menyenangkan bagi seorang ketua, ada rasa dihargai apa yang menjadi arahannya.

Seorang ketua yang sangat berterima kasih akan kehadiran anggotanya serta sangat mengharapkan respond atas setiap chat yang ada di WA. 

Selama ini anggota respond tanpa pamrih dan ternyata itu menyenangkan ketuanya karena tidak merasa sendirian, bergerak sendiri dan berpikir sendiri.

Itulah sebuah organisasi yang diharapkan oleh ketuanya, ada keterlibatan dari semua anggota.

Saya sering berpikir jika seorang ketua selalu hadir tanpa ada alasan apapun tapi sebagai anggota ada saja satu dua yang berhalangan dengan berbagai alasan. 

Suka malu kalau sebagai anggota tidak bisa hadir, jika ketuanya saja maksain hadir, menyempatkan diri untuk hadir mengapa anggota ada saja alasan tidak hadir.

Misal alasan sakit atau tidak enak badan adalah alasan terbanyak yang diberikan, apakah ketua tidak punya rasa sakit atau tidak punya keperluan.

Intinya adalah niat, sebagai anggota harus memiliki niat yang kuat untuk menghadiri sebuah rapat.

Ketidak hadiran dalam rapat haruslah benar-benar darurat. 

#HadirRapat
#TantanganMenulisHarike11
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 08 Februari 2022

#Alhamdulillah#TantanganMenulisHarike10#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah, malam ini (08/02) jam 10.40 malam, Yuni memanggil Galang putra sulungnya untuk bicara bertiga dengan Gilang suaminya.

Yuni sampaikan ke Galang di hadapan Gilang, "aa mulai besok bikin surat lamaran kerja, umi tunggu sampai Hari Sabtu, target 5 surat lamaran kerja sampai Hari Sabtu, semangat a, untuk sampai ke jadwal kuliah S2 di Bulan September masih ada waktu sekitar 7 bulan lagi yang bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan."

Sengaja Yuni ajak bicara didepan Gilang agar Galang merasa yang disampaikan adalah suara hati kami bukan hanya keinginan Yuni semata sebagai ibunya.

Yuni tidak mau ada kesan ambisi nyuruh Galang mencari pekerjaan.

Yuni ingin Galang merasa mencari pekerjaan adalah hal yang lumrah, hal yang diharapkan oleh semua orang saat lulus kuliah.

Kami ingin melihat proses sejauh mana Galang berusaha mencari pekerjaan.

Yuni lega, pembicaraan berlangsung penuh kedamaian, tidak ada emosi, tidak ada suara tinggi.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas semua yang telah terjadi.

Semoga Galang bisa mendapatkan apa yang dicita-citakan, aamiin.

#Alhamdulillah
#TantanganMenulisHarike10
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 07 Februari 2022

#Nailapart2#TantanganMenulisHarike9#TantanganMenulisGurusiana

"Hallo Nai, udah siap pergi? Ayo kita beli koran," terdengar suara nyaring Diana dari ujung telpon.

"Assalamualaikum gitu, main hula halo aja," jawab Nai sambil tersenyum sendiri akan sikap Diana yang begitu adanya.

"I am sorry Nai, assalamualaikum, gitu kan?" Kata Diana.

"Waalaikumsalam wr wb, Iya betul begitu, ayo aku udah siap nih, kita beli di tempat kita test, ketemuan di sana jam 8," kata Naila bersemangat. 

"OK Nai, see you there, assalamualaikum," jawab Diana sambil menutup pembicaraan. 

"Waalaikumsalam wr wb," kata Naila sambil meletakkan gagang telepon. 

"Bu, Nai berangkat dulu ya," setelah mencium tangan ibu, Nai mengikat rambut lurusnya agar tidak berantakan.

"Iya Nai, hati-hati, semoga keterima, aamiin," terdengar lirih suara ibu.

Degup jantung ibu begitu kencang membayangkan jika anak perempuan satu-satunya harus pergi jauh sesuai PTN yang diminatinya. 

Nai anak ke 4 dari 6 bersaudara, lima lainnya anak laki-laki jadi tidak heran jika Nai memiliki sifat agak tomboi layaknya laki-laki. 

SD hingga SMP, Nai sangat suka mencari kodok di sawah atau main di sungai bersama teman-teman kakaknya. 

Masuk SMU, Nai mulai mengurangi main karena merasakan kompetisi yang tinggi di kelasnya, Nai harus berjuang lebih keras karena sekolahnya adalah sekolah negeri unggulan no 1 di Kota Bogor.

Sebenarnya bukan hal baru bagi Nai untuk belajar sungguh-sungguh, bisa masuk sekolah unggulan ini merupakan hasil kerja kerasnya demi mewujudkan impian masuk SMU paforit.

#Nailapart2
#TantanganMenulisHarike9
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 06 Februari 2022

#Galang#TantanganMenulisHarike8#TantanganMenulisGurusiana

Entah dengan cara apa lagi Yuni harus meyakinkan Gilang suaminya agar menyampaikan sendiri ke Galang anak mereka yang baru lulus untuk menanyakan progress surat lamarannya. 

Yuni sudah kirim beberapa info loker 22 Januari 2022 namun sampai hari ini (06/02) Galang masih belum juga bahkan Yuni lihat begitu banyak loker yang bisa dipilih di internet.

Setelah itu Yuni beberapa kali tanya ke Galang, jawabannya masih sama, belum. Malah jawabnya susah bikin surat lamaran. Bagaimana bisa bilang susah bikin surat lamaran sedangkan kuliah di negeri orang selama 4 tahun saja bisa dengan modal sertifikat Bahasa Inggris yang tidak main-main.

Tentu saja Yuni ini merasa bersalah jika setiap kali bertanya kepada Galang tapi Yuni berpikir jangan dibiarkan perilaku malas mencari kerja seperti itu, nyaman dengan fasilitas orang tua, masih dapat uang bulanan 1,5 juta tanpa harus bekerja, entah apakah hal itu yang membuat Galang malas melamar kerja.

Memang tidak bijak jika membandingkan dengan Yuni dan Gilang atau orang lain dimana kebanyakan orang kalau lulus kuliah akan serta merta membuat lamaran kerja, membawa map kesana kemari, keluar masuk gerbang untuk memasukkan lamaran.

Sekarang sebenarnya sudah enak, semua serba online, tidak butuh biaya untuk membeli materai, kertas folio, map, ongkos kesana sini yang kesemuanya itu membutuhkan uang tidak sedikit. 

Sore ini (06/02) Yuni kembali bicara kepada Gilang apakah perlu Galang diajak bicara baik-baik, menanyakan apa rencana ke depannya atau mungkin butuh psikolog untuk mengetahui apa yang menyebabkan Galang masih malas membuat lamaran kerja.

Gilang bilang, "biarkan saja menikmati masa-masa luangnya." 

Yuni tidak mau kalah dengan mengatakan, "sudah berbulan-bulan seperti ini."

Gilang jawab, "ga bisa, banyak kerjaan."

Kalau sudah seperti itu Yuni tidak bisa berkata apa-apa lagi, itu artinya Gilang tidak mau semua terlihat terlalu serius, semuanya dibikin santai saja.

Yunipun merasa tidak perlu lagi membahas Galang karena membuat Gilang tidak nyaman, Yuni harus bisa menahan diri agar tidak membuat pertengkaran karena sepertinya dengan jawaban dari Gilang menandakan cukup sudah, tidak perlu dibahas lagi.

Sebenarnya yang Yuni khawatirkan apa yang Galang lakukan sekarang akan keterusan sampai tua dimana ada orang-orang yang mager dengan keadaan sekarang, tidak ada rasa tanggung jawab untuk bekerja.

Tidak hanya mengandalkan modal trading dari Gilang dan bukan pula yang hanya penuh mimpi tanpa bekerja.

Memang sih, saat ini Galang sedang proses kuliah post graduate atas biaya Gilang, masih menunggu pembukaan pendaftaran lalu pembuatan Visa. 

Maksud Yuni sambil menunggu pendaftaran dan Visa bisa sambil mencari pekerjaan.

#Galang
#TantanganMenulisHarike8
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 05 Februari 2022

#Naila#TantanganMenulisHarike7 #TantanganMenulisGurusiana

Pagi itu Naila langsung bangun untuk mandi pagi lalu sholat Subuh.

Ibu yang melihat sikap Naila sangat heran dengan semangat yang sepertinya beda dari biasanya. 

"Naila kamu tampak sangat bersemangat sekali pagi ini, tumben sudah bangun padahal adzan belum berkumandang?" Tanya ibu. 

Naila tersenyum melihat keheranan ibunda tercintanya, "kan hari ini ada pengumuman PTN bu, aku sudah ga sabar lihat pengumumannya." 

"Oh itu toh alasannya, kirain ada apa," timpal ibu. 

Naila cengengesan lalu ambil handuk pink warna kesukaannya. 

Tepat jam 7 pagi Naila sudah selesai, tinggal menanti pengumuman jam 8.

Sambil menunggu pengumuman, Naila melihat-lihat sekiranya ada pekerjaan yang bisa dilakukannya untuk meringankan tugas ibu.

Terlihat seonggok cucian siap jemur, Naila ambil cucian itu dan dijemur di lantai 2.

Naila sangat bersemangat atas pengumuman PTN hari ini karena sudah menunggu selama 1 bulan.

Tiba-tiba telepon rumah berdering, ya saat itu masih marak telepon rumah.

#Naila
#TantanganMenulisHarike7 
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 04 Februari 2022

#SelainWA#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Saya memang tidak terlalu memperhatikan e mail, Telegram, DM IG ataupun Toped.

Beberapa kali saya harus dikontak langsung oleh mereka yang mengirim pesan agar merespon pesan yang dikirim ke media sosial di atas.

Berbeda dengan WA, saya fast respond, begitu juga sambungan telepon WA atau telepon biasa.

Tak jarang saya baru tahu ada pesan masuk setelah diingatkan teman melalui WA ataupun telepon.

Media sosial selain WA jarang sekali saya buka karena berpikir tidak ada pesan penting padahal sebaliknya, banyak sekali pesan penting yang masuk. 

Kemarin (03/01) saya ditelepon oleh admin service laptop karena saya tidak juga merespon e mail yang beberapa kali mereka kirimkan.

Bahkan hampir laporan saya dibatalkan oleh mereka.

#SelainWA
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 03 Februari 2022

#PakOgah#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Pa ogah yang suka ada di jalan rata-rata tulus membantu.

Dari sekian banyak mobil paling satu dua yang kasih uang, itupun recehan, hanya sesekali saja ada yang kasih dua ribu, lima ribu, hingga 100 ribu juga ada lho, saya pernah lihat dengan mata kepala sendiri karena berada tepat di belakangnya.

Sungguh takjub saya menyaksikan pemandangan super langka itu. 

Mereka ibarat pengumpul uang receh yang berprinsip sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit

Kadang ngeselin karena seperti menghambat lajunya jalan tapi kita harus sabar jangan kesal.

Pernah sih sekali saya marah karena pernah lagi bawa mobil saya ga kasih lalu terlihat dia seperti menepuk mobil walau tidak kencang.

Saat itu spontan saya marah, saya ikut gebrak juga, intinya sih dia baik saya juga baik, dia begitu saya juga begitu.

Kalau pakai motor, seringkali dibantu oleh pa ogah, sedangkan saat naik motor saya tidak siap dengan, dari situ sebisa mungkin saya tidak absen kasih uang ke mereka.

#PakOgah
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 02 Februari 2022

#BeritaOnline#TantanganMenulisHarike4 #TantanganMenulisGurusiana

Baca judul berita online receh banget ya, seringnya tidak terlalu tertarik untuk membacanya. 

Mungkin dipikirnya judul sudah menjual tapi ku tak mau terjebak dengan membuka linknya selain beritanya kadang ga nyambung dengan judul juga sering tertutup iklan, seolah ga niat untuk dibaca.

Dari judul sudah terlihat tidak berbobot seperti artis yang lagi bikin cilor, artis baby shower, artis yg kecewa dengan wajah bayi yang baru dilahirkannya, yang baru jadian dll. 

Isinya juga berbelit-belit dan diulang-ulang serta diakhiri dengan komentar dari netizen. 

Kenapa sih tidak menyajikan berita yang berbobot, bukan berita pembodohan membuat orang jadi mengkhayal seolah hidup itu instant tanpa usaha, tiba-tiba menjadi sultan.

Entah dimana bisa kutemukan berita online yang berbobot. 

#BeritaOnline
#TantanganMenulisHarike4 
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 01 Februari 2022

#MeraihPrestasi#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Senin (31/01) saya buat akun ig baru untuk mengumpulkan orang-orang yang memiliki prestasi karena saya tahu persis tidak mudah untuk mendapatkan prestasi dan diakui dengan sertifikat serta piala. 

Kedua benda itu sebagai tolok ukur perolehan prestasi seseorang secara formal.

Butuh perjuangan untuk pengakuan itu, perjuangan yang tak terbayarkan dengan nominal uang berapapun.

Istilahnya jika ada seseorang yang akan membeli uang dan piala itu tentu tidak akan bisa karena nilainya lebih berharga dari uang.

Biar jika pemikiran ini dianggap berlebihan tapi memang begini adanya. 

Penghargaan berupa piala, sertifikat dan uang sebagai salah satu perhatian atas perjuangan kami.

Pengorbanan tanpa kenal lelah, berupa materi dan immateri seperti waktu, tenaga, pikiran dsb.

Setelah itu belum ada lagi wadah untuk mengabadikan prestasi mereka. 

#MeraihPrestasi
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana