Yasir nelpon Hari Minggu malam (10/04) jam 21:17, Senin dan Selasa tidak ada menelpon. Rabu malam (13/04) jam 21:45 saya coba yang nelpon Yasir.
Tampak sedang berbaring di tempat tidur dengan mata sayu, spontan saya tanya:
Saya: "kenapa de, ngantuk ya?"
Yasir: "Sakit mi," katanya sambil selimutan.
Saya: "Dari kapan de sakitnya?"
Yasir: "Dari Senin mi," jawabnya.
Deg, jantung saya berdegup kencang, rasa bersalah menyelimuti diri, kemana saja saya 2 hari ini tidak nelpon sampai tidak tahu Yasir sedang sakit.
Sedih, ingin nangis, ingin segera meraih tubuhnya lewat telpon.
Saya: "Sudah minum obat de?"
Yasir: "Sudah mi."
Saya: "Tadi kuliah?"
Yasir: "Kuliah mi."
Saya: "Udah atuh, jangan kuliah dulu, istirahat dulu, besok ke RS ya."
Yasir: "Iya mi, besok ke RS dan izin ga kuliah dulu."
Saya: "Ya udah, besok aa jemput ya, istirahatnya disini aja, nanti pulangnya dianterin lagi sama aa."
Yasir: "Iya, mi."
Apa yang Yasir alami, pernah juga saya rasakan dimana ibu saya nelpon dikala saya sakit padahal saya ga bilang sedang sakit. Saat ditelpon ibu, saya merasa sangat bahagia, menambah imunitas tubuh.
Malam inipun, saya nelpon tanpa tahu Yasir sedang sakit tapi karena merasa kehilangan sudah 2 hari tidak ada nelpon.
#YasirSakit
#TantanganMenulisHarike53
#TantanganMenulisGurusiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar