Senin, 13 Juni 2022

#JainaPusing#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Sore ini (13/06) saat sampai rumah langsung disamperin Jaina (9 yo) sambil menangis.

Saya heran kenapa gerangan Jaina menangis, ternyata pusing, langsung saya peluk dan usap air matanya. 

Saya suruh tunggu dulu karena mau beresin bawaan yang di bagasi motor. Setelah itu kami nail ke lantai 2 supaya Jaina segera tiduran di kamar saya.

Saya buka pintu dan menyalakan AC karena badan saya masih kepanasan kena udara luar.

Jaina masih menangis, saya buru-buru ganti baju rumah supaya bisa menemani Jaina tiduran. 

Setelah menyimpan pakaian kotor ke mesin cuci, saya langsung tiduran menemani Jaina.

Jam menunjukkan pukul 8 malam, saya yang niatnya menemani Jaina tidur malah jadi ngantuk berat dan pasrah kalau terjun bebas lagi karena sudah tidak kuat untuk menulis.

Jam 10an malam, saya terbangun karena Jaina ingin ke kamar mandi.

Saya lihat Jaina sudah lebih baik, saya tawari makan sate padang yang sudah saya belikan tadi sore, Jaina mengangguk mau tapi hanya makan 2 tusuk saja. 

Sayapun izin pada Jaina untuk ke kamar mandi karena sejak datang belum mandi.

Alhamdulillah setelah mandi, badan terasa segar dan bisa membuat tulisan.

#JainaPusing
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 12 Juni 2022

#KakHafshah#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Di buku antologi saya yang ke 6, perjuangan Kak Hafshah lebih ekstra dari sebelumnya.

Mulai dari penulis yang mundur teratur tidak bisa melanjutkan sampai pemesanan buku yang tidak mencapai target minimum cetak, dengan segala keterbatasan di atas semua diperjuangkan agar buku bisa terbit.

Awalnya saya tidak berminat ikutan menulis karena ingin rehat dulu tidak mau dikejar deadline. 

Setelah sekian lama, saya sudah on lagi, coba-coba tanya apakah masih bisa kalau menyusul ikutan menulis, alhamdulillah Kak Hafshah jawab masih bisa.

Sayapun mengeluarkan jurus the power of kapepet namun tetap saja butuh waktu karena tidak bisa sim salabim langsung jadi. 

Setiap kali selalu saya laporkan progress tulisan agar beliau tidak harap-harap cemas, saya minta perpanjangan waktu saat dirasa perlu. 

Punya hutang tulisan sama seperti punya hutang uang, harus tepat janji. Kak Hafsah benar-benar sabar menunggu tulisan kami.

Alhamdulillah akhirnya tuntas juga tulisannya, nama Kak Hafshah menjadi salah satu nama yang saya torehkan dalam buku.

Selain orang tua, keluarga dan guru, masih banyak sekali yang memiliki peran penting dalam hidup kita.

Allah SWT kirimkan orang-orang baik sebagai perantara untuk menolong kita.

Jangan pernah melupakan orang-orang yang pernah menolong, jika belum bisa balas jasa jangan sakiti hatinya, setidaknya torehkan namanya dalam hati, selipkan do'a untuknya agar kebaikannya dibalas Allah SWT, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#KakHafshah
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 11 Juni 2022

#DzikrulMaut#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Selasa (19/04) di Bulan Ramadhan lalu saya takziah ke Sukasari. Alm Abah Dadi adalah tetangga masa kecil, saya lahir dan besar di Sukasari. Almarhum meninggal dunia saat sedang sholat di masjid. Dengar dari cerita orang-orang, meninggal saat sedang sujud. 

Sungguh sebuah kematian yang membuat iri siapapun yang menyaksikan dan mengetahuinya, meninggal dalam keadaan ibadah.

Penasaran saya tanyakan kepada Deti salah satu putri beliau, amalan apakah gerangan yang biasa dilakukan almarhum, amalan yang menonjol dalam diri almarhum.

Tentu saja Deti bingung menjawabnya karena tiba-tiba mendapatkan pertanyaan seperti itu, Deti sempat berpikir beberapa saat "naonnya, Deti oge teu terang, oh ieu bapak osok ka masjid sateu acan adzan (apa ya, Deti juga tidak tahu, oh iya bapak suka ke masjid sebelum adzan)."

Masya Allah, kecintaannya kepada masjid telah menjadi tempat saat menghembuskan nafas terakhirnya di dunia ini, what a beautiful death

Saya iri mendengarnya dan merasa sangat jauh tertinggal memikirkan amalan apakah yang akan saya bawa kelak. 

Tentu saja kita semua ingin memiliki akhir yang baik sebaik orang-orang yang telah mendahului kita dengan beragam amalan yang biasa dilakukannya.

Sejatinya kematian itu dzikrul maut, teguran keras bagi siapapun yang masih hidup bahwa nyata adanya untuk semakin mendekatkan diri pada Allah SWT.

Semoga kita semua memiliki akhir hidup husnul khotimah, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

#DzikrulMaut
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 10 Juni 2022

#Baper#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Saat ada orang baper sama kita, baiknya jangan balas baper. Telusuri mengapa dia baper sama kita. Adakah tindak tanduk kita yang tidak berkenan olehnya. 

Baper silahkan, sah-sah saja, tiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga menerjemahkan segala sesuatu sesuai pikirannya.

Baper hak setiap orang karena sejatinya kita semua punya hati yang super lembut sehingga sangat mudah tersakiti namun bayangkan jika segala sesuatu membuat hati kita sakit. 

Betapa akan cape dan menguras energi, tenaga, pikiran bahkan materi. Orang bijak itu tetap bersikap biasa walau sedang baper, seolah tidak terjadi apa-apa. 

Memendam baper berlama-lama hingga berganti bulan dan tahun bisa menjadi solusi demi sebuah kedamaian di hati dan di lingkungan. 

Lalu suatu waktu meledak kebaperan itu hanya sekali disebabkan sebuah akumulasi yg sebagian kecil saja karena kalau dikeluarkan semua namanya ngajak perang Rusia VS Ukraina.

Saat sedang baper jangan memperlihatkan perubahan yang drastis karena itu sangat terlihat dan mencolok mata, contohnya seperti tidak menjawab salam kita, tidak membalas pesan, tidak lagi berkomunikasi, dll. Jreng jreng terlihatlah kelemahan kita di mata yang kita baperin.

Kebanyakan perempuan yang mengalami baper, jarang sekali laki-laki yang baperan.

Saat sedang baper sebaiknya bersikap gentle, tanyakan duduk permasalahannya bukan curhat sana sini dan berubah sikap 180°, bersikaplah layaknya seorang ksatria sejati bukan seperti wanita lemah dan ringkih.

Saya tidak tahu apakah baper sama dengan sakit hati atau hanya beti saja alias beda tipis. Bisa juga kata lain dari pundung (Bahasa Sunda) atau mutung.

Kalau lagi baper mending bikin tulisan aja tentang baper daripada harus balas baper tapi dengan membuat tulisan tentang baper membuat seisi dunia tahu kalau kita sedang baper, bingung kan?

Ga mengapa pada tahu juga kita sedang baper yang penting kita tetap bersikap profesional di hadapan orang lain, tetap berinteraksi seperti biasa layaknya yang lalu.

Yang tidak sependapat sila bikin tulisan sendiri, cmiw. 

#Baper
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 09 Juni 2022

#TerjunBebaske45#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah malam ini (09/06) kembali mendapatkan energi untuk menulis lagi.

Saya cek tulisan terakhir ternyata tanggal 2 Juni 2022, masih ingat betul saat itu badan lelah dan ngantuk berat hingga tak kuat untuk membuat sebuah tulisan walaupun hanya beberapa kata.

Pasrah terjun bebas lagi yang ke 45 padahal tanggal 2 itu baru Tantangan Menulis Hari ke 2.

Setelah malam itu, setiap malam hingga kemarin malam (08/06) badan dan mata sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dan malam ini ada kekuatan lagi untuk memulai lagi dari awal Tantangan Menulis Hari Pertama.

Selama beberapa malam itu saya hanya bisa pasrah saja tidak kuat menulis lagi walaupun bangun pagi jauh sebelum Adzan Subuh menggema tetap tidak bisa mulai menulis karena langsung melakukan aktifitas rutin pagi hari yang tak tergantikan lagi waktunya, hingga siang dan sore bahkan awal malam aktifitas terus berjalan tanpa henti dan alhasil hanya sempat menulis di malam hari dengan sisa waktu, tenaga dan pikiran yang sudah terkuras seharian penuh.

Ingin istiqomah menulis tapi ada saja kendala yang saya hadapi tanpa bisa melawan kalau sudah berkaitan dengan ngantuk, cape, lelah, sakit dan lupa.

Alhamdulillah tidak ada kata malas yang menjadi kendala saya, entah apakah lelah dan ngantuk bisa dikategorikan sebagai malas.

Kalau menurut saya bukan malas karena kedua kendala itu di luar keinginan sedangkan kemalasan terjadi jika dalam posisi luang tapi tidak mengerjakan.

#TerjunBebaske45
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 02 Juni 2022

#Ngantuk#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Ngantuk dan malas masih menyelimuti diri saya untuk menulis.

Rupanya masih bisa saya paksakan, memang kadang bisa saya paksakan dan adapula saya pasrah saja terjun bebas juga biarkan saja. 

Itulah diri ini kadang mau kadang tidak mau menulis.

#Ngantuk
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 01 Juni 2022

#TerjunBebaske44#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Selasa malam (31/05) saya ngantuk berat sampai tidak sanggup lagi untuk menulis. 

Saya pasrah kalau terjun bebas lagi yang ke 44 kalinya, saya sudah merasa biasa saja andai harus terjun bebas lagi, seolah sudah menjadi hal lumrah. 

Terjun bebas bukanlah aib ataupun dosa tapi harus dihindari, sebisa mungkin harusnya tidak terjadi. 

Jika sudah terjadi terjun bebas, apa mau dikata, saya hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan hati dan yang paling penting tidak patah semangat, coba terus, menulis terus walau terjun bebas berkali-kali, ulang lagi dari 1. 

#TerjunBebaske44
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana