Sabtu, 30 April 2022

#TerjunBebaske38#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Kamis malam (28/04) badan terasa sangat lelah sekali, tak sanggup untuk menulis, saya biarkan tidak menulis dan lebih memilih tidur saking sudah tidak kuatnya.

Tapi saya paksakan untuk transfer dan membuat laporan sedekah 1.000 bulan titipan teman-teman.

Itu adalah sebuah amanat yang harus dijaga, jangan sampai tidak karena ada sebuah kepercayaan yang diberikan kepada saya.

Sungguh susah untuk mendapatkan sebuah kepercayaan dari teman-teman yang menitipkan uangnya untuk zakat ataupun untuk sedekah. 

Alhamdulillah uang sedekah 1.000 bulan bisa saya selesaikan sampai pada tahap pelaporan via WA kepada teman-teman dan kepada Al Bunyan.

Setelah itu saya biarkan diri ini tidur tanpa memperdulikan belum menulis walau sebenarnya masih berharap bisa bangun sebelum jam 12 namun rupanya saya malah terbangun jam 3 saat alarm berbunyi untuk siap-siap sahur.

Dalam hati bergumam, "ya terjun bebas lagi," tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.

Di hari Jumatnya, setelah antar Jania itikaf di masjid, kepala pusing sekali, hingga setelah sholat saya langsung tidur, ingat belum menulis tapi buat saya ya sudahlah, mau bagaimana lagi, kondisi badan sedang tidak fit jadi saya belum bisa memulai nulis lagi. 

Alhamdulillah di Jumat malam ini bisa mulai menulis lagi.

Saya memang punya keinginan bisa menulis selama setahun penuh tanpa henti, tapi selama ini belum berhasil karena terjun bebas berkali-kali.

Walaupun terjun bebas puluhan kali, tidak menyurutkan saya untuk terus menulis, kalau saya berhenti mengikuti tantanga tentu saya tidak lagi memiliki motivasi untuk menulis setiap hari,  saya ingin tetap lanjut menulis sambil berharap suatu saat keinginan saya akan tercapai, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#TerjunBebaske38
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 27 April 2022

#IbadahHaji2022#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (27/04) ada info masuk lewat WA dari teman yang menanyakan apakah nama saya termasuk yang berangkat haji tahun ini. 

Di informasi tersebut tertera nomor porsi awal s.d. akhir yang akan diberangkatkan tahun ini dimana mengalami penurunan 50% dari kuota yang ada yaitu sekitar 450an saja.

Tanpa pakai lama langsung mengecek no porsi saya, suami dan ibu dengan tangan gemetar dan harap-harap cemas karena niat kami untuk ibadah haji sudah tertunda 2 tahun dan kamipun tahun 2022 ini sudah menjalani rangkaian persiapan mulai dari manasik, pemeriksaan kesehatan dan suntik Maningitis yang ke dua kalinya, saya langsung mengecek no porsi saya, suami dan ibu, alhamdulillah no porsi kami termasuk yang diberangkatkan. 

Saya merasa senang namun rupanya kesenangannya tidak berlangsung lama saat pengurus KBIH menyampaikan ibu saya tidak bisa berangkat haji karena usia sudah > 65 tahun dimana aturan dari Arab Saudi mengharuskan syarat < 65 tahun. 

Walaupun syarat tersebut sudah diketahui sebelumnya tapi saya masih menyimpan sedikit harapan agar ibu bisa berangkat.

Rupanya harapan berbeda dengan kenyataan, harapan saya pupus untuk bisa berangkat tahun ini karena tidak mungkin saya pergi tanpa ibu yang sudah sepuh dan tidak mungkin juga nanti ibu berangkat seorang diri tanpa saya dampingi. 

Saya dan suami langsung diskusi lewat WA saat itu juga karena saya di rumah, suami di tempat kerja. 

Alhamdulillah dalam hitungan menit kami sudah bisa memutuskan karena perihal syarat harus < 65 tahun sudah lama kami dengar dan sudah sering kami diskusikan panjang lebar dan alot pula jadi ketika nama kami muncul dan ibu tidak muncul, kami sudah punya jawabannya.

Bismillah, saya dan suami menunda keberangkatan ibadah haji tahun ini agar bisa berangkat bersama ibu. 

Semoga kami sehat selalu, panjang umur dan berangkat tahun depan, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#IbadahHaji2022
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 26 April 2022

#UlangTahun#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Sebenarnya sudah malas menulis, jenuh juga sekarang kalau setiap hari karena sering kehilangan ide dan bingung mau nulis apa. 

Saya semangat nulis saat ada moment tertentu yang berkesan di hati. Moment seperti itu jarang terjadi malah kadang lupa untuk saya tuliskan karena barusan teringat akan peristiwa yang ngena di hati dimana tanggal 25 kemarin adalah hari ulang tahun saya. 

Saya sebenarnya menganggap biasa karena sejak kecil tidak ada tradisi ulang tahun dan tidak ada kata saling mengucapkan selamat ulang tahun.

Semua tanggal berlalu biasa saja tanpa ucapan selamat ulang tahun apalagi acara traktir dan kasih kado, jauh dari kehidupan kami. 

Namun setelah menikah rupanya dengan suami beda kebiasaan, keluarga suami terbiasa perayaan kecil-kecilan setiap ulang tahun misal bikin nasi kuning atau bikin kue ulang tahun bahkan makan di luar.

Kebiasaan itu dibawa hingga anak-anak kami sudah 6 dan besar-besar, dimana setahun 8 kali kami beli kue dan makan di luar secara khusus saatbada yang ulang tahun walau makan di luar sudah sering dilakukan tapi kalau ada yang ulang tahun beda lagi niatan dalam hati.

Begitu pula kemarin (25/04) suami menawarkan saya untuk beli kue tart, saya menolak karena lumayan harga kue tart yang bisa 300 ribu lebih kan sayang lagi pula kita sedang puasa Ramadhan, tidak ada keinginan untuk makan kue tart. 

#UlangTahun
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 25 April 2022

#TerjunBebaske37#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Rabu malam (20/04) kepala terasa pusing, sayapun terlelap tidur dan bangun jam 3 dini hari untuk mempersiapkan makan sahur keluarga. 

Alhamdulillah pusingnya hilang dan saya teringat kalau belum menulis, dalam hati hanya bisa bergumam "yah terjun bebas lagi deh."

Sayapun pasrah menyadari kenyataan kalau harus terjun bebas lagi yang ke 37, sudah banyak sekali terjun bebasnya.

Seperti biasa saya anggap biasa saja daripada dipikirkan seperti awal-awal hanya bikin tegang kepala saja.

Ya sudah saya akan lanjut lagi kembali ke angka 1. Namun harapan dan kenyataan jauh berbeda. 

Kamis (21/04), Jumat (22/04), Sabtu (23/04) dan Minggu (24/04) badan rasanya remuk redam, cape, lelah menjadi satu. Saya ingat harus nulis tapi rasanya sudah tidak kuat untuk berpikir dan menulis. 

Saya biarkan tidak menulis karena badan tidak bisa diajak kompromi, sisi lain sayapun merasa tidak perlu ambisi ataupun ngotot memaksakan diri menulis dalam keadaan lelah. 

Saya berpikir, raga ini memiliki haknya untuk istirahat, ada kalanya harus bisa mengukur diri supaya tidak terlalu memporsir badan dan pikiran. 

Keinginan untuk bisa menulis selama setahun saya biarkan lewat lagi bukan berarti saya menyerah tapi badan ini memiliki haknya untuk tidak terlalu dituntut. 

Tak mengapa saya terjun bebas lagu, mulai lagi ke hari pertama, yang penting kesehatan terjaga. Alhamdulillah malam ini (25/04) saya bisa mulai menulis lagi setelah 5 hari berturut-turut kosong tiada tulisan yang dibuat.

#TerjunBebaske36
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 19 April 2022

#YasirPulang#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah hasil cek darah Yasir pagi ini (19/04) 86  naik dari kemarin (18/04) 62. Lalu jam 6 sore dicek darah lagi dan hasilnya 125.

Berikut adalah turun dan naiknya trombosit Yasir.

Trombosit 

185   14apr 11.00 
119   15apr 20.00 turun 2.0/jam
95     16apr 06.00 turun 2.4/jam
59     17apr 06.00 turun 1.5/jam
62     18apr 09.00 naik   0.1/jam
86     19apr 06.00 naik   1.1/jam
125   19apr 17.00 naik   3.5/jam

Sebelumnya sempat turun drastis yang membuat jantung berdebar, perasaan tidak karuan.

Kesana kemari ikhtiar untuk mendapatkan obat yang direkomendasikan oleh teman-teman dan yang paling banyak menyarankan minum fufang.

Apapun kami coba, mulai fufang, sari kurma, air rebusan daun ubi jalar dsb. 

Tak lupa saya minta do'a pada semua orang yang dekat untuk kesembuhan Yasir.

Alhamdulillah malam ini jam 10 Yasir sudah sampai di rumah. 

#YasirPulang
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 18 April 2022

#DaunUbiJalar#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (18/04) saya rebus daun ubi jalar, setelah daun melayu, saya matikan kompornya.

Lalu saya tutup panci rebusan dengan piring agar tidak ada binatang yang terbang di atasnya lalu hinggap dan mati karena sayapnya kena uap.

Setelah airnya dingin, saya tuang ke dalam botol untuk dibawa ke RS. Ya, salah satu teman saya mengatakan kalau rebusan daun ubi jalar bisa untuk menaikkan trombosit.

Kemarin (17/04) saya panik karena trombosit Yasir turun terus secara drastis. Saya mintakan do'a kepada teman-teman semua dan saudara karena do'a sudah saya panjatkan pada Allah SWT dan saya membutuhkan do'a dari yang lain juga. Saya memiliki keyakinan kalau salah satu atau dua akan ada yang dijabah do'anya.

Semoga trombosit Yasir semakin naik hingga sehat kembali seperti sedia kala, aamiin. 

#DaunUbiJalar
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 17 April 2022

#YaAllahSembuhkanlahYasiraamiin.#TantanganMenulisHarike3 #TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (17/04) jam 9.50, suami kirim WA mengabarkan trombosit Yasir yang turun drastis, awal 185, 119, 95, 59.

Tentu saja saya kaget dan tak dapat menahan air mata, panik dan bingung, do'a tiada henti dipanjatkan untuk kesembuhan Yasir.

Dirawat di RS adalah ikhtiar kami, kami berharap semua membaik dan Yasir sembuh kembali seperti sedia kala.

Di tengah kekalutan itu, tanpa berpikir panjang, saya WA ke beberapa group dan ke personal juga memohon do'a dari semuanya atas kesembuhan Yasir. 

Sesuatu yang saya tahan sejak Jumat dengan tidak mengabarkan untuk menghindarkan kekhawatiran tapi tadi pagi saya nekat karena sudah bingung mau ikhtiar bagaimana lagi selain meminta do'a kesembuhan dari orang-orang yang tulus. Yang ada di kepala hanya satu saja pagi tadi, meminta do'a dari orang-orang dekat, bisa dikata keluarga yang tulus mendo'akan kesembuhan Yasir.

Setelah itu, banyak saran dan masukan bahkan ada yang kirim obat yang perlu dikonsumsi Yasir. Saya kesana kemari mengambil obat, Yasin juga sibuk membeli obat fufang, Bu Ningsih mencari daun ubi, pokoknya hari ini saya tidak bisa fokus, segalanya agak dipaksakan agar terlihat baik-baik saja, saya menangis hingga mata menjadi sembab, mamah nengok ke RS, ninin telpon sambil menangis-nangis. 

Ya Allah, sembuhkanlah Yasir, aamiin.

#YaAllahSembuhkanlahYasiraamiin.
#TantanganMenulisHarike3 
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 16 April 2022

#YasirDB#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Jam 10.36 malam ini (16/04) ngantukkk.... sekali setelah kemarin malam (15/04) antar Yasir ke RS dan harus dirawat karena DB.

Awalnya Rabu malam (13/04) saya nelpon Yasir karena 2 malam tidak ada telpon ke kami, tak disangka ternyata sedang sakit, demam sejak Senin saya merasa bersalah karena 2 malam tidak menelponnya, baru ngeh di Rabu malam, terakhir nelpon Minggu malam masih baik-baik saja.

Kamis (14/04) kami suruh Yasin untuk jemput ke Ciputat, di sana Yasir berobat dulu ke RS dan dicek lab, hasilnya ada virus, belum cek tipes atau db karena harus menunggu 5 hari.

Jumat Yasir merasa lemas, bukan karena lemas puasa, lemas sakit. Kami merasa khawatir maka malamnya setelah berbuka puasa kami bawa ke RS lagi.

Kami datang ke RS Jumat malam sekitar jam 8an lalu menunggu hasil lab 1 jam lebih dan hasilnya trombosit dan lekosit turun drastis dari hasil cek lab sebelumnya RS di Ciputat.

Diputuskan rawat inap, jam 3 diambil darah kembali, trombosit turun lagi yg awal 185rb, turun 119rb dan terakhir 95rb.

#YasirDB
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 15 April 2022

#TerjunBebaske36#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Jumat pagi (15/04) jam 3 terbangun untuk menyiapkan makan sahur. 

Teringat kemarin belum nulis, dalam hati hanya bisa memelas karena terjun bebas lagi untuk yang ke 36 padahal terakhir menulis sudah sampai Tantangan Menulis Hari ke 53 berarti kemarin seharusnya sudah hari ke 54 namun harus menerima kenyataan kembali lagi ke angka 1. 

Tak mengapa saya terjun bebas lagi, bukan karena tidak sungguh-sungguh ingin menulis setiap hari tapi apa mau dikata jika lupa dan lelah/ngantuk. Walaupun keinginan menulis setiap hari tinggi ingin sampai ke minimal 1 tahun tapi apa daya sering jatuh bebas sampai puluhan kali.

Saya tidak mau sesuatu yang terlalu dipaksakan jika memang ngantuk, lelah atau lupa, ya sudah apa mau dikata. 

Juga saya tidak mau menyerah begitu saja jika terjun bebas lagi dan lagi, saya tidak mau terjun bebas menghentikan langkah saya untuk menulis setiap hari, tetap semangat ✊

#TerjunBebaske36
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 13 April 2022

#YasirSakit#TantanganMenulisHarike53#TantanganMenulisGurusiana

Yasir nelpon Hari Minggu malam (10/04) jam 21:17, Senin dan Selasa tidak ada menelpon. Rabu malam (13/04) jam 21:45 saya coba yang nelpon Yasir.

Tampak sedang berbaring di tempat tidur dengan mata sayu, spontan saya tanya:

Saya: "kenapa de, ngantuk ya?" 

Yasir: "Sakit mi," katanya sambil selimutan.

Saya: "Dari kapan de sakitnya?" 

Yasir: "Dari Senin mi," jawabnya.

Deg, jantung saya berdegup kencang, rasa bersalah menyelimuti diri, kemana saja saya 2 hari ini tidak nelpon sampai tidak tahu Yasir sedang sakit.

Sedih, ingin nangis, ingin segera meraih tubuhnya lewat telpon.

Saya: "Sudah minum obat de?" 

Yasir: "Sudah mi."

Saya: "Tadi kuliah?"

Yasir: "Kuliah mi."

Saya: "Udah atuh, jangan kuliah dulu, istirahat dulu, besok ke RS ya."

Yasir: "Iya mi, besok ke RS dan izin ga kuliah dulu." 

Saya: "Ya udah, besok aa jemput ya, istirahatnya disini aja, nanti pulangnya dianterin lagi sama aa."

Yasir: "Iya, mi."

Apa yang Yasir alami, pernah juga saya rasakan dimana ibu saya nelpon dikala saya sakit padahal saya ga bilang sedang sakit. Saat ditelpon ibu, saya merasa sangat bahagia, menambah imunitas tubuh.

Malam inipun, saya nelpon tanpa tahu Yasir sedang sakit tapi karena merasa kehilangan sudah 2 hari tidak ada nelpon.

#YasirSakit
#TantanganMenulisHarike53
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 12 April 2022

#MotorHijau#TantanganMenulisHarike52#TantanganMenulisGurusiana

Asli tadi siang (12/04) saya kaget banget dibuatnya, pas tahu motor hijau yang biasa nangkring di parkiran ternyata kuda besinya Bu Mega. Sebelum-sebelumnya sempat lihat tapi tidak tahu itu motor siapa.

Ga tahu lah itu motor apa, saya ga terlalu familiar dengan otomotif, tahunya hanya motor yang dipakai saja.

Yang saya tahu itu motor laki-laki banget, makanya ga nyangka ternyata Bu Mega yang kalem dan lemah lembutlah sang pemiliknya.

Buat saya sih keren karena jarang-jarang lihat wanita pakai motor itu, seringnya kan kaya saya bawanya matic terus hehehehe.....

Hanya orang tertentu yang berani dan PD pakai motor yang bentuknya cowok banget. Saya liatnya jadi mupeng gitu, kepengen nyobain sekali aja tapi kata Bu Mega harus latihan dulu, baru bisa karena motor kopling, mana saya tahu motor kopling kaya bagaimana.

Bu Mega berlatih dua hari sampai bisa bawa ke sekolah. Wah susah juga ya, jadi mikir lagi dech nyobain motornya.

#MotorHijau
#TantanganMenulisHarike52
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 11 April 2022

#TahunDuka#TantanganMenulisHarike51#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah, puasa Ramadhan kali ini (11/04/2022) prokes sudah mulai kendor karena pandemi Covid - 19 sudah berkurang.

Masih teringat pandemi kesatu dan kedua yang telah memakan banyak korban jiwa mulai dari tenaga kesehatan sampai orang umum. 

Semua panik dengan banyaknya korban jiwa, anak-anak di rumahkan untuk menghindari penularan Virus Covid - 19.  

Di WA group hampir setiap hari ada saja info orang yang positif ataupun yang meninggal tak terkecuali kakaknya suami. 

Bulan Desember 2020, tiba-tiba merasakan sesak nafas sebagaimana gejala pada umumnya yang terkena virus ganas ini. Tak berselang lama, tidak ada seminggu Teh Lusi meninggal.

Tahun 2020 dan 2021 adalah tahun penuh duka buat keluarga kami. November 2020 bapak meninggal lalu Desember 2021 Teh Lusi yang meninggal.

Sejak itu adik saya satu-satunya jatuh sakit sejak kepergian bapak, berawal dari kaki yang sakit sampai mengalami tidak bisa menggerakkan badan sama sekali.

5 bulan berselang Sari meninggal, rasanya belum sembuh luka di hati ini lalu kembali bersedih lagi, kami semua terpukul apalagi ibu kami yang sangat terpukul sampai tidak bisa melupakannya setelah setahun berlalu.

Bapak meninggal ibu cepat terobati luka hatinya, berbeda dengan adik meninggalkan luka hati mendalam dan berkepanjangan. 

Susah payah kami meyakinkan ibu bahwa semua sudah takdir dari Allah SWT yang tidak dapat kita tentang, harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan serta kesabaran. 

#TahunDuka
#TantanganMenulisHarike51
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 09 April 2022

#Kanaya#TantanganMenulisHarike50#TantanganMenulisGurusiana

Diana tidak habis pikir akan reaksi Kanaya adiknya yang diluar konteks. Setelah transfer, Diana hanya bertanya "uangnya buat apa?" 

Sebenarnya Kanaya cukup hanya menjawab saja namun setelah menjawab malah bertanya "kenapa?" Baper sekali pikir Diana.

Diana malas menjawab pertanyaan "kenapa" itu karena tidak mau berpanjang lebar. Dibalik pertanyaan Diana ada sebabnya, biasanya Kanaya suka bilang kalau uang yang dimintanya itu untuk membeli suatu keperluan seperti beli gas, token listrik, beras bahkan untuk bayar SPP.

Belasan tahun Diana diam dan selalu mengalah saat harus transfer puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan.

Yang tidak habis pikir, katanya gaji suaminya sudah mapan tapi kenapa masih juga mengganggu ketentraman rumah tangga Diana. Dulu sangat mengganggu keutuhan rumah tangga karena kerap kali suami Diana protes atas kebiasaan Kanaya padahal keadaan keuangan Diana dan suami saat itu penuh dengan keterbatasan, jangankan untuk memberi uang pada Kanaya bahkan untuk mereka sendiripun Diana kerap menggadaikan cincin nikah.

Tak jarang dulu Diana dan suami sering bertengkar atas perilaku Kanaya namun seiring berjalannya waktu dan karena kedewasaan masing-masing, sekarang sudah tidak pernah bertengkar lagi. 

Suami Diana merasa keluarganya tidaklah sesering keluarga Diana yang kerap minta uang setiap saat. 

Kalau ada yang mengganjal di hati atas sikap Kanaya yang kerap minta uang cukup bersabar saja dan puncaknya yang terakhir saat Diana menanyakan penggunaan uang yang dimintanya. 

Kanaya harusnya jangan marah pada Diana tapi sebaiknya introspeksi diri dan menasihati suaminya yang lebih mementingkan beli rokok ketimbang untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga kecil mereka. Rokok yang dibeli lumayan besar, menghabiskan puluhan ribu per hari. 

Menuntut tanggung jawab pada suami tidak adal salahnya, bisa disampaikan pelan-pelan. Patuh pada suami itu harus namun menuntut tanggung jawabnya suami pada kita tetap bisa dilakukan agar ada solusi misal suruh berhenti beli rokok karena tidak ada uang untuk makan. Apalagi jika suami yang mengajak memusuhi saudara sendiri, itu perlu tidak dipatuhi. Sampai saudara masuk ke liang lahatpun masih dimusuhi dengan tidak takziah padahal Diana dan suami yang dari jauh saja datang menghadiri pemakaman. 

Kanaya harus bijak dalam berbuat sesuatu, segala sesuatunya harus dipikirkan masak-masak, bisa menyaring informasi yang akan disampaikan pada orang lain jangan begitu saja disampaikan mentah-mentah.

Daripada Kanaya harus minta-minta kan lebih baik menagih tanggung jawab dari suaminya bukan malah menunjukkan taringnya pada Diana seolah ingin mengcengkram.

Kanaya pasti protes kalau dibilang minta, bagi Diana walaupun bilangnya pinjam tapi belasan tahun hanya pinjam terus lalu pinjam lagi tanpa ada ganti yang sebelumnya, anggap saja minta selama belum diganti. Kan lucu setiap kali minta selalu bilang pinjam yang entah kapan digantinya, hanya bilang "pinjam, nanti juga diganti," tapi ga diganti-ganti. 

Jika ada kesamaan nama ataupun kejadian, itu adalah inspirasi murni dari penulis untuk bahan tulisan.

#Kanaya
#TantanganMenulisHarike50
#TantanganMenulisGurusiana

#Fotbar#TantanganMenulisHarike49 #TantanganMenulisGurusiana

Saya sering ga ngeh untuk foto dengan anak-anak perwalian, masuk kelas, ngecek-ngecek, nerangin dan kalau sudah selesai langsung keluar kelas buru-buru untuk melanjutkan aktifitas lain.

Rabu (06/04) pas mau keluar kelas ada yang nyeletuk, "bu foto-foto yuk!" Entah suara siapa tapi yang jelas anak perempuan.

Saya tidak menduga akan diajak foto, langsung jawab spontan "hayuk tapi keluar kelasnya jangan berombongan ya."

"Iya bu" jawab mereka. 

Kebayang kalau keluar bergerombol bersamaan akan gaduh. Satu per satu, dua ber dua, tiga ber tiga dan ada pula yang berempat mereka keluar dengan perlahan tapi pasti. 

Saya mengikuti dari belakang, saat itu panas terik matahari jadi kami pilih spot foto yang teduh agar mata tidak nyureng (memincingkan mata karena silau).

Setelah kumpul, semua bingung siapa yang akan memoto kami, celingak celinguk mencari photographer handal, alhamdulillah lewat Pa Bayu, jadi deh fotbar dadakan.

Setelah itu kami melihat hasil foto, saya kaget karena baru menyadari kalau pakaian yang saya pakai sama warnanya dengan anak-anak, putih biru. 

Rabu yang PTM 50% saja berarti Kamis kudu ada fotbar lagi agar adil. Jadilah Kamis (07/04) saya sendiri yang berinisiatif mengajak anak-anak untuk fotbar. Sama seperti kemarin, kami kebingungan mencari photographer, alhamdulillah ada yang bisa kami mintakan tolong.

#Fotbar
#TantanganMenulisHarike49 
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 08 April 2022

#MaskerKuping#TantanganMenulisHarike48#TantanganMenulisGurusiana

Ada yang unik dengan peserta didik perempuan yang mengenakan kerudung, kebanyakan mereka menggunakan maskernya di dalam, maksudnya tidak pakai masker hijab ataupun konektor. 

Saya penasaran mengapa cara mereka pakai masker seperti itu, spontan mereka menjawab karena ga enak terus ada lagi yang bilang karena merusak bentuk kerudung, jadi aneh. 

Apapun jawaban mereka tetap tidak bisa masuk ke dalam cara berpikir saya yang sudah generasi tua. 

Bagi saya pakai masker hijab ataupun konektor tidaklah merusak hijab, biarlah mereka mengenakan masker sesuai gayanya masing-masing, ya mereka punya trendnya sendiri dan alasan hanyalah hiasan semata.

#MaskerKuping
#TantanganMenulisHarike48
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 07 April 2022

#SambelUmi#TantanganMenulisHarike47#TantanganMenulisGurusiana

Kalau habis masak suka senang kalau masakan kita dilahap habis oleh suami dan anak-anak, kadang saya tanya ke anak-anak "enak ga?" Mereka suka jawab "enak mi." 

Dengan jawaban anak-anak saya tambah senang, kadang Yasin nyeletuk "siapa dulu dong yang masak, umi." 

Kadang saya berpikir apakah jawaban anak-anak hanya untuk menyenangkan hati saya saja, alhamdulillah yang dipikirkan berbeda dengan yang terlihat saat masakan kita disantap habis oleh anggota keluarga.

Tidak salah penilaian anak-anak, kita para ibu memang berusaha maksimal membuat masakan dengan cara dan bahan terbaik untuk keluarga demi tidak ingin mengecewakan dalam rasa. 

Suami sering kangen masakan ibunya, begitu juga saya suka kangen dengan masakan ibu saya.

Rupanya apa yang kami alami, dialami pula oleh anak-anak. 

Yasmin yang sedang magang di KL sudah pesan tiket pulang lebaran nanti, diberi libur satu minggu dan sudah memberikan list menu makanan yang ingin disantapnya. 

List menu makanan kebanyakan jajanan khas sini, alangkah bahagianya saat nama saya ada di urutan paling atas dengan nama sambel umi. 

#SambelUmi
#TantanganMenulisHarike47
#TantanganMenulisGurusiana

SambelUmi#TantanganMenulisHarike47#TantanganMenulisGurusiana

Kalau habis masak suka senang kalau masakan kita dilahap habis oleh suami dan anak-anak, kadang saya tanya ke anak-anak "enak ga?" Mereka suka jawab "enak mi." 

Dengan jawaban anak-anak saya tambah senang, kadang Yasin nyeletuk "siapa dulu dong yang masak, umi." 

Kadang saya berpikir apakah jawaban anak-anak hanya untuk menyenangkan hati saya saja, alhamdulillah yang dipikirkan berbeda dengan yang terlihat saat masakan kita disantap habis oleh anggota keluarga.

Tidak salah penilaian anak-anak, kita para ibu memang berusaha maksimal membuat masakan dengan cara dan bahan terbaik untuk keluarga demi tidak ingin mengecewakan dalam rasa. 

Suami sering kangen masakan ibunya, begitu juga saya suka kangen dengan masakan ibu saya.

Rupanya apa yang kami alami, dialami pula oleh anak-anak. 

Yasmin yang sedang magang di KL sudah pesan tiket pulang lebaran nanti, diberi libur satu minggu dan sudah memberikan list menu makanan yang ingin disantapnya. 

List menu makanan kebanyakan jajanan khas sini, alangkah bahagianya saat nama saya ada di urutan paling atas dengan nama sambel umi. 

#SambelUmi
#TantanganMenulisHarike47
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 06 April 2022

#LiangLahatyangMembara#TantanganMenulisHarike46#TantanganMenulisGurusiana

Beberapa hari lalu lewat sebuah postingan yang bagi saya sangat mengerikan. Sebuah lubang kubur yang dilalap api, menjalar-jalar seperti hendak menjilat. Liang lahat yang sepertinya digali untuk menguburkan seseorang karena masih terlihat tukang gali kuburnya.

Peristiwa yang baru saya lihat pertama kali dan orang-orang di sekitar terlihat menyingkir hanya bisa memandangi liang lahat itu. 

Mungkinkah itu daerah yang memiliki gas bumi ataukah ada yang menuangkan bensin atau minyak tanah kedalam lubang itu namun saya tidak menemukan jawabannya karena  postingan itu tidak ada keterangan apapun mengenai yang terjadi. 

Kemudian saya coba klik komen karena kadang netizen tahu infonya tapi komen dinonaktifkan. Ya sudah rasa penasaran saya tidak menemukan jawaban.

Terlepas dari berbagai kemungkinan yang ada di kepala, saya hanya bisa istighfar spontan teringat akan dosa-dosa yang dimiliki. Betapa banyak dosa diri ini, ibadah yang tidak sempurna, penyakit hati yang timbul muncul, kebohongan-kebohongan dan masih banyak lagi. 

Masya Allah, Allah Maha Baik karena tutupi aib ini sehingga tampak baik luaran, Allahpun menutup aib hamba-hambaNya yang lain. 

Jika Allah sudah menutupi aib kita maka tidak pantas kita membuka aib orang lain.

#LiangLahatyangMembara
#TantanganMenulisHarike46
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 04 April 2022

#BijakdalamMenulis#TantanganMenulisHarike45 #TantanganMenulisGurusiana

Baca judul berita sadis banget ya. Koq tega sih memberitakan masalah pribadi orang. 

Walaupun orang tersebut seorang artis, bukan berarti kehidupannya harus dibuka sampai ke akar-akarnya. 

Aib masa lalu dibuka, lagipula pernah menikah bukanlah aib, itu adalah nasib tapi diberitakan seolah-olah sebuah kerugian besar bagi yang sudah menikahi artis tersebut.

Penulisnya kenapa sibuk banget ya mengulik kehidupan artis itu, pernah ada masalah apa sampai sebegitunya mencari uang. 

Yang bersangkutan dengan pasangannya saja biasa saja terlihat bahagia, ini kenapa malah yang lain jadi ikut campur seolah menginginkan mereka berpisah. 

Saat menulis cobalah bijak, posisikan diri kita ada di posisi dia, apakah kita mau diperlakukan seperti itu.

#BijakdalamMenulis
#TantanganMenulisHarike45 
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 03 April 2022

#BerobatOnline#TantanganMenulisHarike44#TantanganMenulisGurusiana

Sejak pandemi, sekolah online, berobat juga online dimana pihak Rumah Sakit menyediakan layanan konsultasi online via Video Call. 

Jarang sekali kami pergunakan fasilitasnya karena merasa kurang afdol kalau tidak tatap muka.

Pernah beberapa kali konsultasi dokter jarak jauh karena saat itu harus Swab Test dulu sebelum ke poli, keluhannya radang tenggorokan, panas, batpil,  paket lengkap sakitnya.

Dari pada harus mengeluarkan uang untuk biaya Swab Test akhirnya kami memutuskan untuk VC saja, obat diambil pakai ojol, bayar ditransfer.

Lumayan agak ribet juga sih prosesnya karena harus menyesuaikan dengan jadwal dokter, kadang jadwalnya akan diberitahukan kemudian setelah dokternya selesai praktik.

Pernah saya di WA ga respon, telpon tidak saya angkat karena sedang tidak online. Akhirnya dijadwal ulang lagi keesokan harinya dan memang harus standby mantengin HP.

Awalnya saya pikir akan VC pakai WA tapi ternyata pakai aplikasi yang sudah disediakan, harus download dulu.

Alhamdulillah dengan semua kemudahan yang ada, bisa berobat tanpa harus keluar rumah.

#BerobatOnline
#TantanganMenulisHarike44
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 02 April 2022

#LayarHPGelap#TantanganMenulisHarike44 #TantanganMenulisGurusiana

Saat sedang mengawas PAT ada yang mencuri perhatian saya. 

Saya berkeliling dari bangku ke bangku dan melihat ada beberapa peserta didik yang layar HPnya tampak gelap.

Gelap tapi mata dan tangannya aktif seperti sedang mengerjakan soal. Jari-jarinya menggeser layar yang gelap sambil sesekali klik jawaban yang dipilihnya.

Saya menghampiri lebih dekat lagi untuk memastikan HPnya nyala. 

"Itu HPnya nyala?" Tanya saya. 
"Nyala bu," jawabnya.
"Koq gelap gitu, seperti yang mati," kata saya masih penasaran.

Peserta didik itu tersipu malu dan hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan saya. 

"Kenapa gelap begitu neng?" Tanya saya lagi.
"Hmmm, ini bu biar hemat batere," jawabnya. 
"Oh itu alasannya, sayapun tersenyum mendengar jawabannya sambil berlalu menuju meja lain.

Ada-ada saja anak sekarang, sementara saya ingin layar HPnya terang biar kelihatan jelas, tentu saja kami beda umur, beda tujuan. 

#LayarHPGelap
#TantanganMenulisHarike44 
#TantanganMenulisGurusiana

#1Ramadhan#TantanganMenulisHarike43#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (0/04) sehabis terawih badan terasa lelah dan mata ngantuk sekali.

Setelah selesai, saya langsung menuju tempat tidur dan terlelap. 

Jam 11 terbangun dan ingat belum menulis, sayapun ambil HP dan mulai menulis.

Alhamdulillah masih keburu karena sebelumnya saya tidak bisa karena ngantuk dan lelah.

#1Ramadhan
#TantanganMenulisHarike43
#TantanganMenulisGurusiana