Selasa, 22 Juli 2014

Sejarah ODOJ

��Menelusuri Sejarah Gerakan One Day One Juz (ODOJ)��

��Setelah sekian waktu kita berinteraksi dengan komunitas ODOJ tentu ada yang bertanya, bagaimana sih awal terbentuknya komunitas ini? Siapa sih yang mencetuskan ide kreatif hingga kini sekitar 80.000 orang tergerak untuk tilawah 1 juz/hari dengan penuh semangat? Penasaran??? Simak yuk!

��Sebenarnya, banyak pribadi muslim yang sejak dulu sudah menargetkan tilawah 1 juz/hari. Namun tak jarang yang mengalami kendala dalam mengatur waktu antara tilawah dan kesibukan sehari-hari.

��Pada tahun 2007 mulailah dirintis program ODOJ. Waktu itu hanya dilakukan oleh 2 (dua) orang penggeraknya yaitu Bhayu Subrata dan Pratama Widodo dari Purwokerto. Bhayu membuat buku saku yang isinya kumpulan doa-doa harian yang halaman pertamanya diselipkan ajakan untuk ODOJ. Waktu itu buku saku tersebut dibagikan cuma-cuma pada pernikahannya. Widodo ditahun yang sama mulai membangun fanspage (Facebook) "One Day One Juz" dengan harapan program ODOJ tidak hanya berhenti di buku saku, tapi bisa menasional bahkan mendunia.

�� Isi dari ajakan ODOJ demikian: “Teknik Mudah Baca Al Quran Harian, rumus 2x5 yakni membaca 2 lembar setelah sholat fardhu 5 waktu. Insya Allah khatam 1 juz dalam 1 hari. Ajak dan motivasi teman anda untuk melakukan yang sama dan buatlah komunitas One Day One Juz ”. Sampai sekarang menjadi fanspage resmi ODOJ pusat.

��Pada September 2010 metode Whatsapp ODOJ diperkenalkan oleh sekelompok alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan segenap aktivis rumah Qur’an Depok juga ikut menyebarluaskan ODOJ melalui whatsapp tersebut, hingga pada akhirnya Fatma -adik istri (Monalisa) dari Ricky Adrinaldi- pun mengikuti metode ODOJ yang tergabung dalam grup ODOJ Aktivis Rumah Quran.
��Melihat hal tersebut, Ricky Adrinaldi dan beberapa temannya tergerak menggunakan metode serupa untuk mempermudah tilawah Al-Qur’an dalam sehari dengan target satu juz. Pada awalnya hanya gabungan dari beberapa kelompok liqo’ (kajian rutin) saja, yang belum lengkap hingga 30 orang, baru pada minggu keempat grup tersebut dibentuk komplit 30 orang sehingga lahirlah grup ODOJ Ikhwan #1.

��Dengan bismillah, dari grup kecil tersebut muncullah ide untuk mengembangkan ODOJ. Pada tanggal 4 November 2013, setelah grup ODOJ Ikhwan #1 lahir, dibentuk kepengurusan ODOJ kecil dengan nama “ODOJ support team” yang mencoba mengembangkan sistem berbasis websi te sebagai sarana promosi ODOJ dan juga sistem Whatsapp ODOJ (WA ODOJ) berbasis motivasi istiqomah dan menyebarkan ODOJ ke masyarakat luas.

��Pada tanggal 11 November 2013 diadakan soft launching gerakan ODOJ di Masjid Baitut Tholibin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

��Ketika hendak membangun website dan membeli domain www.onedayonejuz.org, pengurus terlebih dahulu mencari tahu apakah domain serupa telah ada atau tidak sebelumnya. Ternyata sebelumnya sudah ada domain www.onedayonejuz.com yang setelah ditelusuri dimiliki oleh seorang yang bernama Fajar ikhwah asal Bandung yang juga sudah memiliki akun @onedayonejuz di twitter. Setelah ditelusuri kontaknya Fajar, ODOJ Support Team pun bersinergi dengan Fajar.

��Tidak hanya domain, logo ODOJ-pun yang sebelumnya beredar di internet turut serta ditelusuri oleh “ODOJ Support Team”. Ternyata logo tersebut awalnya telah didesain oleh Bapak Bhayu Subrata dari Purwokerto. Pada tahun 2009 Pak Bhayu juga telah menerapkan dan mempublikasikan metode ODOJ ini menggunakan fasilitas Short Message Service (SMS) dan juga buletin, yang mana Pak Bhayu mengirimkan SMS Broadcast berupa nasihat tentang Al-Qur’an untuk mengaji satu hari satu juz, dan membuat buletin untuk disebarkan. ODOJ Support Team pun meminta izin penggunaan logo ODOJ yang telah didesain oleh Pak Bhayu untuk digunakan sebagai logo resmi ODOJ.

��Makna dari logo tersebut menurut pak Bhayu adalah warna hijau : Pemuda, 1 day 1 juz : Program Untuk Anak Muda, Merah : Semangat/Tekad, Putih : Bersih/Niat, sedangkan kombinasi Werah Putih dan Hijau adalah berarti Bendera Indonesia dan Bendera Palestina

��Setelah ditelusuri kembali oleh “ODOJ Support Team”, ditemukan bahwa pada tahun 2010 fanspage ODOJ juga telah dibuat di facebook oleh Widodo Pratama mahasiswa UNNES dengan total like sekitar 2.000an dan juga blog ODOJ di situs www.1day-1juz.blogspot.com. Sebelumnya, Widodo juga telah berkolaborasi dengan Pak Bhayu.

��Mulai dari metode whatsapp, sms dan buletin tersebut, pengurus ODOJ mencoba menggabungkan tiga fasilitas tersebut dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ODOJ.

��Satu hari setelah soft launching, pengurus mencoba melakukan promosi website ODOJ melalui twitter dengan mengirim mention ke beberapa ustadz seperti aa Gym, Yusuf Mansur, pejabat pejabat Negara spt Presiden SBY, atau bahkan Barac Obama, Bintang dan dai Top, dan lain lainnya. Pertama kali diretweet oleh KH. Sharif Rahmat seorang dosen perguruan tinggi ilmua Al Qur’an, dai kondang dan hafidz Qur’an. Kemudian dipromosikan juga oleh beberapa ustadz terkenal lainnya sehingga pengunjung web semakin banyak dan ODOJ semakin booming serta dengan bantuan Media/portal berita online islampos sehingga semakin cepat penyebaran ODOJ

��Ternyata program ODOJ via whatsapp ini banyak diminati dan dengan cepat tersebar ke seluruh Indonesia. Oleh karena peserta ODOJ yang semakin banyak, maka dibentuklah kepengurusan ODOJ. Visi dari ODOJ adalah membudayakan tilawah 1 juz/hari di seluruh lapisan masyarakat muslim dari berbagai kalangan.

�� Begitulah kisah di balik mewabahnya ODOJ sampai saat ini. Semoga kita senantiasa diberi keistiqomahan serta kemampuan untuk mengajak saudara2 kita lainnya agar lebih dekat dgn Al-Qur'an. Semangat ODOJ!!!


"Ya Allah karuniakan kasih sayang-MU padaku melalui Al- Qur'an-MU. Jadikan ia imam, cahaya, hidayah, dan sumber rahmat bagi-ku.
Ya Allah, ingatkan aku jika aku lupa mengingat ayat-ayatnya. Ajari aku ayat-ayat yang susah untuk dipahami. Beri aku kenikmatan ketika membacanya di kala siang ataupun malam. Dan, jadikan ia sebagai hujjah bagiku wahai Tuhan sekalian alam."


Sabtu, 05 Juli 2014

Ramadhan

IndeksDaftarSign InIkuti KamiRSS KontenRSS KomentarKuliah Online Home » Berita » Nasional » Mencontoh Puasa Rasulullah SAW

Mencontoh Puasa Rasulullah SAW

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 02/07/13 | 06:38 | 23 Shaban 1434 HBelum ada komentar2.206 Hitsdakwatuna.com -

 Ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW menjadi contoh bagi Umat Islam untuk menjalankannya. Termasuk berpuasa.Tak mudah mengikuti seperti apa yang diberikan dan disampaikan oleh Rasul SAW. Sebab, Rasulullah adalah teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.Dalam Al-quran, Allah memuji Rasulullah SAW sebagai suri teladan yang baik bagi umat.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21).
Hal ini menunjukkan bahwa akhlaq dan pribadinya sangat baik dan mulia.Bahkan, dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA dinyatakan bahwa akhlaq Rasulullah SAW itu senantiasa merujuk pada Al-quran.Karena itu, sudah selayaknya umat Islam mencontoh dan meneladani kepribadian Rasulullah SAW dalam segala hal, termasuk puasa.

Berikut beberapa cara yang biasa dilakukan Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa dan menghidupkan Ramadhan.

Berniat puasa sejak malam

Diriwayatkan dari Hafsah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa Ramadhan sejak malam, maka tak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud).Mengawali dengan sahurSetiap akan berpuasa, Rasul SAW selalu makan sahur dengan mengakhirkannya, yakni menjelang datangnya waktu imsak.

Menyegerakan berbuka dan shalat

Dan ketika berbuka itu, Rasul SAW hanya memakan tiga biji kurma dan segelas air putih, lalu segera berwudhu untuk mengerjakan shalat Maghrib secara berjamaah.Dari Abu ‘Athiyah RA, dia berkata, “Saya bersama Masruq datang kepada Aisyah RA. Kemudian Masruq berkata kepadanya, “Ada dua sahabat Nabi Muhammad SAW yang masing-masing ingin mengejar kebaikan, dan salah seorang dari keduanya itu segera mengerjakan shalat Maghrib dan kemudian berbuka. Sedangkan yang seorang lagi, berbuka dulu baru kemudian mengerjakan shalat Maghrib.” Aisyah bertanya, “Siapakah yang segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka?” Masruq menjawab, “Abdullah bin Mas’ud.” Kemudian Aisyah berkata, “Demikianlah yang diperbuat oleh Rasulullah SAW.” (HR Muslim No 1242).

Memperbanyak ibadahSelama bulan Ramadhan,

Rasul SAW senantiasa memperbanyak amalan, seperti shalat malam, tadarus Al-quran, zikir, tasbih, dan sedekah.

I’tikafMemasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasul SAW meningkatkan aktivitas ibadahnya, terutama dengan i’tikaf. 

(sef/rol)Sumber:http://www.dakwatuna.com/2013/07/02/36074/mencontoh-puasa-rasulullah-saw/#ixzz36dyHUeY7 Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook