Saat ada orang baper sama kita, baiknya jangan balas baper. Telusuri mengapa dia baper sama kita. Adakah tindak tanduk kita yang tidak berkenan olehnya.
Baper silahkan, sah-sah saja, tiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga menerjemahkan segala sesuatu sesuai pikirannya.
Baper hak setiap orang karena sejatinya kita semua punya hati yang super lembut sehingga sangat mudah tersakiti namun bayangkan jika segala sesuatu membuat hati kita sakit.
Betapa akan cape dan menguras energi, tenaga, pikiran bahkan materi. Orang bijak itu tetap bersikap biasa walau sedang baper, seolah tidak terjadi apa-apa.
Memendam baper berlama-lama hingga berganti bulan dan tahun bisa menjadi solusi demi sebuah kedamaian di hati dan di lingkungan.
Lalu suatu waktu meledak kebaperan itu hanya sekali disebabkan sebuah akumulasi yg sebagian kecil saja karena kalau dikeluarkan semua namanya ngajak perang Rusia VS Ukraina.
Saat sedang baper jangan memperlihatkan perubahan yang drastis karena itu sangat terlihat dan mencolok mata, contohnya seperti tidak menjawab salam kita, tidak membalas pesan, tidak lagi berkomunikasi, dll. Jreng jreng terlihatlah kelemahan kita di mata yang kita baperin.
Kebanyakan perempuan yang mengalami baper, jarang sekali laki-laki yang baperan.
Saat sedang baper sebaiknya bersikap gentle, tanyakan duduk permasalahannya bukan curhat sana sini dan berubah sikap 180°, bersikaplah layaknya seorang ksatria sejati bukan seperti wanita lemah dan ringkih.
Saya tidak tahu apakah baper sama dengan sakit hati atau hanya beti saja alias beda tipis. Bisa juga kata lain dari pundung (Bahasa Sunda) atau mutung.
Kalau lagi baper mending bikin tulisan aja tentang baper daripada harus balas baper tapi dengan membuat tulisan tentang baper membuat seisi dunia tahu kalau kita sedang baper, bingung kan?
Ga mengapa pada tahu juga kita sedang baper yang penting kita tetap bersikap profesional di hadapan orang lain, tetap berinteraksi seperti biasa layaknya yang lalu.
Yang tidak sependapat sila bikin tulisan sendiri, cmiw.
#Baper
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar