Rabu, 28 Mei 2014

Haid

ini yg fatimah tau.
Syarat2 darah haid.

1.keluar dr wanita yg sudah berusia 9 th qomariyyah kurang 16 hari kurang sedikit (tidak genap 16 hari)

2. darah yg keluar minimal sehari semalam 24 jam walaupun terpitus2 selama masih dlm 15 hari.

3. darah yg keluar tidak melebihi 15 hari

4.keluar setelah masa mininal/paling sedikit nya suci (15 hari 15 malem)

Dengan demikian wanita yg mengeluarkan darah,tp tidak sesuai ketentuan di atas makadi sebut darah istihadloh/fasad.

Selasa, 27 Mei 2014

Odoj

Teh Neneng, ada temen Tati yang baru gabung ODOJ, adanya begini:

1⃣ Komunitas ODOJ artinya One Day One Juz = 1 Hari 1 Juz.
Dalam 24 jam mesti kholash (selesai) 1 juz. Apakah mba benar2 sudah mantap, bulat dan komitmen bergabung dalam Group ODOJ ini..?��

2⃣ Pelaksanaan ODOJ dimulai dari Pk.18.00 wib s.d Pk. 14.00 wib sesuai dg SOP Odoj,
Apakah mba sanggup kholash paling lambat Pk.14.00 wib dg kelonggaran waktu pkl 18.00wib....?��

3⃣ Apakah mba siap dan mau berkontribusi serta berkomunikasi aktif dalam kemajuan Group ODOJ..? (Tidak meninggalkan Grup lebih dr 10 jam kec alasan syar'i, hadir walau sebentar saling sapa & komunikasi dgn member satu group serta perhatian pada jalannya group ODOJ)......?��

4⃣ Bersedia/sanggup menerima dikeluarkan dari Group ODOJ jika tidak lapor setoran tilawah selama 3 hari berturut-turut...?��

5⃣ Bersedia tidak melelang jatah juz tilawahnya kecuali  halangan sakit dan safar / dalam perjalanan...?��

Senin, 26 Mei 2014

Isra Mi'raj

dakwatuna.com – 
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”(QS. Al-Isra’: 1)“Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 13-18)

Pada suatu malam yang dingin tanggal 27 Rajab, tepatnya 10 tahun setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kenabian, Allah SWT. memberangkatkan hamba-Nya yang terkasih-Nya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian naik ke langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha. Semuanya tentu tahu tentang peristiwa tersebut karena setiap tahunnya umat muslim di Indonesia memperingatinya. Tapi adakah di antara mereka yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian memahami ‘kenapa Allah memberangkatkan seorang hamba-Nya yang bernama Muhammad SAW itu?’
Dan dalam tulisan berikut ini kita akan membahasnya secara singkat tentang hikmah di balik Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah saw. Kenapa kita harus membahasnya?
Ada dua tujuan; Pertama, kita semua sepakat dan meyakini bahwa setiap kejadian dan peristiwa pasti ada hikmah yang terkandung tentunya bagi orang-orang yang berakal,

kedua, dalam pembahasan ini diharapkan setelah membaca tulisan ini dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT yang begitu besar kekuasaan-Na. Berikut hikmah yang dapat saya rangkum dari buku Sirah Nabawiyah.1. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan yang nyata, bukan perjalanan ruhani/mimpi atau khayalan.Sungguh tak bisa dibayangkan apabila perjalanan Isra’ Mi’raj yang Rasulullah jalankan merupakan hanya perjalanan ruhani alias hanya mimpi, karena jika hal itu yang terjadi maka perjalanan Isra’ Mi’raj tidak ada bedanya dengan wahyu-wahyu yang Rasulullah terima baik melalui bisikan Jibril maupun dari mimpi. Sehingga peristiwa Isra’ Mi’raj tidak bisa dijadikan pembuktian keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sepulangnya Rasulullah dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj-nya, beliau mengumumkan tentang apa yang telah dialaminya semalam kepada kaumnya. Dan sebagaimana yang diceritakan oleh Rasulullah bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut sebuah perjalanan yang dilakukannya dengan jiwa dan ruhnya, maka seketika itu banyak dari kaum Quraisy yang menentang dan mencemoohnya dengan sebutan ‘gila’. Kaumnya beranggapan mana mungkin perjalanan dari Masjidil Haram yang di Mekah ke Masjidil Aqsha yang ada di negeri Syam (Palestina) hanya dengan waktu semalaman, padahal mereka jika hendak ke negeri Syam untuk berdagang membutuhkan waktu hingga 1 bulan lamanya. Tak pelak peristiwa Isra’ Mi’raj yang menurut mereka tidak masuk akal membuat beberapa orang yang baru masuk Islam tergoyahkan keimanannya dan kembali menjadi murtad.

2. Isra’ Mi’raj adalah jamuan kemuliaan dari Allah, penghibur hati, dan pengganti dari apa yang dialami Rasulullah SAW ketika berada di Thaif yang mendapatkan penghinaan, penolakan dan pengusiran.Sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi, Rasulullah SAW terus mengalami ujian yang sangat berat. Mulai dari embargo ekonomi hingga dikucilkan dari kehidupan sosial yang dilakukan oleh Kaum Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib, kemudian cobaan yang sangat berat diterima oleh Rasulullah SAW adalah meninggalnya orang-orang yang terkasihinya dalam waktu yang berdekatan yaitu meninggalnya pamannya Abu Thalib bin Abdul Muthalib serta istrinya tercinta Khadijah yang selalu menemaninya dan mendukungnya dengan jiwa, raga dan hartanya dalam perjalanan dakwah Rasulullah. Lalu hingga pengusiran, penolakan dan penghinaan kepada apa yang Rasulullah dakwahkan kepada penduduk kota Thaif.

3. Isra’ bukanlah peristiwa yang sederhana. Tetapi peristiwa yang menampakkan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah yang paling besar.Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surat Al-Isra’: 1 dan An-Najm: 13-18 bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan pembuktian dan menampakkan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling besar. Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang tidak bisa Allah lakukan, dan hal tersebut terkadang masih saja di antara kita yang meragukan tentang kekuasaan Allah yang sangatlah besar, sehingga membuat kita menjadi ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya.

4. Peristiwa Isra’ Mi’raj membuktikan bahwa risalah yang dibawa oleh Rasulullah adalah bersifat universal.
Perjalanan Isra’ dari Masjidil Haram yang ada di Mekah ke Masjidil Aqsha yang ada di Syam melintasi ribuan kilometer yang jauh dari Mekah tempat Rasulullah dilahirkan, hal ini Allah ingin membuktikan bahwa ajaran yang Rasulullah bawa bukan hanya untuk penduduk Mekah saja tetapi untuk seluruh wilayah yang ada di bumi ini. Setibanya Rasulullah SAW di Masjidil Aqsha, beliau memimpin shalat para Nabi dan Rasul-Rasul Allah. Hal tersebut menandakan bahwa baginda Rasulullah SAW merupakan pemimpin dan penghulu para Nabi dan Rasul yang telah Allah turunkan sebelumnya. Dan agama Islam beserta syariatnya yang Rasulullah bawa menjadi ajaran dan syariat yang berlaku untuk seluruh kaum dan umat manusia di seluruh dunia.

5. Dalam Isra’ Mi’raj diturunkannya perintah shalat wajib 5 kali dalam sehari.Ketika Rasulullah sampai di Sidratul Muntaha dan menghadap kepada Allah, lalu Allah menurunkan syariat shalat 5 waktu kepada Rasulullah SAW dan kepada para umatnya. Dan perintah shalat yang Rasulullah terima menjadi perintah yang Rasulullah pegang erat dan Rasulullah teguhkan kepada umatnya agar jangan sampai umatnya melalaikannya, karena ibadah shalat menjadi kunci utama diterimanya amalan-amalan umatnya yang lainnya hingga sampai Rasulullah mewasiatkannya pada detik-detik meninggalnya Rasulullah saw.

Demikianlah peristiwa Isra’ Mi’raj ini Allah SWT memperjalankannya kepada baginda Rasulullah SAW, hal tersebut sesungguhnya untuk dapat diketahui oleh orang-orang yang beriman dan berakal. Semoga ini menjadi hikmah yang besar buat kita semua.Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/18/21114/hikmah-dibalik-peristiwa-isra-miraj-rasulullah-saw/#ixzz32nlqQUPi

Senin, 19 Mei 2014

Sisa2 Roti

Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"

Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya !

Detik-detik yang menegangkan..

Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ?

Coba tebak.. ?

Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..

Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut !

Setelah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..

Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, "Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..

Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..

Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.."

Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut..

Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..

Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka..

Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik..

Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..

(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati, Edisi 11[truncated by WhatsApp]

Minggu, 18 Mei 2014

Emon

guys,ini hasil wawancara dan psikoterapi anak2 korban emon yg gue ceritain kmrn. ini ditulis sm kang asep, smg kita bsa belajar dr sini  @K_IDZma

- Bahan Perenungan pagi ini -

Kala AS alias Emon jadi Guru;
Hikmah di Balik Musibah Sukabumi

"Bila ortu abai akan tanggungjawabnya, predator di luar sana siap memangsa anak anda".

*
Sahabat, inilah 5 temuan dari hasil wawancara-diagnostik-konseling-psikoterapi para anak yg jadi korban.

1. Anak tidak tahu perilaku AS salah.

Anak tak pernah diberitahu baik oleh orangtua, pengasuh atau guru, bahwa bertelanjang bersama, memainkan alt kelamin, diraba alat kelamin oleh orang lain, diusap alat kelamin/dubur oleh orang lain, memegang dan mengocok alat kelamin orang lain, adalah perilaku keliru. Karena itu saat AS melakukan tindakan pelecehan, anak-anak itu hanya merasa janggal-aneh-bingung, dan seiring AS sering melakukannya kpd banyak anak pada saat yg sama, anak merasa bahwa pengalaman itu biasa.
2. Meski AS melakukan pelecehan, karena ia dirasakan anak memberikan kepedulian, lebih disukai daripada Orangtua/Pengasuh yg tidak menunjukkan Kasih Sayang

"Kang, kenapa Aa AS ditangkap, padahal dia mah baik, suka nemenin belajar, ngajarin matematika, beliin mainan dibandingkan dg ayah saya mah suka ngegaplok dan marah2"

"Abdi mah keuheul, Ka Aa AS teh!". "Kesal kenapa, karena kamu digerayangi?"."Bukan! Kesel ia keburu ketangkep padahal janjinya ingin belikan PS belum dipenuhi".

"Heran, kok Aa AS ditangkap, padahal ia baik. Saya pengen layangan, minta uang ke abah malah dimarahi, ama Aa AS malah diberi dan dipeluk juga diusap".

3. Cara2 AS membangun keakraban dg anak2.

a. Menemani anak bermain di rumahnya (main monopoli, main PS)
b. Menemani anak belajar pelajaran sekolah sehingga anak mengerti
c. Membantu anak mengerjakan PR
d. Mengajarkan anak membuat mainan.
e. Membuatkan anak mainan
f. Bermain kelereng
g. Bermain petak umpet
h. Bermain pura-pura
i. Bermain di kolam renang
j. Bermain jurus2 silat "Elang rentangkan sayap","Ular menyelusup" . "Pamacan", "Pamonyet", "Buaya merobek mangsa".
k. Janji akan diberi uang-mainan.
l. Janji akan dibelikan mainan-makanan-barang
m. Menyuruh anak lain yg sdh akrab dgnya memperkenalkan dg anak2 lainnya dg iming2.

Kala anak2 sudah akrab dengannya, maka perilaku "seksual" diperkenalkan dengan perlahan.
4. Cara2 AS membangkitkan ketakutan anak shg anak tidak melawan.

a. Mendongengi Anak, bahwa AS memiliki ragam kesaktian.
b. Melakukan ancaman fisik, berupa menelikung, meremas, meninju, mencekik, menubrukkan kepala ke benda/dinding.
c. Melakukan ancaman verbal . "Kalau kamu lapor ke Ibumu, teluh kematian mematikan ibumu"

5. AS perlahan membangun perilaku seksual sebagai perilaku wajar.

AS melakukan "shaping behavior", mulai dg merangkul pundak, mengelus kepala, mengelus punggung, menggendong sambil pakai baju, menggendong pakai baju berhadapan, menggendong di dalam kolam berhadapan, menggosok tubuh anak utk hilangkan daki, menggosok tubuh dg usapan yg merangsang, merangsang kelamin anak, menyuruh anak memegang kelaminnya, menyuruh anak berbalik badan, menggesek kelamin di paha anak, mengusap dubur anak, memasukkan kelamin ke dubur, menyuruh sejumlah anak melihat temannya sedang disodomi, menyuruh beberapa anak jadi agen utk dekatkan anak baru.

**

Pedofil hanyalah satu dari predator di luar sana yg siap memangsa anak. Kurangnya kasih sayang&kepedulian, ketidaktahuan, ketidakmampuan anak menilai situasi dan memutuskan untuk menghindari hal yg beresiko membahayakan, dan kurangnya komunikasi yg bersifat membangun di keluarga adalah pintu masuk yg lebar bagi predator lainnya.

Predator lainnya itu adalah "Drug Seller", Sekte2 yg ujung2nya adalah meraup harta benda, Terorisme, dan Gank yg mengajarkan nilai2 merusak.

AS alias Emon memang pelaku kriminal, dan Sidharta Gautama menyatakan, "Seburuk2nya Kejahatan adalah Kebodohan", dan orangtua yg abaikan peran dan tanggungjawabnya dlm memberikan kasih sayang, perlindungan, pengajaran, pendidikan bukankah seperti membiarkan kejahatan itu terjadi, dan seperti penzaliman terhadap diri dan keluarga sendiri. 

***
Lalu usai anda membaca tulisan ini, Komunikasi seperti apa yg anda akan jalin bersama anak anda? Wawasan apa yg anda akan cek dari anak anda? Pembelajaran apa yg perlu anda tanamkan kepada anak anda? Cara-cara mengenali ancaman spt apakah yg perlu anda kenalkan kpd anak anda, dan bagaimana mengatasinya?  Cara-cara pertahanan diri seperti apa yg anda akan ajar-peragakan dg anak anda?

Banyak PR memang. Dan PR ini bukan tugas utama Guru, jangan tuntut mereka melakukannya. Ini adalah Tugas utama Orangtua.

****

Pun Sapun, Ampun Paralun
Asep Haerul Gani

Terus berjuang menjadi orang tua yg lebih baik ya teman-teman :)

Sabtu, 17 Mei 2014

Untuk yang merasa Capek, Lemah, Letih dan Lesu

Buat yg lagi ngerasa capek..lelah..letih..lesu..galau..dkk ����

Berhentilah Mengeluh dan Meratapi Kehidupanmu

Ada yang pernah nyicipin ditelan ikan paus?

Ada yang pernah ngerasain dibakar hidup-hidup?

Ada yang pernah ngalamin diusir dari surga?

Ada yang pernah disuruh disembelih buat jadi qurban?

Ada yang pernah dibuang ke sumur waktu masih kecil sama abang sendiri dan dipenjara gara2 difitnah menodai ibu asuh oleh bapak asuhnya?

Ada yang pernah ngalami kebuntuan dakwah 950 tahun?

Ada yang pernah dikejar-kejar buat dibunuh sama orang sekampung, termasuk sama om sendiri? Dan di kesempatan lain dilemparin batu sama orang satu desa rame-rame?

Kalo puluhan tahun ini ujian hidupmu hanya berputar-putar pada masalah:
* kesulitan uang dan segala jenis variasinya
* masalah kesehatan dengan berbagai keragamannya
* konflik dengan orang di sekeliling kita dengan berbagai jenis konfliknya
* masalah jodoh yang nggak kunjung datang atau kecepetan atau lepas lagi dan yang semisalnya
* dan segala hal remeh temeh yang juga dialami milyaran orang di bumi ini yang mereka telah berhasil menghadapinya dengan penuh ketegaran

Maka, ayolah... Berhentilah mengeluh! Berhentilah meratapi penderitaan yang seakan tanpa ujung!
Ayo tersenyum bersamaku dan kita saling mendoakan yang terbaik untuk kita semua!

Ingatlah bahwa aku, kamu dan semua orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita nanti akan ketawa-ketawa di surga mengenang penderitaan semasa hidup yang ternyata "cuman segitu doang".

Sama seperti kita mengenang masa SMA yang penuh penderitaan sambil tersenyum, mengenangnya sebagai peristiwa manis yang takkan terlupakan, sambil berkata dengan ringan, "cuman segitu doang..."
Ustadz Abu Qawwam

Kasih Sayang Allah

Tahukah anda, mengapa anak kecil tertawa ketika anda lempar / ayunkan ke atas ? Karena ia tahu bawa anda pasti akan menangkapnya dan tidak akan membiarkannya jatuh !! Itulah keyakinan !! Begitu pula keyakinanku kepada Allah swt !! Walaupun keadaan buruk "melemparku". Aku yakin kasih sayang Allah swt pasti akan "menangkapku" sebelum aku terjatuh. Andai perjuangan ini mudah, pasti ramai yang menyertainya. Andai perjuangan ini singkat, pasti ramai yang istiqamah. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan dunia, pasti ramai orang yang tertarik padanya. Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya,umpama kemanisan yang tidak terhingga. Andai rebah, bangkitlah semula. Andai terluka, ingatlah Janji-Nya". (Hasan Al-Banna)

Antara Dia dan Kita (kisah lelaki tua dengan iblis)

��Percik_embun��

Antara Dia dan Kita
 
Lelaki renta itu,
dengan kehalusan hatinya ingin ber-Islam
menjadi sebab turunnya ayat.
‘Abasa watawalla', Rasul pun ditegur Allah karenanya.
seorang miskin lagi buta,
bukan berarti tak lebih utama
dari para pemuka negara
 
Lelaki renta itu,
pernah minta keringanan
untuk tidak ikut sholat berjamaah di masjid
karena dia buta
karena dia sebatang kara
karena masjid jauh sekali dari rumahnya
tapi tanya Rasul, “Apakah engkau masih mendengar adzan?”
saat dijawabnya masih, maka kata Rasul, “Kalau begitu, berangkatlah”
 
lalu, tunduk patuh ia pada perintah
sekali pun tak pernah ia sanggah
tiap sholat lima waktu sholat berjamaah
 
meski fajar masih pekat
dan jarak masjid tak dekat,
ia meraba-raba  dalam gelap
hingga suatu saat, kakinya tersandung bongkahan batu
badannya terjerembab jatuh,
mukanya tersungkur di runcingnya batu
berdarah-darah…
 
setelahnya,
selalu datang seorang lelaki
menuntunnya dengan ramah
pergi dan pulang sholat berjamaah
setiap hari, setiap lima waktu
 
hingga suatu saat
lelaki tua ingin sekali tahu
siapa gerangan lelaki penolongnya itu
karena ingin ia doakan
atas kebajikannya selama ini
 
tapi kata lelaki muda
“Jangan sekali-kali kau doakan aku
dan jangan sekali-kali kau ingin tahu namaku
karena aku adalah iblis”
 
sontak lelaki renta itu terkejut,
“Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid,
sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan sholat?”
 
Iblis menjawab,
“Ingatkah dulu saat kau hendak sholat subuh berjamaah,
kau tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?
Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat,
bahwa Allah telah mengampuni setengah dosamu.
Aku takut kalau engkau tersandung lagi,
lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain.
Maka aku selalu menuntunmu ke masjid
dan mengantarkanmu pulang.”
 
Lalu, saat tubuh itu merenta
makin menua dimakan usia
datang seruan perang Qaddisiyah
 
Sang khalifah Umar mengumpulkan segenap lelaki
dari seluruh penjuru negri
terselip ia, berbaris bersama
ingin sekali ikut berperang di medan laga
demi cita-cita mulia
 
Khalifah Umar melarangnya
bagaimana seorang buta lagi renta, akan ikut berperang?
bagaimana jika dia langsung celaka terkena tombak?
atau justru mencelakai temannya karena tak mampu mengenali sesiapa?
 
Tapi, lelaki tua itu bersikukuh,
“Tempatkan aku di  antara dua pasukan yang berperang
Aku akan membawa panji kemenangan
Aku akan memegangnya erat-erat untuk kalian.
Aku buta, karena itu aku pasti tak akan lari”
Khalifah, tak lagi mampu menghalangi
 
Lalu semuanya, berangkatlah
lekaki tua itu ingin menepati janjinya
dengan baju besi yang dikenakannya
dan bendera besar yang dibawanya
dia berjanji akan mengibarkannya senantiasa,
atau mati terkapar di sampingnya
 
lewat pertempuran Qaddisiyah
Persia yang congak pun kalah
tapi kemengangan itu tak murah
dibayar dengan nyawa ratusan syuhada
terselip di antara mereka
jenazah lelaki tua
terkapar berlumuran darah
sambil memeluk erat sebuah bendera
sungguh, dia telah menepati janjinya
 
wahai lelaki mulia,
sesak dadaku membaca kisah hidupmu
menyungai sudut mataku mengenangmu
engkau buta, sebatangkara dan renta
tapi itu tak membuatmu pasrah dan diam
meski udzur telah membolehkanmu.
untuk tak kemana-mana, di rumah saja
 
Lalu, bagaimana dengan diriku ini?
aku masih muda,
aku bukan fuqara
aku tak buta
jua tak sebatangkara
tapi kenapa,
sering sekali ada alasan mendera
untuk tak bersegera?
 
Lelaki sepertimu,
dengan segala keterbatasan
terus mencari-cari alasan
agar mampu mengambil peran
 
sedang aku, kita
dengan segala kemudahan
sering mencari-cari alasan
agar boleh tak ikut berperan
 
Lalu, dengan apa
akan kita buktikan
bahwa kita ini Islam?

~Belajar darinya, Abdullah bin Ummi Maktum

Kapankah Cukup itu Cukup

★ KAPANKAH CUKUP ITU CUKUP? ★

Berapa BANYAK dan BESAR sebuah kepemilikan baru disebut cukup?

Jawabannya menjadi pertanyaan:
Berapa BANYAK baru disebut banyak?
Berapa BESAR baru disebut besar?
Jawabannya tidak ada.

Kalau kita mengukur dengan timbangan KESERAKAHAN, maka seberapa BANYAK pun belum banyak. Seberapa BESAR pun belum besar. Seberapa TINGGI pun belum tinggi. Seberapa kaya pun belum kaya. Seberapa berkuasa pun belum berkuasa!

Jika kita bertanya pada orang terkaya di dunia 'sudah cukupkah harta benda Anda?' Mungkin jawabannya, 'Belum...'

Keserakahan adalah lubang yang tak berdasar. Ditimbun dengan segenap isi bumi pun tak pernah bisa penuh! Seribu alam semesta dimasukkan ke dalamnya pun tak mampu memenuhinya! Bagi keserakahan, tak ada kata cukup .

Kapankah cukup itu cukup?
Kalau Kita mau bersyukur, sekarang juga sudah cukup!

CUKUP TIDAK DITENTUKAN DARI SEBERAPA BANYAK DAN BESAR  YANG kita MILIKI MELAINKAN. SEBERAPA BESAR RASA SYUKUR kita !

Rasa syukur membuat setiap hari kita menjadi bahagia karena setiap hari adalah hari yang berkecukupan!

Walaupun hidup kita pas pasan bahkan kekurangan, namun ajaib sekali rasa syukur membuat hati kita puas dan bahagia!

Dimanakah CUKUP itu?
Cukup ada dalam rasa SYUKUR...

"Janganlah kita menjadi hamba uang dan cukupkanlah diri dengan apa yang ada pada kita..."

" KESERAKAHAN ADALAH KEMISKINAN, RASA SYUKUR ADALAH KEKAYAAN SEJATI

Garis Bawah dan Garis Atas

~INSPIRASI~

Attitude kita dipisahkan oleh sebuah garis. Ada orang yang berada di bawah garis dan di atas garis. Orang-orang yang di bawah garis akan melakukan blame, excuse atau denial. Sedangkan yang diatas garis mempunyai sifat bertanggungjawab dan memandang kejadian negatif yg menimpa dia juga diakibatkan kesalahan dia sendiri ..

Misalnya orang datang telat ke kantor, ia ditanyakan oleh bosnya “kenapa kamu telat?” Ia akan mulai blaming “anak saya rewel” … “istri saya telat bangunin” atau excuse “kena macet di tol Cawang” – padahal tol Cawang memang tiap hari macet, excuse ini cari-cari alasan yang tidak penting, yang lebih parah “denial” … “ah enggak ah, tidak telat kok!” dia mengelak mengakui kalau dia telat.

Ketika banyak pemuda diluar sana yang belajar bisnis, banyak mentor-mentor yang menyarankan untuk terlebih dahulu belajar tentang attitude, bukan mengenai technical terlebih dahulu, Ada sebuah ilustrasi dari sebuah kopi tumpah. Kopi tumpah ini menceritakan tentang orang yang di bawah garis VS di atas garis.

Cerita kopi tumpah memiliki setting sebuah keluarga kecil, bapak, ibu dan seorang anak perempuan masih SD.

Suatu pagi si anak mau berangkat sekolah, si ayah mau berangkat, ibunya mau buatkan kopi, lalu si ibu menempatkan kopi di meja tempat si bapak duduk, si ibu menempatkan kopi agak ke pinggir meja.

Si anak hari itu akan menghadapi ulangan, dia semangat sekali karena sudah persiapan beberapa hari sebelumnya.

Si anak yakin pasti bisa, turun tangga semangat sekali ”papa..papa..nanti ulangan.. ” … PRAKK .. kena kopi, kopinya tumpah … tumpah ke paha si bokap.

Apa yang dilakukan bokapnya ? Kita simulasikan bokap yang di bawah garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … Anaknya di maki-maki “Kamu ini ceroboh banget ! jalan aja gak bener !”

Istrinya datang, di maki lagi sama si bokap “Kamu ini juga kenapa taruh kopi di pinggir banget !” … “Ya udah saya ganti celana dulu di atas”

Waktu si bapak ke lantai atas, yang jemput anaknya datang “TINN TINN .. Jemputan !!!“.

Si ibu bilang “aduh pak, ini anaknya lagi nangis… nanti ya saya antar sendiri”

Si bapak tak lama kemudian turun lagi, lihat anaknya masih nangis “lho kok dia belum sekolah ???”

“Loh kan tadi gara-gara kamu dia jadi nangis ??”

Mulai deh perang dunia ke-2 … cek cok lagi.

“Ya udah saya antar” .. bokapnya ngalah. … Dalam perjalanan ke sekolah semuanya serba salah .. lampu merah disalahin, macet disalahin … anaknya masih nangis di mobil “kamu ini nangis-nangis aja!”.

Tak lama kemudian, si anak sampai di sekolah telat, si bapak juga telat, bosnya nanya “kok kamu telat?” .. marah-marah lagi “kamu tidak tahu apa yang terjadi pada saya .. !”

Nah sampai di situ ceritanya, kalau kita lihat dari cerita ini, hanya karena kopi tumpah tadi dan apa respon si bapak itu bisa mengubah masa depan dengan signifikan.....

Hubungan si bapak dan istrinya menjadi tidak baik Bapaknya bisa saja dipecat dari kantor karena tidak sopan Yang lebih parah si anak, dia sudah belajar gila-gilaan, karena kopi tumpah tadi dia tidak konsen ujian, terlambat sampai sekolah lagi.

Sekarang kita lihat, perbandingannya dengan orang yang ada di atas garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … “Aaah panas-panas .. kamu sih semangat banget ! karena kamu semangat kamu harus ganti celana papa !”

“Gimana cara ganti celana papa ?”

”Yang penting kamu ulangan dapet 100 aja deh !”

“Oh iya iya.. aku pasti dapet 100″

Artinya si bokap merasa ada ownership terhadap kejadian ini, kalau dia tidak duduk di situ kan dia tidak kena tumpahan kopi.

“Mama-mama, buatin kopi lagi dong, kopi yang penuh cinta”

Mamanya jadi senang.

Bayangkan dengan awal seperti ini, harinya berubah total. Dari semua orang-orang sukses yang ada, attitude mereka ada di atas garis. Jadi kita semua harus cepat-cepat pindah ke atas.

Kiranya pelajaran ini bisa kita implementasikan pada dunia kita sehari hari..

Have a nice weekends..

Qur'an di HP

Yuk tersenyum bersama Syeikh Abdullah Al-Mutlaq hafidzahullah (anggota majlis ulama saudi arabia),

Di salah satu acara tv, seseorang bertanya kepada beliau :

Penanya : wahai syeikh, saya masuk ke wc dan didalam ponsel saya tersimpan aplikasi Al-Qur`an, apakah itu dibolehkan?

Syeikh : boleh, tidak mengapa!

Penanya mengulang : tapi didalamnya ada Al-Qur`an syeikh?!!!

Syeikh : saudaraku, tidak mengapa, Al-Qur'an-nya tersimpan pada memory ponsel.

Penanya kembali mengulang (ngotot) : ya syeikh, ini Al-Qur`an, masa boleh masuk wc?!!

Syeikh berkata : anda hapal sebagian dari Al-Qur`an?

Penanya : ya, saya hapal banyak!!!

Syeikh : sudah, kalau begitu, jika anda ingin masuk wc, tinggalkan otakmu diluar dulu!!!

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Wasitho حفظه الله تعالى

        - - - - - •(*)•- - - - -

Imam Syafii

Imam syafi'i berkata
    "Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Alloh- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu ϑi dunia.
Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..

"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu ϑi dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami ϑά̲ŋ  berjuang bersama kami...??

"Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg ϑi hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, krn mrk memiliki Syafa'at pd hari kiamat".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis:

"Jika kalian tidak menemukan aku nanti ϑi  Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى  tentang aku:

"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu ϑi dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami ϑi dalam surgaMu.."

Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu ϑi  Akhirat dengan-Mu...

آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ

--
Wahai sahabatku..
Jika kalian tidak menemukan diriku ϑi  Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku ϑά̲ŋ bertanya pada Alloh ttg diriku, ϑά̲ŋ smoga Al loh ridha menyelamatkan diriku ϑά̲ŋ keluargaku dari siksa api neraka

Pertolongan Al Qur'an di Alam Kubur

Copas dari sebelah..

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur
- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda : “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadangkamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.
Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami.
Sempurnakanlah kekurangannya.

Smg kt mnjdi golongan org" yg tdk ditinggalkan o/ Alqur'an..amiinnn Yaa Robb

Kisah Tempe dan Telur Gosong

Kisah Tempe Dan Telur Gosong

MALAM yang dingin disapu gerimis dan kabut tipis, membuat saya mengigil kedinginan. Saya teringat dengan masakan ibu di malam itu dengan kondisi yang serupa.

Ibu yang bangun sejak pagi, tak kenal lelah bekerja keras sepanjang hari. Ia membereskan rumah tanpa pembantu, hingga tiba jam makan malam pun ibu masih saja sibuk sendiri di dapur kecil kami.

Tepat jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya, karena sibuk mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong.

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak. Minyak goreng pun sudah habis.

Kami menunggu dengan tegang, apa reaksi ayah yang pulang kerja? Sudah capek, kemudian melihat makan malamnya hanya dengan tempe dan telur gosong.

Namun sungguh luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan senyuman yang tak hilang dari pandangan.

Ayah bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah juga menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:

“Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”

Sebelum tidur, saya pergi ke kamar ayah dan bertanya, “Apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?”

Ayah memeluk saya dengan kedua lengannya erat sekali sambil berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek. Jadi, sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun anakku.”

Ini pelajaran yang saya praktikkan di tahun-tahun berikutnya, “Belajar menerima kesalahan orang lain adalah kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh & abadi.”

Ingatlah! Bahwa emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi? Pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi orang yang egois dan hanya ingin dimengerti, tapi tidak ingin mengertikan orang lain.

Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan.

Info

Bagi yang di jawa barat--- yg di luar jabar juga boleh ikutan ;) �� Gerakan 20 Menit Orangtua Mendampingi Anak�

Serentak� tanggal 20 Mei 2014 jam 18.30 -18.50 WIB, se Jawa Barat

Bentuk kegiatan :
��membacakan buku untuk anak
�� makanbersama,
��ngobrol,
�� peluk anak katakan kita sayang pada mereka, ucapkan terima kasih atas kebaikan mereka
��maaf atas kesalahan kita kepada anak,
��Mendoakan mereka, dll....
hal ini
dimaksudkan untuk mendekatkan anak dg ortu,
sehingga
anak2 kita tdk kekurangan kasih sayang.

(Bunda Netty
Heryawan- istri gubernur jabar)

Semoga program ini berlanjut seterusnya.
Tolong Bantu Sebar Ya �

Jangan Menunggu

Mencoba mengingatkan lagi 12 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:*************************

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….

5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak wang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar wang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Alqur'an, Tapi luangkan waktu tuk membaca Alqur'an, Dan… Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal…Sehingga kita semua tersadar … ������

Jumat, 16 Mei 2014

UI

agar jangan sampai dikatakan by aditya adzka

Kisah ini sudah populer di antara kita, namun setiap kali saya membacanya, mengingatnya, selalu membuat merinding, terharu bahkan berkaca-kaca..
Sebuah kisah persudaraan Islam yang demikian eratnya. Kisah Ukhuwah Islamiyah di atas segalanya.
saya memberinya judul "Agar Jangan Sampai Dikatakan.."
Inilah kisah True Story yang terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.
Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berdiskusi sesuatu. Di kejauhan datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata,
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".
Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat', ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala, "kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah" ujarnya dengan tegas,
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?" tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggungjawaban kaumku bersamaku?" pemuda lusuh balik bertanya.
"Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, "Jadikan aku penjaminnya wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al Farisi yang berkata..
"Salman?" hardik Umar marah, "Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh.
Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua.
Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman. Salah satu sahabat Rasulullah saw yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
"Itu dia!" teriak Umar, "Dia datang menepati janjinya!".
Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pengkuan Umar.
"Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku.." ujarnya dengan susah payah, "Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu..".
"Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana.."
"Demi Allah", ujar Umar menenanginya dan memberinya minum, "Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?"
"Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan.. di kalangan Muslimin.. tak ada lagi ksatria.. tepat janji.." jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru,
lalu ia bertanya, "Lalu kau Salman, mengapa mau-maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya", Salman menjawab dengan mantap.
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
"Allahu Akbar!" tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak,
"Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu".
Semua orang tersentak kaget.
"Kalian.." ujar Umar, "Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?" Umar semakin haru.
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya" ujar kedua pemuda membahana.
"Allahu Akbar!" teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan bangga oleh semua orang.
Begitupun kita disini, di saat ini..
sambil menyisipkan sebersit rasa iri karena tak bisa merasakannya langsung bersama saudara-saudara kita pada saat itu..
"Allahu Akbar..."

Inspirasi

agar jangan sampai dikatakan by aditya adzka

Kisah ini sudah populer di antara kita, namun setiap kali saya membacanya, mengingatnya, selalu membuat merinding, terharu bahkan berkaca-kaca..
Sebuah kisah persudaraan Islam yang demikian eratnya. Kisah Ukhuwah Islamiyah di atas segalanya.
saya memberinya judul "Agar Jangan Sampai Dikatakan.."
Inilah kisah True Story yang terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.
Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berdiskusi sesuatu. Di kejauhan datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata,
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".
Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat', ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala, "kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah" ujarnya dengan tegas,
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?" tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggungjawaban kaumku bersamaku?" pemuda lusuh balik bertanya.
"Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, "Jadikan aku penjaminnya wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al Farisi yang berkata..
"Salman?" hardik Umar marah, "Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh.
Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua.
Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman. Salah satu sahabat Rasulullah saw yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
"Itu dia!" teriak Umar, "Dia datang menepati janjinya!".
Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pengkuan Umar.
"Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku.." ujarnya dengan susah payah, "Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu..".
"Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana.."
"Demi Allah", ujar Umar menenanginya dan memberinya minum, "Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?"
"Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan.. di kalangan Muslimin.. tak ada lagi ksatria.. tepat janji.." jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru,
lalu ia bertanya, "Lalu kau Salman, mengapa mau-maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya", Salman menjawab dengan mantap.
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
"Allahu Akbar!" tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak,
"Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu".
Semua orang tersentak kaget.
"Kalian.." ujar Umar, "Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?" Umar semakin haru.
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya" ujar kedua pemuda membahana.
"Allahu Akbar!" teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan bangga oleh semua orang.
Begitupun kita disini, di saat ini..
sambil menyisipkan sebersit rasa iri karena tak bisa merasakannya langsung bersama saudara-saudara kita pada saat itu..
"Allahu Akbar..."

Cukup

★ KAPANKAH CUKUP ITU CUKUP? ★

Berapa BANYAK dan BESAR sebuah kepemilikan baru disebut cukup?

Jawabannya menjadi pertanyaan:
Berapa BANYAK baru disebut banyak?
Berapa BESAR baru disebut besar?
Jawabannya tidak ada.

Kalau kita mengukur dengan timbangan KESERAKAHAN, maka seberapa BANYAK pun belum banyak. Seberapa BESAR pun belum besar. Seberapa TINGGI pun belum tinggi. Seberapa kaya pun belum kaya. Seberapa berkuasa pun belum berkuasa!

Jika kita bertanya pada orang terkaya di dunia 'sudah cukupkah harta benda Anda?' Mungkin jawabannya, 'Belum...'

Keserakahan adalah lubang yang tak berdasar. Ditimbun dengan segenap isi bumi pun tak pernah bisa penuh! Seribu alam semesta dimasukkan ke dalamnya pun tak mampu memenuhinya! Bagi keserakahan, tak ada kata cukup .

Kapankah cukup itu cukup?
Kalau Kita mau bersyukur, sekarang juga sudah cukup!

CUKUP TIDAK DITENTUKAN DARI SEBERAPA BANYAK DAN BESAR  YANG kita MILIKI MELAINKAN. SEBERAPA BESAR RASA SYUKUR kita !

Rasa syukur membuat setiap hari kita menjadi bahagia karena setiap hari adalah hari yang berkecukupan!

Walaupun hidup kita pas pasan bahkan kekurangan, namun ajaib sekali rasa syukur membuat hati kita puas dan bahagia!

Dimanakah CUKUP itu?
Cukup ada dalam rasa SYUKUR...

"Janganlah kita menjadi hamba uang dan cukupkanlah diri dengan apa yang ada pada kita..."

" KESERAKAHAN ADALAH KEMISKINAN, RASA SYUKUR ADALAH KEKAYAAN SEJATI

Sembunyikan berita

��������������������������������������
��Sembunyikan berita��

Salah seorang raja �� akan menjatuhkan �� hukuman mati ��  terhadap seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa.

Berita tentang keputusan itu bocor�� kepada si tukang kayu sebelum pengumuman �� resmi keluar.

Akibatnya ia tidak bisa memejamkan mata �� untuk tidur �� di malam itu.��

Istrinya menasehati: "Tidurlah �� di malam ini seperti malam-malam�� sebelumnya. Tuhan itu hanya satu, sementara pintu �� keluar dari suatu masalah sangat banyak".

Kalimat yang menentramkan itu tepat masuk ke dalam hatinya❤, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun bisa tidur �� di malam��  itu.

Dia baru terbangun di pagi �� hari ketika pintu �� rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit ����.

Wajahnya langsung menjadi pucat ��. Dia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa menyesal, dan sedih karena telah mempercayai kata-kata �� nya semalam��.

Dia membuka pintu ��dengan kedua tangan �� menggigil. Dia ulurkan tangannya ke arah pengawal ���� supaya diikat.

Para pengawal ���� yang datang itu berkata kepadanya penuh keheranan : "Raja �� sudah wafat, kami meminta kamu untuk membuatkan sebuah peti mati �� untuk baginda".
Waktu itu juga wajahnya berubah menjadi ceria ��.

Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon maaf �� ke arah istrinya ��.

Istrinya tersenyum sambil berkata:
"Tidurlah ��di malam ini seperti malam-malam �� sebelumnya. Tuhan itu satu, sementara pintu�� keluar dari suatu masalah sangat banyak".

Karena itu kadangkala seorang hamba sampai letih �� karena berfikir sementara Allah yang memiliki semua rencana �� dan aturan ��.

Siapa yang merasa hebat karena jabatan, hendaklah ia mengingat FIR'AUN.

Siapa yang merasa hebat karena harta,�� hendaklah ia mengingat QARUN.

Siapa yang merasa hebat karena keturunan hendaklah ia mengingat ABU LAHAB.

Kehebatan, kekuasaan, dan kemuliaan hanya milik Allah satu-satunya.

Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga.

Jangan hukum masa depanmu dengan kondisi hari ini, Allah Maha Kuasa merubahnya ��  dalam waktu �� sekejap.

Tugas kita hanya berusaha������ dan terus berdo'a ��.

��������������������������������������

Julaibib

Cinta Bersujud di Mihrab Taat

oleh Salim A. Fillah dalam
Inspirasi, Rajutan Makna , Sirah.

Julaibib, begitu dia biasa
dipanggil. Sebutan ini
sendiri mungkin sudah
menunjukkan ciri jasmani
serta kedudukannya di
antara manusia; kerdil dan
rendahan.
Julaibib. Nama yang tak biasa dan
tak lengkap. Nama ini, tentu
bukan dia sendiri yang
menghendaki. Tidak pula
orangtuanya. Julaibib hadir ke
dunia tanpa mengetahui siapa
ayah dan yang mana bundanya.
Demikian pula orang-orang,
semua tak tahu, atau tak mau tahu
tentang nasab Julaibib. Tak
dikenal pula, termasuk suku
apakah dia. Celakanya, bagi
masyarakat Yatsrib, tak bernasab
dan tak bersuku adalah cacat
kemasyarakatan yang tak
terampunkan.
Julaibib yang tersisih. Tampilan
jasmani dan kesehariannya juga
menggenapkan sulitnya manusia
berdekat-dekat dengannya.
Wajahnya yang jelek terkesan
sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam.
Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya
lusuh. Kakinya pecah-pecah tak
beralas. Tak ada rumah untuk
berteduh. Tidur sembarangan
berbantalkan tangan, berkasurkan
pasir dan kerikil. Tak ada
perabotan. Minum hanya dari
kolam umum yang diciduk dengan
tangkupan telapak. Abu Barzah,
seorang pemimpin Bani Aslam,
sampai-sampai berkata tentang
Julaibib, ”Jangan pernah biarkan
Julaibib masuk di antara kalian!
Demi Allah jika dia berani begitu,
aku akan melakukan hal yang
mengerikan padanya!”
Demikianlah Julaibib.
Namun jika Allah berkehendak
menurunkan rahmatNya, tak satu
makhlukpun bisa menghalangi.
Julaibib berbinar menerima
hidayah, dan dia selalu berada di
shaff terdepan dalam shalat
maupun jihad. Meski hampir
semua orang tetap
memperlakukannya seolah dia
tiada, tidak begitu dengan Sang
Rasul, Sang rahmat bagi semesta
alam. Julaibib yang tinggal di
shuffah Masjid Nabawi, suatu hari
ditegur oleh Sang
Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa
Sallam. ”Ya Julaibib”, begitu
lembut beliau memanggil,
”Tidakkah engkau menikah?”
”Siapakah orangnya Ya
Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang
mau menikahkan putrinya dengan
diriku ini?”
Julaibib menjawab dengan tetap
tersenyum. Tak ada kesan
menyesali diri atau menyalahkan
takdir Allah pada kata-kata
maupun air mukanya. Rasulullah
juga tersenyum. Mungkin memang
tak ada orangtua yang berkenan
pada Julaibib. Tapi hari
berikutnya, ketika bertemu
dengan Julaibib, Rasulullah
menanyakan hal yang sama.
”Wahai Julaibib, tidakkah engkau
menikah?” Dan Julaibib menjawab
dengan jawaban yang sama.
Begitu, begitu, begitu. Tiga kali.
Tiga hari berturut-turut.
Dan di hari ketiga itulah, Sang
Nabi menggamit lengan Julaibib
kemudian membawanya ke salah
satu rumah seorang pemimpin
Anshar. ”Aku ingin”, kata
Rasulullah pada si empunya
rumah, ”Menikahkan puteri
kalian.”
”Betapa indahnya dan betapa
berkahnya”, begitu si wali
menjawab berseri-seri, mengira
bahwa Sang Nabi lah calon
menantunya. ”Ooh.. Ya
Rasulallah, ini sungguh akan
menjadi cahaya yang
menyingkirkan temaram dari
rumah kami.”
”Tetapi bukan untukku”, kata
Rasulullah. ”Kupinang puteri
kalian untuk Julaibib.”
”Julaibib?”, nyaris terpekik ayah
sang gadis.
”Ya. Untuk Julaibib.”
”Ya Rasulullah”, terdengar helaan
nafas berat. ”Saya harus meminta
pertimbangan isteri saya tentang
hal ini.”
”Dengan Julaibib?”, isterinya
berseru. ”Bagaimana bisa?
Julaibib yang berwajah lecak, tak
bernasab, tak berkabilah, tak
berpangkat, dan tak berharta?
Demi Allah tidak. Tidak akan
pernah puteri kita menikah
dengan Julaibib. Padahal kita
telah menolak berbagai
lamaran..”
Perdebatan itu tak berlangsung
lama. Sang puteri dari balik tirai
berkata anggun. ”Siapakah yang
meminta?”
Sang ayah dan sang ibu
menjelaskan.
”Apakah kalian hendak menolak
permintaan Rasulullah? Demi
Allah, kirim aku padanya. Dan
demi Allah, karena
Rasulullah lah yang meminta,
maka tiada akan dia membawa
kehancuran dan kerugian
bagiku.” Sang gadis shalihah lalu
membaca ayat ini;
an tidaklah patut bagi
lelaki beriman dan
perempuan beriman,
apabila Allah dan RasulNya
telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi
mereka pilihan lain tentang
urusan mereka. Dan
barangsiapa mendurhakai
Allah dan Rasul-Nya maka
sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata. (QS Al
Ahzab [33]: 36)
Dan Sang Nabi dengan tertunduk
berdoa untuk sang gadis shalihah,
” Allahumma shubba ‘alaihima
khairan shabban.. Wa la taj’al
‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya
Allah, limpahkanlah kebaikan atas
mereka, dalam kelimpahan yang
penuh berkah. Janganlah Kau
jadikan hidupnya payah dan
bermasalah..”
Doa yang indah.
Sungguh kita belajar dari Julaibib
untuk tak merutuki diri, untuk tak
menyalahkan takdir, untuk
menggenapkan pasrah dan taat
pada Allah dan RasulNya. Tak
mudah menjadi orang seperti
Julaibib. Hidup dalam pilihan-
pilihan yang sangat terbatas. Kita
juga belajar lebih banyak dari
gadis yang dipilihkan Rasulullah
untuk Julaibib. Belajar agar cinta
kita berhenti di titik ketaatan.
Meloncati rasa suka dan tak suka.
Karena kita tahu, mentaati Allah
dalam hal yang tak kita suka
adalah peluang bagi gelimang
pahala. Karena kita tahu,
seringkali ketidaksukaan kita
hanyalah terjemah kecil
ketidaktahuan. Ia adalah bagian
dari kebodohan kita.
Isteri Julaibib mensujudkan
cintanya di mihrab taat. Ketika
taat, dia tak merisaukan
kemampuannya.
Memang pasti, ada batas-batas
manusiawi yang terlalu tinggi
untuk kita lampaui. Tapi jika kita
telah taat kepada Allah, jangan
khawatirkan itu lagi. Ia Maha
Tahu batas-batas kemampuan diri
kita. Ia takkan membebani kita
melebihinya. Isteri Julaibib telah
taat kepada Allah dan RasulNya.
Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah
telah berdoa. Mari kita ngiangkan
kembali doa itu di telinga. ”Ya
Allah”, lirih Sang Nabi,
”Limpahkanlah kebaikan atas
mereka, dalam kelimpahan yang
penuh barakah. Janganlah Kau
jadikan hidupnya payah dan
bermasalah..”
Alangkah agungnya! Urusan kita
sebagai hamba memang taat
kepada Allah. Lain tidak! Jika kita
bertaqwa padaNya, Allah akan
bukakan jalan keluar dari
masalah-masalah yang di luar
kuasa kita. Urusan kita adalah
taat kepada Allah. Lain tidak.
Maka sang gadis menyanggupi
pernikahan yang nyaris tak
pernah diimpikan gadis manapun
itu. Juga tak pernah terbayang
dalam angannya. Karena ia taat
pada Allah dan RasulNya.
Tetapi bagaimanapun ada
keterbatasan daya dan upaya
pada dirinya. Ada tekanan-
tekanan yang terlalu berat bagi
seorang wanita. Dan agungnya,
meski ketika taat ia tak
mempertimbangkan
kemampuannya, ia yakin Allah
akan bukakan jalan keluar jika ia
menabrak dinding karang
kesulitan. Ia taat. Ia bertindak
tanpa gubris. Ia yakin bahwa
pintu kebaikan akan selalu
terbuka bagi sesiapa yang
mentaatiNya.
Maka benarlah doa Sang Nabi.
Maka Allah karuniakan jalan
keluar yang indah bagi semuanya.
Maka kebersamaan di dunia itu
tak ditakdirkan terlalu lama.
Meski di dunia sang isteri
shalihah dan bertaqwa, tapi
bidadari telah terlampau lama
merindukannya. Julaibib lebih
dihajatkan langit meski tercibir di
bumi. Ia lebih pantas menghuni
surga daripada dunia yang
bersikap tak terlalu bersahabat
kepadanya. Adapun isterinya,
kata Anas ibn Malik, tak satupun
wanita Madinah yang
shadaqahnya melampaui dia,
hingga kelak para lelaki utama
meminangnya.
Saat Julaibib syahid, Sang Nabi
begitu kehilangan. Tapi beliau
akan mengajarkan sesuatu kepada
para shahabatnya. Maka Sang
Nabi bertanya di akhir
pertempuran, “Apakah kalian
kehilangan seseorang?”
“Tidak Ya Rasulallah!”, serempak
sekali. Sepertinya Julaibib
memang tak beda ada dan
tiadanya di kalangan mereka.
“Apakah kalian kehilangan
seseorang?”, beliau Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bertanya lagi.
Kali ini wajahnya merah bersemu.
“Tidak Ya Rasullallah!” Kali ini
sebagian menjawab dengan was-
was dan tak seyakin tadi.
Beberapa menengok ke kanan dan
ke kiri.
Rasulullah menghela nafasnya.
“Tetapi aku kehilangan Julaibib”,
kata beliau.
Para shahabat tersadar.
“Carilah Julaibib!”
Maka ditemukanlah dia, Julaibib
yang mulia. Terbunuh dengan
luka-luka, semua dari arah muka.
Di seputaran menjelempah tujuh
jasad musuh yang telah dia
bunuh.
Sang Rasul, dengan tangannya
sendiri mengafani Sang Syahid.
Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa
Sallam menshalatkannya secara
pribadi. Ketika kuburnya digali,
Rasulullah duduk dan memangku
jasad Julaibib, mengalasinya
dengan kedua lengan beliau yang
mulia. Bahkan pula beliau ikut
turun ke lahatnya untuk
membaringkan Julaibib. Saat
itulah, kalimat Sang Nabi untuk si
mayyit akan membuat iri semua
makhluq hingga hari berbangkit.
“Ya Allah, dia adalah bagian dari
diriku. Dan aku adalah bagian
dari dirinya.”
YA, Pada kalimat itu;
tidakkah kita
cemburu?
sepenuh cinta,
Salim A. Fillah

Rabu, 14 Mei 2014

Marah

Facebook  kabar berita dipos oleh: MUSLIM & MUSLIMAH SEJATI
MUSLIM & MUSLIMAH SEJATI menulis:

JANGAN MARAH, UNTUKMU JANNAH

Seorang anak pemarah meminta saran kepada Sang Ayah agar ia bisa mengendalikan marahnya.

Lalu sang ayah berkata, "Nak, coba kau ambi paku dan palu ini, setiap kau mau marah, tancapkan di pagar rumah kita satu per satu paku ini"

Sang anak pun merasa aneh, tapi karena ingin berubah ia lakukan apa yang disarankan Sang Ayah.

Satu demi satu keinginan untuk marah ia salurkan dengan memaku satu persatu kayu yang menjadi pagar rumahnya.

Hingga sebulan lamanya, ia sudah mulai bisa mengendalikan marahnya, karena setiap hendak marah iapun berpikir dua kali, "Untuk apa saya marah, menghabiskan energi".

Selanjutnya, dengan wajah sumringah, Sang Anakpun bertanya kembali pada Sang Ayah, "Yah, alhamdulillah, aku sudah mulai bisa mengendalikan marahku. Terimakasih sarannya ya Yah!"

Sang ayah pun berujar, "Nak, pekerjaanmu belum selesai. COba sekarang kau cabut satu per satu paku yang sudah tertancap itu, dan perhatikan dengan seksama apa yang terjadi".

Karena ingin mendapatkan hikmah, sang anakpun menuruti kata Sang Ayah yang bijak. Iapun mencabut satu demi satu paku yang sudah sebulan ini ia tancapkan. Setelah berlelah-lelah mencabutnya,

Sang Anak bertanya lagi, "Yah, kalau yang pertama saya paham, tapi untuk pekerjaan kedua ini apa hikmahnya Yah?"

"Nak, ketahuilah saat kau marah sama saja kau sedang menancapkan satu paku pada seseorang yang kau marahi. Yang bisa jadi membuat hati orang itu terluka. Dan saat kau minta maaf, lihatlah bekas tancapan paku itu. Bagaimanapun tetap ada bekas yang sulit dihilangkan. Maka, kendalikan amarahmu nak!"

Imam ath-Thabrani daripada Abu Darda’, beliau berkata:
“ Ya Rasulullah, tunjukkanlah aku kepada suatu amalan yang memasukkanku ke dalam syurga. Rasulullah SAW bersabda: ‘ Janganlah kamu marah dan syurga adalah untukmu.’

Semoga kita bisa menjaga amarah kita.

Info

Video film kartun ini dibuat untuk mengajarkan kepada anak Anda agar terhindar dr kejahatan seks.http://s2390.vuclip.com/62/96/62963316000e3bef7816d93228943fcc/ba123207/Pendidikanuntuk_6296_w_2.3gp?c=869254634&u=4851863754&s=BReVmY&frm=w&z=1201Hal lain yang juga sering terabaikan adalah seringnya orangtua memberi pakaian yang terbuka pada anak-anaknya agar terlihat lucu dan modis. Karena bagi pedofilia, hal ini bisa mengundang niat jahat mereka.Memakaikan busana tipe tank top atau rok pendek tanpa mengenakan legging sebagai dalaman juga bisa memancing terjadinya kekerasan. Ketika anak-anak banyak bergerak, secara tidak sengaja bagian intimnya bisa terlihat. Sementara, tidak pernah ada yang tahu apakah ada pedofilia di sekitar anak-anak.Jika Anda peduli kepada masa depan anak2, silahkan membantu share kepada tiap orang tua yang memiliki anak2. :) semoga manfaat.

Imam Syafii

Imam syafi'i berkata
    "Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Alloh- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu ϑi dunia.
Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..

"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu ϑi dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami ϑά̲ŋ  berjuang bersama kami...??

"Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg ϑi hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, krn mrk memiliki Syafa'at pd hari kiamat".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis:

"Jika kalian tidak menemukan aku nanti ϑi  Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى  tentang aku:

"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu ϑi dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami ϑi dalam surgaMu.."

Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu ϑi  Akhirat dengan-Mu...

آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ

--
Wahai sahabatku..
Jika kalian tidak menemukan diriku ϑi  Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku ϑά̲ŋ bertanya pada Alloh ttg diriku, ϑά̲ŋ smoga Al loh ridha menyelamatkan diriku ϑά̲ŋ keluargaku dari siksa api neraka

AL Qur'an

Copas dari sebelah..

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur
- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda : “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadangkamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.
Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami.
Sempurnakanlah kekurangannya.

Smg kt mnjdi golongan org" yg tdk ditinggalkan o/ Alqur'an..amiinnn Yaa Robb

Selasa, 13 Mei 2014

Tausiyah

Video film kartun ini dibuat tuk mengajarkan kpd anak Anda agar trhindar dr kjahatan seks.
http://s2390.vuclip.com/62/96/62963316000e3bef7816d93228943fcc/ba123207/Pendidikanuntuk_6296_w_2.3gp?c=869254634&u=4851863754&s=BReVmY&frm=w&z=1201

Hal lain yg jg sering terabaikan adalah seringnya orangtua memberi pakaian yang terbuka pada anak-anaknya agar terlihat lucu dan modis.
Karna bagi pedofilia, hal ini bs mngundang niat jahat mereka.
Memakaikan busana tipe tank top atau rok pendek tanpa mengenakan legging sebagai dalaman juga bisa memancing terjadinya kekerasan.
Ketika anak2 banyak bergerak, secara tidak sengaja bagian intimnya bisa terlihat.
Sementara, tidak pernah ada yang tahu apakah ada pedofilia di sekitar anak2.

Jk Anda pduli kpd masa depan anak2, silahkan membantu share kpd tiap orang tua yang memiliki anak2 or cucu2 kita :)
Semoga bermanfaat.

Titik Buta

Seorang pemain butuh pelatih krn pemain tidak dapat melihat kelemahannya sendiri.

Kehadiran seorang gurupun bukan krn lebih pintar atw krn kelebihannya, tapi untuk memberitahukan titik buta/blind spot, untuk memberitahukan celah kekurangan yang tidak terlihat, melihat titik lemah, melihat sisi2 yang kurang.

Sesuatu yang dianggap biasa oleh qta belum tentu orang menganggap sama.

Untuk saling melengkapi, saling menghargai. Biarlah orang lain menjadi mata untuk qta.

Semoga dengan adanya orang lain yang saling mengingatkan, supaya tidak terperosok ke jurang kemaksiatan.

Senin, 12 Mei 2014

Tausiyah

Tahukah anda, mengapa anak kecil tertawa ketika anda lempar / ayunkan ke atas ? Karena ia tahu bawa anda pasti akan menangkapnya dan tidak akan membiarkannya jatuh !! Itulah keyakinan !! Begitu pula keyakinanku kepada Allah swt !! Walaupun keadaan buruk "melemparku". Aku yakin kasih sayang Allah swt pasti akan "menangkapku" sebelum aku terjatuh. Andai perjuangan ini mudah, pasti ramai yang menyertainya. Andai perjuangan ini singkat, pasti ramai yang istiqamah. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan dunia, pasti ramai orang yang tertarik padanya. Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya,umpama kemanisan yang tidak terhingga. Andai rebah, bangkitlah semula. Andai terluka, ingatlah Janji-Nya". (Hasan Al-Banna)

10 Alasan

10 Alasan Anak Perlu Lepas dari Gadget

KOMPAS.com - Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan perlunya anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak terpapar gadget. Sementara anak 3-5 tahun dibatasi satu jam perhari, dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Namun faktanya, anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan.

Bahkan, penggunaan ponsel pintar, tablet, dan piranti game elektronik sudah dimulai sejak usia sangat dini. Dokter anak asal Amerika Serikat Cris Rowan mengatakan, perlu ada larangan untuk penggunaan gadget pada usia terlalu dini, yakni anak di bawah 12 tahun. Alasannya, sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada mereka. Berikut di antaranya.

1. Pertumbuhan otak yang terlalu cepat

Di antara usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki masa yang paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak, termasuk dari gadget. Hanya saja, stimulasi yang berasal dari gadget diketahui berhubungan dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif, dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri.

2. Hambatan perkembangan

Saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak, yang berdampak pada hambatan perkembangan. Satu dari tiga anak yang masuk sekolah cenderung mengalami hambatan perkembangan sehingga berdampak buruk pada kemampuan berbahasa dan prestasi di sekolah.

3. Obesitas

Penggunaan gadget yang berlebihan diketahui bisa meningkatkan risiko obesitas. Anak-anak yang diperbolehkan menggunakan gadget di kamarnya mengalami peningkatan risiko obesitas sebanyal 30 persen. Padahal diketahui obesitas pada anak meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.

4. Gangguan tidur

Tidak semua orangtua mengawasi anaknya saat menggunakan gadget, sehingga kebanyakan anak pun mengoperasikan gadget di kamar tidurnya. Sebuah studi menemukan, 75 persen anak-anak usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur yang berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.

5. Penyakit mental

Sejumlah studi menyimpulkan, penggunaan gadget yang berlebiham merupakan faktor penyebab meningkatnya laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku pada anak.

6. Agresif

Anak-anak yang terpapar tayangan kekerasan di gadget mereka berisiko untuk menjadi agresif. Apalagi saat ini banyak video game ataupun tayangan yang berisi pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan kekerasan-kekerasan lainnya.

7. Pikun digital

Konten media dengan kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan risiko defisit perhatian, sekaligus penurunan daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cenderung menyusut.

8. Adiksi

Karena kurangnya perhatian orangtua (yang dialihkan pula oleh gadget), anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget mereka. Padahal hal itu memicu adiksi sehingga mereka seakan tak bisa hidup tanpa gadget mereka.

9. Radiasi

WHO mengategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dikeluarkannya. Apalagi anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi karena otak dan sistem imun yang masih berkembang, sehingga risiko mengalami masalah dari radiasi gadget lebih besar dari orang dewasa.

10. Tidak berkelanjutan

Sebuah penelitian membuktikan, edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan di ingatan anak-anak. Sehingga pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi mereka.

(sumber: http://health.kompas.com/read/2014/05/12/1640161/10.Alasan.Anak.Perlu.Lepas.dari.Gadget)

Pengemis Modern

Kopas dari group sebelah.

HATI-HATI!
PENGEMIS MODERN,.....

Info dari teman; Habis baca langsung SHARE ya.. biar temen2mu juga tau dan ga tertipu juga.

~» Kemaren saya belanja di Indomart/Superindo . trus abis bayar, kasirnya tanya secara otomatis (sesuai prosedur standarnya) apa sisa uang receh mau disumbangkan ke badan sosial? Teman saya jawab YA, krn dia pikir cuman recehan. Tp dia iseng becanda tanya, sumbang ke mana mbak? Ke gereja yah?Di jawab IYA (!!!!).Lho yg bener aja, ke badan sosial apa? GKI katanya,  teman saya bilang saya ISLAM. Coba kalian bayangin berapa Milyar gereja per bulan dpt dr ribuan Indomart (mungkin super/mini market lain).

Saya yakin banyak yg tdk tahu hal ini krn tidak DETAIL nanya atau kasir tdk kasih tahu (bisa jd hanya bos nyayg tahu).

Jadi kasih tahu yg lain biar hati2...!¤•¤

~» Penting diketahui :Indomaret walaupun franchise milik perorangan ternyata tetap membuat aturan pusat...dan pusatnya tetap milik Hary Tanoe yg modalnya dari George Soros...

Tiap minggu pagi, kebaktian di MNC Tower. Info dari jurnalist SINDO (muslim). Ini namaya penipuan. Anehnya mereka mancela para peminta sumbangan (utk mesjid) yg biasa mangkal di Jln raya, namun mereka tanpa malu2 menipu konsumen muslim dgn cara2 yg keji.

Mari sebarkan info ini kesemua saudara2 muslim, karena Semua yg kita sumbang utk musuh2 Allah akan diminta pertanggung jawaban.

Berita ini harus disebarkan spy umat Islam lbh berhati-hati, jgn sampe ikut andil ...

Jgn sampai jd senjata makan tuan.Langsung SHARE ya.. biar temen2mu juga tau dan ga tertipu juga   اِنْ شَآ ءَ اللّهُ  super market yg sudah bekerja sama dengan Rumah Zakat: Lotte mart, Alfa mart, giant klo tip top ke Dompet duafa.

Jadi di super market di atas kembalian ikhwah fillah otomatis didonasikan ke lembaga zakat yg sudah bekerjasama. والله اعلم

Salim A Fillah

Cinta Bersujud di Mihrab Taat

oleh Salim A. Fillah dalam
Inspirasi, Rajutan Makna , Sirah.

Julaibib, begitu dia biasa
dipanggil. Sebutan ini
sendiri mungkin sudah
menunjukkan ciri jasmani
serta kedudukannya di
antara manusia; kerdil dan
rendahan.
Julaibib. Nama yang tak biasa dan
tak lengkap. Nama ini, tentu
bukan dia sendiri yang
menghendaki. Tidak pula
orangtuanya. Julaibib hadir ke
dunia tanpa mengetahui siapa
ayah dan yang mana bundanya.
Demikian pula orang-orang,
semua tak tahu, atau tak mau tahu
tentang nasab Julaibib. Tak
dikenal pula, termasuk suku
apakah dia. Celakanya, bagi
masyarakat Yatsrib, tak bernasab
dan tak bersuku adalah cacat
kemasyarakatan yang tak
terampunkan.
Julaibib yang tersisih. Tampilan
jasmani dan kesehariannya juga
menggenapkan sulitnya manusia
berdekat-dekat dengannya.
Wajahnya yang jelek terkesan
sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam.
Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya
lusuh. Kakinya pecah-pecah tak
beralas. Tak ada rumah untuk
berteduh. Tidur sembarangan
berbantalkan tangan, berkasurkan
pasir dan kerikil. Tak ada
perabotan. Minum hanya dari
kolam umum yang diciduk dengan
tangkupan telapak. Abu Barzah,
seorang pemimpin Bani Aslam,
sampai-sampai berkata tentang
Julaibib, ”Jangan pernah biarkan
Julaibib masuk di antara kalian!
Demi Allah jika dia berani begitu,
aku akan melakukan hal yang
mengerikan padanya!”
Demikianlah Julaibib.
Namun jika Allah berkehendak
menurunkan rahmatNya, tak satu
makhlukpun bisa menghalangi.
Julaibib berbinar menerima
hidayah, dan dia selalu berada di
shaff terdepan dalam shalat
maupun jihad. Meski hampir
semua orang tetap
memperlakukannya seolah dia
tiada, tidak begitu dengan Sang
Rasul, Sang rahmat bagi semesta
alam. Julaibib yang tinggal di
shuffah Masjid Nabawi, suatu hari
ditegur oleh Sang
Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa
Sallam. ”Ya Julaibib”, begitu
lembut beliau memanggil,
”Tidakkah engkau menikah?”
”Siapakah orangnya Ya
Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang
mau menikahkan putrinya dengan
diriku ini?”
Julaibib menjawab dengan tetap
tersenyum. Tak ada kesan
menyesali diri atau menyalahkan
takdir Allah pada kata-kata
maupun air mukanya. Rasulullah
juga tersenyum. Mungkin memang
tak ada orangtua yang berkenan
pada Julaibib. Tapi hari
berikutnya, ketika bertemu
dengan Julaibib, Rasulullah
menanyakan hal yang sama.
”Wahai Julaibib, tidakkah engkau
menikah?” Dan Julaibib menjawab
dengan jawaban yang sama.
Begitu, begitu, begitu. Tiga kali.
Tiga hari berturut-turut.
Dan di hari ketiga itulah, Sang
Nabi menggamit lengan Julaibib
kemudian membawanya ke salah
satu rumah seorang pemimpin
Anshar. ”Aku ingin”, kata
Rasulullah pada si empunya
rumah, ”Menikahkan puteri
kalian.”
”Betapa indahnya dan betapa
berkahnya”, begitu si wali
menjawab berseri-seri, mengira
bahwa Sang Nabi lah calon
menantunya. ”Ooh.. Ya
Rasulallah, ini sungguh akan
menjadi cahaya yang
menyingkirkan temaram dari
rumah kami.”
”Tetapi bukan untukku”, kata
Rasulullah. ”Kupinang puteri
kalian untuk Julaibib.”
”Julaibib?”, nyaris terpekik ayah
sang gadis.
”Ya. Untuk Julaibib.”
”Ya Rasulullah”, terdengar helaan
nafas berat. ”Saya harus meminta
pertimbangan isteri saya tentang
hal ini.”
”Dengan Julaibib?”, isterinya
berseru. ”Bagaimana bisa?
Julaibib yang berwajah lecak, tak
bernasab, tak berkabilah, tak
berpangkat, dan tak berharta?
Demi Allah tidak. Tidak akan
pernah puteri kita menikah
dengan Julaibib. Padahal kita
telah menolak berbagai
lamaran..”
Perdebatan itu tak berlangsung
lama. Sang puteri dari balik tirai
berkata anggun. ”Siapakah yang
meminta?”
Sang ayah dan sang ibu
menjelaskan.
”Apakah kalian hendak menolak
permintaan Rasulullah? Demi
Allah, kirim aku padanya. Dan
demi Allah, karena
Rasulullah lah yang meminta,
maka tiada akan dia membawa
kehancuran dan kerugian
bagiku.” Sang gadis shalihah lalu
membaca ayat ini;
an tidaklah patut bagi
lelaki beriman dan
perempuan beriman,
apabila Allah dan RasulNya
telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi
mereka pilihan lain tentang
urusan mereka. Dan
barangsiapa mendurhakai
Allah dan Rasul-Nya maka
sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata. (QS Al
Ahzab [33]: 36)
Dan Sang Nabi dengan tertunduk
berdoa untuk sang gadis shalihah,
” Allahumma shubba ‘alaihima
khairan shabban.. Wa la taj’al
‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya
Allah, limpahkanlah kebaikan atas
mereka, dalam kelimpahan yang
penuh berkah. Janganlah Kau
jadikan hidupnya payah dan
bermasalah..”
Doa yang indah.
Sungguh kita belajar dari Julaibib
untuk tak merutuki diri, untuk tak
menyalahkan takdir, untuk
menggenapkan pasrah dan taat
pada Allah dan RasulNya. Tak
mudah menjadi orang seperti
Julaibib. Hidup dalam pilihan-
pilihan yang sangat terbatas. Kita
juga belajar lebih banyak dari
gadis yang dipilihkan Rasulullah
untuk Julaibib. Belajar agar cinta
kita berhenti di titik ketaatan.
Meloncati rasa suka dan tak suka.
Karena kita tahu, mentaati Allah
dalam hal yang tak kita suka
adalah peluang bagi gelimang
pahala. Karena kita tahu,
seringkali ketidaksukaan kita
hanyalah terjemah kecil
ketidaktahuan. Ia adalah bagian
dari kebodohan kita.
Isteri Julaibib mensujudkan
cintanya di mihrab taat. Ketika
taat, dia tak merisaukan
kemampuannya.
Memang pasti, ada batas-batas
manusiawi yang terlalu tinggi
untuk kita lampaui. Tapi jika kita
telah taat kepada Allah, jangan
khawatirkan itu lagi. Ia Maha
Tahu batas-batas kemampuan diri
kita. Ia takkan membebani kita
melebihinya. Isteri Julaibib telah
taat kepada Allah dan RasulNya.
Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah
telah berdoa. Mari kita ngiangkan
kembali doa itu di telinga. ”Ya
Allah”, lirih Sang Nabi,
”Limpahkanlah kebaikan atas
mereka, dalam kelimpahan yang
penuh barakah. Janganlah Kau
jadikan hidupnya payah dan
bermasalah..”
Alangkah agungnya! Urusan kita
sebagai hamba memang taat
kepada Allah. Lain tidak! Jika kita
bertaqwa padaNya, Allah akan
bukakan jalan keluar dari
masalah-masalah yang di luar
kuasa kita. Urusan kita adalah
taat kepada Allah. Lain tidak.
Maka sang gadis menyanggupi
pernikahan yang nyaris tak
pernah diimpikan gadis manapun
itu. Juga tak pernah terbayang
dalam angannya. Karena ia taat
pada Allah dan RasulNya.
Tetapi bagaimanapun ada
keterbatasan daya dan upaya
pada dirinya. Ada tekanan-
tekanan yang terlalu berat bagi
seorang wanita. Dan agungnya,
meski ketika taat ia tak
mempertimbangkan
kemampuannya, ia yakin Allah
akan bukakan jalan keluar jika ia
menabrak dinding karang
kesulitan. Ia taat. Ia bertindak
tanpa gubris. Ia yakin bahwa
pintu kebaikan akan selalu
terbuka bagi sesiapa yang
mentaatiNya.
Maka benarlah doa Sang Nabi.
Maka Allah karuniakan jalan
keluar yang indah bagi semuanya.
Maka kebersamaan di dunia itu
tak ditakdirkan terlalu lama.
Meski di dunia sang isteri
shalihah dan bertaqwa, tapi
bidadari telah terlampau lama
merindukannya. Julaibib lebih
dihajatkan langit meski tercibir di
bumi. Ia lebih pantas menghuni
surga daripada dunia yang
bersikap tak terlalu bersahabat
kepadanya. Adapun isterinya,
kata Anas ibn Malik, tak satupun
wanita Madinah yang
shadaqahnya melampaui dia,
hingga kelak para lelaki utama
meminangnya.
Saat Julaibib syahid, Sang Nabi
begitu kehilangan. Tapi beliau
akan mengajarkan sesuatu kepada
para shahabatnya. Maka Sang
Nabi bertanya di akhir
pertempuran, “Apakah kalian
kehilangan seseorang?”
“Tidak Ya Rasulallah!”, serempak
sekali. Sepertinya Julaibib
memang tak beda ada dan
tiadanya di kalangan mereka.
“Apakah kalian kehilangan
seseorang?”, beliau Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bertanya lagi.
Kali ini wajahnya merah bersemu.
“Tidak Ya Rasullallah!” Kali ini
sebagian menjawab dengan was-
was dan tak seyakin tadi.
Beberapa menengok ke kanan dan
ke kiri.
Rasulullah menghela nafasnya.
“Tetapi aku kehilangan Julaibib”,
kata beliau.
Para shahabat tersadar.
“Carilah Julaibib!”
Maka ditemukanlah dia, Julaibib
yang mulia. Terbunuh dengan
luka-luka, semua dari arah muka.
Di seputaran menjelempah tujuh
jasad musuh yang telah dia
bunuh.
Sang Rasul, dengan tangannya
sendiri mengafani Sang Syahid.
Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa
Sallam menshalatkannya secara
pribadi. Ketika kuburnya digali,
Rasulullah duduk dan memangku
jasad Julaibib, mengalasinya
dengan kedua lengan beliau yang
mulia. Bahkan pula beliau ikut
turun ke lahatnya untuk
membaringkan Julaibib. Saat
itulah, kalimat Sang Nabi untuk si
mayyit akan membuat iri semua
makhluq hingga hari berbangkit.
“Ya Allah, dia adalah bagian dari
diriku. Dan aku adalah bagian
dari dirinya.”
YA, Pada kalimat itu;
tidakkah kita
cemburu?
sepenuh cinta,
Salim A. Fillah

Sabtu, 10 Mei 2014

Amalan Istimewa

○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○

�� Amalan Istimewa ��

�� Masih ingat kisah seorang sahabat yang dikabarkan Rasulullah masuk surga karena setiap malam sebelum tidur dia selalu memaafkan kesalahan orang-orang yang berbuat salah kepadanya?

�� Masih ingat kisahnya Bilal bin Rabbah,dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari,

“Rasulullah berkata kepada Bilal, “Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga?” Bilal menjawab; “Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka”

�� Masih ingat kisah seorang Wanita yang sudah bertahun-tahun dikubur namun jasad dan wajahnya tampak seperti baru dikuburkan. Bahkan dengan senyuman yang sangat berseri di wajahnya. Ketika ditanyakan kepada ibunya, apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, sehingga mendapatkan kemulian tersebut. Amal istimewa yang selalu dilakukan selama hidupnya adalah tilawah Qur’an setiap habis sholat meskipun hanya sebentar.

�� Ada juga cerita seorang akhwat, yang terkena bencana Tsunami di Aceh saat sedang mengisi dauroh di sebuah kampus ternama di Aceh. Jasadnya tidak rusak, bahkan pakaiannya masih utuh tanpa ada yang robek. Padahal kebanyakan orang yang meninggal di lokasi yang sama dengannya mengalami luka-luka yang mengerikan. Ibu ini adalah seseorang yang senantiasa menjaga auratnya semenjak berusia baligh sampai dia meninggal dunia.

�� Masih dari Aceh, saat proses pencarian korban tsunami. Relawan-relawan yang setiap hari tugasnya berhadapan dengan mayat-mayat yang setengah membusuk, hancur dan bau dikarenakan lama terendam di air dan tertimpa reruntuhan bangunan, suatu hari mencium bau yang sangat wangi. Mereka penasaran darimana sumber bau wangi itu diantara bau busuk dari mayat-mayat yang lain. Bau wangi ini terasa sangat istimewa, seakan-akan jadi penghibur bagi mereka yang bertemankan dengan bau-bau yang menusuk hidung. Setelah lama berusaha mencarinya, mereka akhirnya menemukan sumber bau yang istimewa itu, ternyata dari salah seorang korban tsunami.

Tapi mayat ini amat istimewa, selain mengeluarkan bau yang wangi, jasadnya tidak rusak sedikitpun. Bahkan wajahnya dihiasi dengan senyuman kebahagiaan. Karena istimewanya mayat ini, para relawan memutuskan untuk tidak menguburkan jenazahnya di kuburan massal seperti mayat-mayat yang lain. Mereka berusaha mencari identitas korban dengan mengumumkan penemuan jenazah tersebut kepada masyarakat.

Ternyata ada anggota keluarga yang mengenali jenazah tersebut dan membawa pulang jenazahnya untuk dikuburkan secara layak. Namun, sebelum anggota keluarga membawa pulang jenazah tersebut, relawan-relawan yang penasaran bertanya, apa yang telah dilakukan oleh jenazah tersebut selama hidup didunia”? Anggota keluarganya menjelaskan, bahwa jenazah tersebut adalah seorang hafidzah yang istiqomah menjaga hafalannya. Memuraja’ah hafalannya setiap hari.

�� Belajar dari beberapa cerita diatas, hendaknya kita juga memiliki amalan istimewa yang konsisiten kita lakukan setiap harinya. Kemuliaan mereka terlihat dari konsistennya mereka menjaga amalnya. Meskipun terkesan sederhana, tapi tidak banyak orang yang konsisten dan mampu melaksanakannya. Merekalah orang-orang pilihan yang memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan yang lain.

�� Sesungguhnya surga itu memiliki banyak pintu, dan setiap orang akan memasuki pintu-pintu tersebut sesuai amal terbaiknya atau amal unggulannya selama hidup.

�� Meskipun kita juga memiliki kesempatan memasuki surga melalui semua pintu seperti Abu Bakar As Shiddiq, tapi yang paling penting adalah kita harus mempersiapkan amal terbaik kita dihadapan Allah SWT, untuk selanjutnya kita serahkan kepada Allah untuk menilainya sembari kita memohon kepada Allah agar memasukkan kita ke barisan orang-orang yang mendapatkan kemulian JannahNya.

⏰ Dalam 24 jam waktu kita, begitu banyak ibadah yang bisa menjadi amalan unggulan kita.

Misalnya :
 Sholat berjamaah tepat pada waktunya,
bersedekah setiap harinya,
berwudhu sebelum tidur,
puasa senin-kamis,
selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman,
Tilawah Qur’an setiap habis sholat,
memakai pakaian terbaik saat sholat,
selalu menjaga wudhu dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun,
menghafal Qur’an walau cuman seayat setiap habis sholat,
selalu tersenyum dan berwajah ceria saat bertemu orang lain,
selalu mengucapkan hamdallah ketika mendapatkan nikmat Allah SWT
dan sebagainya.

�� Allah mencintai amal yang kita lakukan secara konsisten (terus menerus) meskipun sedikit. Maka milikilah amalan istimewa yang hanya dirimu dan Allah saja mengetahuinya. Kerjakanlah secara konsisten walaupun amalan tersebut sederhana, tapi yakinlah tidak semua orang mampu istiqomah mengerjakannya.

Selamat memiliki amalan istimewa! Dan menggenggam kunci syurga 

○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○