Jumat, 02 Oktober 2020

Budi Daftar Kuliah (Bagian 2)

Rani tak henti menasihati Budi anak sulungnya untuk ambil banyak-banyak peluang PTN.
"Aa daftar aja kemana-mana, nanti siapa tahu ada yang nyangkut." 
"Iya mi." Kata Budi menjawab pernyataan uminya  

Budipun melaksanakan petuah sang umi yang memang tidak ada salahnya dengan mendaftar ke 5 PTN secara mandiri, di luar SNMPTN.

"Aa ga nyoba masuk STAN?, biar kaya abi."
"Enggak mi, aa ga suka ngitung-ngitung." 
"Padahal coba aja, kan belum tentu keterima juga, kalau keterima alhamdulillah."
"Enggak mi, aa ga mau."

"Ya udah, ga papa." Ujar Rani. Pengumuman PTN tiba dan rupanya belum rizki buat Budi untuk masuk PTN.

"Mi, aa mau daftar ke UTM ya?" Budi menyampaikan keinginannya pada umminya.
"Ummi sih terserah abi, coba tanya abi." 

"Gimana bi, boleh ga?" Kata Budi pada abinya yang sedari tadi asyik di depan komputer. 

"Emang biayanya berapa dan sama siapa?" Tanya Doni pada putra sulungnya.

"Belum tahu bi berapa biayanya, daftar bareng Gio dan Mis." Kata Budi. 

"Daftar saja dulu, kalau keterima baru kita pikirkan lagi." Doni berujar. 

Budipun menjalani proses lumayan njelimet mulai dari pendaftaran online yg bahasanya in English semua yang bisa Budi sedikit atasi dengan bekal kursus Bahasa Inggris setiap minggu dengan Miss Dhea. 

#BudiDaftarKuliahBagian2
#TantanganMenulisHarike14 
#TantanganMenulisGurusiana

Rencana Rani (Bagian 1)

Keinginan Rani sangat kuat sekali untuk mengajak Dita putrinya ke negeri Jiran untuk melihat-lihat kampus masa depannya. 

Saat ini Dita menginjak kelas 11 dan tahun depan sudah kelas 12 yang harus menentukan tempatnya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. 

"Ayo teh, kita ke Malaysia ya, insya Allah bulan September nanti, supaya teteh bisa lihat-lihat tempat kuliah yang cocok." Begitu Rani menyampaikan keinginannya. 

Rani sangat percaya diri bahwa Doni suaminya akan mengizinkan karena tahu betul kalau suaminya itu sangat antusias menyekolahkan anak-anaknya di Jiran setelah Budi anak sulung Rima dan Edwin telah lebih dulu kuliah di sana. 

Rani bertekad akan berangkat berdua saja dengan Dita berbekal uang simpanannya. Ranipun mulai merayu suaminya supaya mengizinkan. 

"Emang kenapa harus kesana segala? Udah langsung aja kuliah disana." 

Jawaban yang sudah Rani duga tapi Rani tidak kehabisan akal, "Dita ini beda bi, tidak seperti Budi yang mau nurut begitu saja keinginan orang tuanya, biarkan Dita melihat-lihat dulu kampusnya disana." 

Doni hanya diam, sepertinya membenarkan kata-kata istrinya namun belum juga bisa mengeluarkan izin untuk Rani, mungkin masih cemas kalau hanya berdua saja yang berangkat.

Dita sendiri tentu akan mau diajak melihat-lihat, kan bisa sambil jalan-jalan juga. 

(Bersambung)

#RencanaRani(Bagian1)
#TantanganMenulisHarike13 
#TantanganMenulisGurusiana