Rabu malam (20/04) kepala terasa pusing, sayapun terlelap tidur dan bangun jam 3 dini hari untuk mempersiapkan makan sahur keluarga.
Alhamdulillah pusingnya hilang dan saya teringat kalau belum menulis, dalam hati hanya bisa bergumam "yah terjun bebas lagi deh."
Sayapun pasrah menyadari kenyataan kalau harus terjun bebas lagi yang ke 37, sudah banyak sekali terjun bebasnya.
Seperti biasa saya anggap biasa saja daripada dipikirkan seperti awal-awal hanya bikin tegang kepala saja.
Ya sudah saya akan lanjut lagi kembali ke angka 1. Namun harapan dan kenyataan jauh berbeda.
Kamis (21/04), Jumat (22/04), Sabtu (23/04) dan Minggu (24/04) badan rasanya remuk redam, cape, lelah menjadi satu. Saya ingat harus nulis tapi rasanya sudah tidak kuat untuk berpikir dan menulis.
Saya biarkan tidak menulis karena badan tidak bisa diajak kompromi, sisi lain sayapun merasa tidak perlu ambisi ataupun ngotot memaksakan diri menulis dalam keadaan lelah.
Saya berpikir, raga ini memiliki haknya untuk istirahat, ada kalanya harus bisa mengukur diri supaya tidak terlalu memporsir badan dan pikiran.
Keinginan untuk bisa menulis selama setahun saya biarkan lewat lagi bukan berarti saya menyerah tapi badan ini memiliki haknya untuk tidak terlalu dituntut.
Tak mengapa saya terjun bebas lagu, mulai lagi ke hari pertama, yang penting kesehatan terjaga. Alhamdulillah malam ini (25/04) saya bisa mulai menulis lagi setelah 5 hari berturut-turut kosong tiada tulisan yang dibuat.
#TerjunBebaske36
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar