Senin, 31 Januari 2022

#Mualaf#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Kalau membaca kisahnya para mualaf suka terharu.

Mereka mengenal Islam dengan berbagai cara, kalau ditelaah sangat unik sekali macam-macam pintu hidayah yang mereka terima.

Allahlah yang Maha membolak balikkan hati seseorang dimana ada yang tadinya benci sekali kepada Islam malah menjadi berbalik masuk agama Islam.

Buat kita yang sudah beragama Islam sejak lahir, mintalah keteguhan hati dan keistiqomahan bagi diri dan keluarga hingga akhir hayat, aamiin. 

Jangan mau kalah dengan para mualaf, mereka seringkali lebih jago dan mempelajari Islam lebih dalam, tidak jarang diantara mereka seringkali banyak yang menjadi pendakwah bahkan ada pula yang menjadi hafidz/hafidzah.

Diri ini sering merasa malu sebagai yang sudah memeluk agama Islam sejak lahir tapi kalah jauh dengan para mualaf itu.

Ada juga mualaf yang berbagai faktor tidak melaksanakan ibadah dengan baik bahkan ada pula yang kembali lagi pada agama lama mereka.

#Mualaf
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 30 Januari 2022

#TerjunBebaske34#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Kecewa, kesal tapi mau bagaimana lagi, pasrah saja saat pagi ini (30/01) menyadari kemarin belum menulis karena ketiduran.

Harus menerima kenyataan jatuh lagi untuk yang ke 34 kalinya. 

Apa mau dikata, rasanya campur aduk tapi saya tidak mau berhenti menulis. 

Sebenarnya sudah punya beberapa tulisan tapi entah kenapa lupa saya upload, jadi alasan terjun bebas kemarin agak rancu antara lupa dan ketiduran. 

Seharian lupa upload tulisan lalu malamnya ketiduran, berarti alasannya setengah lupa dan setengah ketiduran. 

Lupa dan ketiduran sepertinya mendominasi gagal dalam menulis tiap hari. Ada rasa ingin mendata mulai dari terjun bebas yang pertama sampai 34 alasan apakah yang paling banyak. 

Kalau malas sepertinya agak jarang, begitu pula pusing dan kesalahan teknis menjadi salah satu alasan yang menyebabkan gagal menulis. 

Lupa, ketiduran, sakit sepertinya sesuatu yang sudah melekat pada diri ini namun kita tidak boleh menghakimi diri sendiri karena itu pertanda lemahnya diri ini.

Kita harus merasa mampu dalam melakukan sesuatu karena itu adalah modal utama untuk kita agar bisa maju dimasa depan. 

Jika kita menganggap diri tidak mampu itu sama saja mengekang diri dengan kata-kata melemahkan jiwa raga dan akan kejadian sesuai persangkaan kita. 

Hari ini saya mulai lagi dari angka 1 bukan nol ya, semoga ke depannya bisa lebih baik lagi dan mampu mencapai tujuan minimal satu tahun, aamiin.

#TerjunBebaske34
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 28 Januari 2022

#Bapak#TantanganMenulisHarike22#TantanganMenulisGurusiana

Waktu kecil suka merhatiin alm bapak lagi sholat, kalau lihat bapak bawaannya kasihan karena sudah kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dulu sering membayangkan bagaimana jika kehilangan bapak, saya merasa belum siap jika ditinggal bapak.

Entah mengapa ada pikiran seperti itu dalam benak ini, intinya saya memang sayang sama bapak dan ibu. 

Bapak yang kehidupannya sangat sederhana sejak masih kecil, harus berbagi tugas dengan saudara-saudaranya.

Bapak yang harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk bisa sekolah di kota. Tambah sedih kalau ingat cerita bapak.

Perjuangan hidupnya sangat terasa hingga tua karena tidaklah bergelimang harta, semua cukup sesuai penghasilan pegawai negeri di masa itu. 

Jatah beras yang jauh dari kata bagus, uang gaji yang dipotong pinjaman namun bapak mampu menghidupi kami semua.

Tentu saja peran ibu sangat penting dalam mengatur jatah buat sehari-hari.

Alhamdulillah kami 5 bersaudara bisa sekolah baik di negeri maupun swasta tapi ada yang unik dimana kami tiap bulan menerima uang buat ongkos tanpa ada uang jajan.

Kalau mau jajan kami harus hemat naik angkot dulu baru bisa jajan, misal kami rela jalan kaki supaya bisa jajan.

Pernah saya dan almh adik jalan kaki ke mall supaya bisa jajan, kami jalan bolak balik tanpa merasa letih karena senang saja. 

Jarak yang seolah dekat padahal jauh, jika membayangkan saat ini, betapa kuatnya kami kala itu. 

Anak kecil yang masih SD jalan kaki tanpa ada rasa takut, kami jalan di pinggiran saja tak ada kata nyebrang, menyusuri jalan trotoar yang sampai saat ini masih ada dan kokoh walau sudah puluhan tahun, lebih dari 35 tahun yang lalu. 

Rupanya apa yang dialami bapak, kamipun mengalaminya dan harus banyak bersyukur.

#Bapak
#TantanganMenulisHarike22
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 27 Januari 2022

#KehidupanRT#TantanganMenulisHarike21#TantanganMenulisGurusiana

Ya Allah sedih amat ya membayangkan para suami yang saat disuruh memilih mau perempuan itu atau istri sahnya yang sudah melahirkan anak-anaknya, suami ga bisa milih karena ingin keduanya, pada akhirnya istripun pasrah diduakan, namun seiring berjalannya waktu beberapa diantara para istri akhirnya mengalah dan mundur teratur karena tidak menemukan kedamaian selama diduakan.

Sekelas pejabat, ustadzah, artis dan orang biasapun ada yang tidak kuat menjalani kehidupan diduakan, sebut Bu N, Bu D, Bu E dll yang akhirnya tidak sanggup menjalani kehidupan diduakan. 

Kita orang lain hanya bisa menilai atas kasat mata yang terlihat saja tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi hingga para istri itu memilih mengalah atas keadaan yang seolah tidak berpihak padanya. 

Itu sepertinya masih mending dari pada para suami tanpa ba bi bu langsung memilih wanita yang baru disukainya ketimbang istri yang sudah menemani berjuang sejak awal, merintis hidup baru dari 0 serta melahirkan anak-anak dengan penuh pengorbanan. 

Apakah para suami itu melupakan begitu saja semua itu, lupakah mereka atas semua perjuangan bersama merintis rumah tangga.

Ada yang unik dari semua kejadian di atas, rata-rata terjadi pada para pria mapan sudah matang dalam usaha, jarang yang diambil itu adalah pria yang tak berharta dan tak berpenghasilan. 

Benar-benar sedih dan miris atas semua kejadian itu karena jadi ada seorang ibu yang single fighter mendidik anak-anaknya tanpa ditemani suami yang dulu sangat baik dan setia.

#KehidupanRT
#TantanganMenulisHarike21
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 26 Januari 2022

#SaudaraKandung3#TantanganMenulisHarike20#TantanganMenulisGurusiana

Jika ada yang tidak berkenan dengan saudara kandung sebaiknya selesaikan baik-baik.

Jangan emosional, marah-marah tidak jelas, menyindir dsb.

Ingatlah kita pernah tinggal satu atap jangan sungkan untuk bertanya, diskusi dan musyawarah.

Jangan menutup diri kita bahkan sampai menutup komunikasi karena komunikasi itu penting jangan sampai ada kesalah fahaman.

Jangan pernah memperlakukan saudara kandungnya seperti musuh, musuh besar yang tak tertandingi. 

Jaga kebersamaan, ingat lagi masa lalu yang indah bersama saudara kandung, bercanda bersama, bermain bersama. Itu sebabnya jika ada salah satu saudara kandung yang meninggal duluan, akan meninggalkan luka mendalam.

#SaudaraKandung3
#TantanganMenulisHarike20
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 25 Januari 2022

#SaudaraKandungpart2#TantanganMenulisHarike19#TantanganMenulisGurusiana

Sampai sekarang masih sering teringat saat bersama dulu kami dalam satu rumah.

Bercanda, berantem, saling menolong, nonton TV bareng, makan bareng, susah bareng, senang bareng. 

Bersama saudara kandung itu kenangannya tak tergantikan. Kangen masa-masa lalu saat bersama, sering sedih mengingatnya, satu rumah dengan orang tua yang masih lengkap dan gagah. 

Kenangan indah, semuanya indah walau mengingat saat berantempun terasa indah. 

Jagalah selalu rasa persaudaraan dengan saudara kandung jangan ada pertikaian karena hanya dengan saudara kandung yang memiliki hubungan sedarah. 

Jangan saling menyakiti, teruslah tanam rasa kasih sayang walaupun saat ini sudah berpencar satu sama lain. 

Patut saya syukuri karena kami berkumpul dalam satu kota sehingga tidak sulit jika ingin bertemu, terbayang orang lain yang berbeda kota, provinsi bahkan mungkin beda negara, sangat jauh untuk dijangkau. 

Walaupun satu kota terasa jauh karena kami jarang bertemu, hanya bertemu sesekali saja, di group WApun sepi sepi saja tidak ada obrolan hangat, semua seperti sedang menyimpan duri dalam daging.

#SaudaraKandungpart2
#TantanganMenulisHarike19
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 24 Januari 2022

#SaudaraKandung#TantanganMenulisHarike18#TantanganMenulisGurusiana

Dengan saudara kandung, memiliki ikatan tersendiri yaitu ada rasa sayang dan tidak ada rasa sungkan, yang ada rasa saling menghargai satu sama lain.

Namun jangan juga terlalu kebablasan misal dengan saudara kandung terus menerus minta atau pinjam uang. 

Jangan sampai gara-gara uang yang tidak seberapa, menyebabkan sebuah keretakan dalam persaudaraan. 

Rasa yang dimiliki oleh saudara kandung sesuatu yang tidak hilang dan juga tidak datang dalam sekejap.

Sesama saudara kandung tidak boleh saling menyakiti.

#SaudaraKandung
#TantanganMenulisHarike18
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 23 Januari 2022

#Marni#TantanganMenulisHarike17#TantanganMenulisGurusiana

Siapapun pasti sedih kalau berkali-kali disindir oleh kakak sendiri. 

Itu yang terjadi pada Marni saat sang Kak Ferdy sang kakak melakukannya. 

Saat tahlil kematian ayah, Kak Ferdy menyindir di group WA keluarga dengan mengatakan, "bos mah bebas."

Deg, Marni yang merasa pengorbanan Mas Gema suami Marni yang sudah mengeluarkan uang berpuluh-puluh juta untuk biaya tahlil merasa tidak dihargai sama sekali oleh Kak Ferdy.

Marnipun tetap harus bersikap waras, jangan terpancing emosi, pura-pura mengabaikan apa yang disampaikan Kak Ferdy.

Bukan tanpa alasan Mas Gema mengeluarkan uang, bisa dibilang uang yang dikeluarkan Mas Gema sudah ratusan juta karena alm ayah sudah meminjam sejumlah uang kepada Mas Gema sambil memohon sehingga Mas Gema tidak kuasa menolak.

Ayah Marni yang pensiunan tentu saja tidak memiliki uang untuk membayar hutang 100 juta. 

Ayah mengajak Marni dan Mas Gema keliling supaya memilih sebidang tanah yang disukainya.

Ada 3 lokasi yang diperlihatkan, yang dekat rumah ayah dan sekarang menjadi kuburan alm ayah lalu sebidang tanah dekat kampung halaman alm ayah dan yang terakhir tepat di belakang sekolah. 

Dari ke tiga tanah itu tidak ada satupun yang menarik karena yang pertama dekat pemakaman umum, yang kedua lokasi terlalu jauh dan yang terakhir tidak memiliki akses jalan. 

Dengan terpaksa Mas Gema memilih yang terakhir karena agar urusan ayah selesai dan sekarang menjadi terbalik, Mas Gema yang punya hutang. 

Mas Gema dan Marni segera memilih notaris untuk mengurus jual beli tanah tapi belum selesai urusan dengan notaris, ayah keburu meninggal. 

Tahlilan diadakan dengan biaya yang tidak sedikit, hampir mencapai 70 juta lebih. 

Tentu saja semua saudara bersyukur karena ada solusi untuk biaya tahlilan, anggap sebagai penghargaan terakhir ayah kepada sekelilingnya. 

Namun tanpa ada angin atau hujan, Jumat (21/01/2022) jam 19.11 Kak Ferdy kirim Voice Note di group keluarga kandung dengan penuh emosional yang intinya protes atas adanya acara tahlilan, Marni bingung kenapa setelah sekian lama ada dibahas lagi, ada apa gerangan.

Setelah kirim VN, Kak Ferdy langsung keluar group. 

Marni yang masih terkaget-kaget tentu saja langsung masukkan lagi Kak Ferdy ke group WA untuk penjelasan lebih lanjut namun Mas Ferdy malah keluar group lagi, Marni berniat masukkan lagi namun sudah tidak bisa entah apakah karena Kak Ferdy langsung block Marni. 

Marnipun pasrah, harus dengan cara apa lagi berkomunikasi dengan Kak Ferdy, sedangkan japri WA terakhir saja (12/12/2021) tidak dibaca oleh Kak Ferdy padahal beberapa menit sebelumnya masih berbalas-balasan WA. 

Begitulah kalau bermodalkan emosi semata, Kak Ferdy rupanya tidak ingin ada komunikasi lagi.

Marnipun merasa harus ada komunikasi lagi dengan Kak Ferdy, kalau komunikasi langsung sudah terbayang Kak Ferdy akan emosional dan tidak akan menyelesaikan masalah. 

Menyampaikan ke Kak Yati istri Kak Ferdy juga sepertinya tidak memungkinkan karena selama ini Kak Yatipun seperti kehabisan kata-kata kalau menghadapi Kak Ferdy. 

Minggu pagi (23/01/2022) Marni yang sudah tidak bisa lagi membendung kesedihannya dan dada yang terasa sesak atas perlakuan Kak Ferdy, merasa harus segera selesai urusannya, Marni pilih kirim WA di group keluarga yang ada ipar, keponakan dan pasangan dengan harapan semua mengetahui titik persoalannya tanpa perdebatan. 

Marnipun menyampaikan di group agar kelak tidak perlu ada tahlilan lagi untuk merayakan tepung tahun karena sudah tidak bagus di mata Kak Ferdy yang cenderung menyalahkan Marni dan Mas Gema. 

Sindiran Kak Ferdy sangat menyakitkan menyayat-nyayat hati serta Kak Ferdy tidak menghargai lagi Mas Gema karena Kak Ferdy berulang-ulang menyindir Marni.

Marni tidak mau kehilangan akal sehat karena tidak ada cara untuk berkomunikasi dengan kak Ferdy. Setelah pesan tersampaikan Marni merasa tenang walau masih gemetaran sejak menerima Voice Note dari kak Ferdy.

Sebelumnya (03/12/2021) Kak Ferdy sempat menyindir juga dan langsung keluar group, sama Kak Dodi kakak kedua Marni langsung dimasukkan lagi. 

Marnipun mengetahui Kak Ferdy sudah ada di group lagi langsung minta penjelasan atas sindiran Kak Ferdy namun tidak ada jawaban.

Ya sudah Marnipun menghargai keputusan Kak Ferdy yang tidak mau menjawab. 

Sebenarnya sikap aneh Kak Ferdy sudah Marni rasakan sejak sekitar 8 tahun lalu setelah Kak Ferdy meminjam uang ke Marni sejumlah 10 juta.

Saat itu tiba-tiba ada telpon masuk, rupanya dari Kak Ferdy, "Mar, aku pinjam uang 10 juta ya?"

Marnipun segera menjawab, "iya kak, ke rumah saja ya."

Besoknya Kak Ferdy datang ke rumah untuk ambil uangnya.

Sampai-sampai Marni lupa menanyakan kapan akan diganti.

Marni pikir akan ganti secepatnya namun tahun berganti tidak kunjung dibayar malah perubahan sikap yang diterima Marni, Kak Ferdy seperti selalu menghindar.

Kalau lebaran tidak pernah ketemu di rumah ayah, pada akhirnya Marni sebagai adik harus berusaha bersikap profesional untuk tetap menghargai dan menghormati Kak Ferdy sebagai kakak.

Setiap tahun setelah lebaran, Marni selalu datang ke rumah Kak Ferdy untuk sungkem namun setiap kali datang tidak pernah ketemu sama sekali.

Pernah Kak Yati bilang Kak Ferdy ada di kamar, Marnipun menunggu sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Kak Yati namun Kak Ferdy tidak kunjung keluar kamar.

Sampai akhirnya Marni pamit, begitu setiap tahun tapi Marni tidak peduli dengan sikap Kak Ferdy yang seperti itu, Marni merasa yang penting kewajiban sebagai adik sudah dijalankan.

Marnipun mencoba memberanikan diri menagih uangnya, alhamdulillah Kak Ferdy bayar 5 juta diantar ke sekolah.

Tahun-tahun berlalu, Marni kembali menagih sisa uangnya, alhamdulillah bayar 2,5 juta, akhirnya tersisa hingga kini 2,5 juta lagi.

Pernah Marni nagih dengan kirim WA jawabannya hanya iya tanpa ada realisasi.

Ya sudahlah Marnipun tidak mau menagih lagi, dirasa sudah cukup.

Sepertinya Kak Ferdy berpikir kalau Marni tidak merasakan perubahan sikap itu karena Marni biasa saja padahal sudah mengetahui itu dan bodo amat dengan sikap Kak Ferdy walaupun sempat heran juga Kak Ferdy yang pinjam uang tapi Kak Ferdy juga yang menjauh.

Terakhir Kak Ferdy kirim VN yang memojokkan Marni dan Mas Gema, Marni merasa sedih tidak kuasa lagi menahan air mata atas sikap Kak Ferdy, lunglai dan gemetar, dada terasa sesak.

Kak Ferdy kakak kandungnya seharusnya mengayomi dan melindungi adiknya tapi malah menyerang.

Marnipun berpesan kepada Ali anak sulungnya supaya bersikap baik kepada saudaranya harus saling menjaga.

Ali mengerti dan bilang akan melakukan pesan sang ibu.

#Marni
#TantanganMenulisHarike17
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 22 Januari 2022

#DemiKonten#TantanganMenulisHarike16#TantanganMenulisGurusiana

Saat menulis entah berita atau info haruslah sesuai fakta, itu dulu. Sekarang sudah beda, tulisan berita atau informasi yang disampaikan yang penting judulnya dulu dibuat menarik. 

Sah-sah saja judul dibuat menarik namun akan menjadi bumerang saat judul jauh api dari panggang dengan isi beritanya. 

Misal judulnya menceritakan tentang kematian seorang artis, tentu siapapun akan dibuat kaget namun saat membaca isinya bisa dikatakan senang karena berita duka itu tidak benar namun kecewa karena kode etik menulis sudah banyak yang mengabaikan. 

Bukan hanya tulisan yang kode etiknya banyak dilanggar, info berupa video seperti you tube juga ada saja yang isinya beda dengan judul.

Rasanya sudah menghabiskan kuota tapi isinya tidak berfaedah. Itu hanya sebagian, tidak semua karena masih banyak berita lain dan video lain yang isinya bagus.

Hanya kadang diri ini sedang ingin melihat informasi yang ringan saja tapi ketemunya malah yang seperti itu jadinya agak kesal. 

Pembelajaran untuk kita agar memberikan informasi yang benar bukan asal saja demi konten. 

Sekarang masanya orang berlomba membuat konten karena menjanjikan keuntungan yang banyak, dari sekian juta orang sebenarnya hanya beberapa saja yang berhasil namun menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengikuti jejaknya. 

Kadang berpikir betapa kreatifnya mereka jika kontennya memang bagus namun terasa hambar saat yang ditampilkan ya begitu-begitu saja. 

#DemiKonten
#TantanganMenulisHarike16
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 21 Januari 2022

#Anggrekpart2#TantanganMenulisHarike15#TantanganMenulisGurusiana

Masih tentang Anggrek, suaminya menghabiskan waktu di rumah sambil main gadget tanpa mau menjaga anak karena tidak mau capek mengasuh anak. 

Malam hari begadang main game dan pagi hari masih tidur hingga siang. 

Infonya sedang menunggu panggilan pekerjaan yang sudah dijanjikan. Pernah dijanjikan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang namun pekerjaan itu tidak kunjung datang juga. 

Selama menunggu hanya berpangku tangan mengandalkan Anggrek dan orang tuanya. 

Lulusan sebuah Perguruan Tinggi Swasta ternama, bergengsi karena terkenal mahal hanya dimasuki orang-orang beruang. 

Dari situ bisa dipahami kalau suaminya ini adalah sosok anak mamih yang tidak mau susah, biasa dimanja karena berkecukupan. 

Rasanya banyak orang lain berkecukupan tapi tidak manja malah hidup mandiri, entah dimana salah pengasuhan suaminya Anggrek ini. 

Tidak bisa menyalahkan kedua belah pihak baik suami maupun orang tuanya karena sejatinya keduanya telah sama-sama dewasa. 

Sang suami pernah bekerja di sebuah perusahaan bergengsi namun hanya bertahan beberapa bulan saja karena tidak ada kejelasan status pegawai jadilah barisan pertama saat ada pengurangan karyawan. 

Pekerjaannya itu jauh dari rumah, Anggrek tinggal di kotanya, suaminya pergi kerja dengan membawa uang ratusan juta namun habis selama bekerja 6 bulan.

Setelah 6 bulan kembali ke kota asal namun Anggrek tanpa sengaja mendapati media sosial suaminya itu penuh dengan chat yang tak seharusnya dilakukan seorang suami. 

Rupanya selama ini suaminya telah berselingkuh dengan seorang wanita dan rekan kerjanya lebih familiar dengan wanita ini. 

Namun ternyata tidak hanya dengan satu wanita saja namun dengan beberapa wanita. 

Sejak saat itu Anggrek ketahuan telah mengetahui perselingkuhan suami lantas ingin pisah. 

Sempat terjadi perpisahan sesaat, tidak dilanjutkan pisah setelah suami mengetahui Anggrek hamil.

Kembali bersatu namun tidak ada perubahan pada tabiat suaminya, masih bermedia sosial namun Anggrek tidak boleh memiliki IG dan FB, cukup WA saja.

Anggrek tidak boleh tahu isi HP suaminya namun suaminya harus bebas melihat HP Anggrek. 

Dari sini terlihat suaminya ini licik, semua dia yang atur sesuai keuntungannya sendiri. 

Pernah Anggrek meminta uang 10.000 untuk beli siomay, suami menasihati jangan banyak jajan padahal itu pertama kali jajan karena kepengen banget.

Anggrek tinggal di rumah mertua karena suami dan mertuanya takut Anggrek dan suaminya tidak nemu makan untuk sehari-hari.

Selama ini Anggrek lebih banyak menahan lapar karena sungkan ambil makan di rumah mertuanya. 

Perjanjian Anggrek pada suami, mau tinggal di rumah mertua asal diambilkan makan. 

Jadi Anggrek mengandalkan suami untuk ambil makan dan hanya makan sesekali saja.

Perawakan Anggrek memang kecil, entah pembawaan atau gara-gara jarang makan.

Belum lagi sikap ibu mertua yang seolah ingin mengambil alih peran ibu untuk anak Anggrek dengan memanjakan pakai jajanan ataupun jalan-jalan serta minta dipanggil mamah.

Anggrek tidak rela kalau anaknya harus manggil mamah karena mamahnya hanya Anggrek, ibu mertua adalah nenek bukan mamah. 

Ibu mertua yang seakan menyalahkan penampilan Anggrek sehingga suaminya selingkuh, ibu mertuanya ini membela perselingkuhan anaknya dan malah menyalahkan Anggrek yang dianggap berpenampilan kuno beda dengan wanita-wanita selingkuhan yang rambut terawat dan pakaian seksi.

Sangat aneh jika suaminya menduakan Aggrek yang berhijab dengan wanita-wanita itu karena sejatinya pernikahan mereka diawali dengan perkenalan dan pendekatan 6 bulan. Selama 6 bulan itu Anggrek melihat suaminya itu orang yang baik sekali makanya mau diajak ke jenjang pernikahan. 

Entah apa penyebab suami dan ibu mertuanya  jadi seperti mendikte Anggrek.

Sepanjang mendengar ceritanya tak terasa air mata saya jatuh di atas pipi sehingga terasa hangat. 

Saya sedih dan salut atas kesabaran Anggrek menghadapi suami dan ibu mertuanya, saya yang dengarnya saja sampai gemas dengan perilaku suami dan ibu mertuanya. 

Alhamdulillah ayah mertuanya baik dan bijaksana, berbanding terbalik dengan ibu mertuanya.

Sampai saat ini Anggrek tidak pernah cerita ke orang tua mengenai perilaku suami dan ibu mertuanya.

Bisa dibayangkan bagaimana sedihnya orang tua jika mengetahui anak kesayangannya diperlakukan seperti itu.

Orang tua Anggrek bukanlah orang tua awam, ibunya seorang guru dan ayahnya juga pekerja dengan posisi yang bagus.

Perlakuan suami dan ibu mertuanya selain tidak menghargai Anggrek juga tidak menghargai orang tua Anggrek.

Anggrek sempat berujar kalau nikah itu ternyata begini tidak ada indah-indahnya. 

Sempat saya sampaikan, waktu rujuk apakah Anggrek tidak mengajukan syarat, misal minta perubahan perilaku suaminya. 

Kata Anggrek, "suami saya ga bisa diajak diskusi begitu bu."

Semoga Anggrek tabah dan kuat atas semua yang dialaminya. 

Ingin rasanya menyapa menanyakan kabar tapi teringat kalau suaminya suka buka HP Anggrek.

Sebenarnya masih ada lagi kisah lain selain Anggrek, yang lain nanti saya namakan Kenanga, Kemboja, Asoka dll untuk bisa diambil hikmahnya.

#Anggrekpart2
#TantanganMenulisHarike15
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 20 Januari 2022

#Anggrek#TantanganMenulisHarike14#TantanganMenulisGurusiana

Ada seorang wanita tangguh, sebut namanya Anggrek, saya kaget juga dengarnya, katanya sempat mau cerai karena ada wanita lain. 

Rujuk lagi setelah suaminya tahu kalau Anggrek sedang hamil. Cobaan tidak hanya dari suami tapi juga dari mertua karena suami yang belum juga mendapatkan pekerjaan mengajak istri dan anaknya yang masih bayi tinggal di rumah orang tuanya.

Padahal orang tua Anggrek memiliki tempat untuk ditinggali namun karena alasan ekonomi jadinya tidak tinggal disitu. 

Anaknya sehari-hari dipegang ibu mertua selama Anggrek pergi bekerja. 

Ibu mertua yang kadang kelelahan meminta Anggrek ambil pengasuh yang bayarannya tidak bisa disanggupi.

Saya sarankan supaya Anggrek bawa saja anaknya kerja seperti halnya teman yang lain namun apa nyana ibu mertua tidak mengizinkan. 

Belum lagi sikap suami Anggrek yang melarangnya punya media sosial seperti FB dan IG serta tidak mengizinkan Anggrek untuk akses HP suami, beda dengan suaminya yang harus bisa akses HP Anggrek. 

Padahal dulu Anggrek mengetahui perselingkuhan suaminya dari media sosialnya yang terbuka di depan mata. 

Bagi saya ini sebuah pernikahan tidak sehat, ibu mertua yang mendominasi dalam pemgasuhan anaknya seolah ingin memiliki anak itu seutuhnya bahkan pernah meminta Anggrek kalau mau pindah, silahkan asal anaknya ditinggal. 

Hati saya menangis mendengar ceritanya, sangat hebat Anggrek yang memiliki kesabaran tingkat tinggi, belum lagi lontaran lisan ibu mertua yang sering tidak mengenakkan hati seolah Anggrek tidak perhatian terhadap diri sehingga suaminya pantas saja berselingkuh. 

Sayapun heran bagaimana awal perkenalan Anggrek dengan suaminya, ternyata teman sekolah dan sempat pacaran 6 bulan dalam keadaan baik-baik saja namun setelah menikah baru ketahuan tabiat aslinya. 

#Anggrek
#TantanganMenulisHarike14 
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 19 Januari 2022

#SKB4Mentri#TantanganMenulisHarike13 #TantanganMenulisGurusiana

Saat SKB 4 mentri sudah memberikan arahan bahwa PTM boleh 100%.

Tidak perlu izin dari orang tua dan peserta didik yang belum vaksin boleh PTM.

Pemda setempat tidak boleh menghalangi PTM.

Pendidik yang belum vaksin tidak diperkenankan masuk kelas. Jika ada pendidik yang menolak vaksin tanpa alasan akan kena sangsi.

Namun pada kenyataannya Pemda belum mengizinkan PTM 100%, masih 50%. 

Apa yang disampaikan berdasarkan SKB 4 mentri tidaklah berlaku dan sekolah tentu saja mengikuti arahan dari Pemda setempat. 

Pemda tentu saja lebih memahami kondisi wilayahnya masing-masing sedangkan kalau arahan SKB 4 mentri tentunya pukul rata secara nasional walau ada ketentuan untuk wilayah khusus yang zona merah tentu tidak boleh PTM.

#SKB4Mentri
#TantanganMenulisHarike13 
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 18 Januari 2022

#KontenYoutube#TantanganMenulisHarike12#TantanganMenulisGurusiana

Ternyata banyak sekali channel you tube dan banyak yang subscribenya sampai jutaan. 

Tentu sebuah prestasi yang tidak mudah diraih, butuh waktu dan.proses berliku.

Sejauh ini saya belum terlalu tertarik untuk nonton youtube yang berisi konten-konten ga jelas. 

Misal anak yang lagi main-main air, ya iyalah itu kan memang konten diperuntukkan anak-anak, yang nontonnya juga anak-anak. 

Jam nonton youtube saya luangnya saat makan atau setelah makan, saya biasanya pilih konten kuliner atau jalan-jalan di Turki. 

Beda dengan ibu saya yang suka sekali dengan konten Lesti Kejora dan Riski Billar, mengikuti hubungan mereka dari sebelum menikah. 

Ketertarikan orang berbeda-beda, kita tidak bisa merasa konten yang kita tonton lebih bagus atau lebih bermutu. 

Ada konten yang tujuannya menghibur dan ada juga pengetahuan. 

Saya lebih pilih pengetahuan walaupun seputar kuliner. 

Ternyata banyak artis yang memiliki usaha khusus dengan sejumlah karyawan sengaja membuat konten setiap harinya.

Artis-artis itu punya penggemarnya masing-masing, saya heran karena sejauh ini belum tertarik sama sekali untuk menonton youtubenya artis.

Saya lumayan ketinggalan info tentang artis, biasanya baru tahu kalau sudah viral.

#KontenYoutube
#TantanganMenulisHarike12
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 17 Januari 2022

#BoosterVaksin#TantanganMenulisHarike11#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah ala kulli hal, hari ini (17/01) kami berkesempatan mendapatkan Booster Vaksin Dosis ke 3 Covid-19 di Botani Square Bogor.

Sebelumnya kami didata dulu sesiapa saja yang akan divaksin, tentunya tidak boleh kurang dari 6 bulan sejak vaksin ke 2 dan sebagian besar dari kami vaksin di Bulan Maret 2021. 

Vaksin sebagai salah satu bentuk ikhtiar mengurangi penyebaran Covid 19 juga untuk memutus mata rantai penularan virus. Terutama kami sebagai tenaga pendidik tentunya harus melindungi peserta didik dari penyebaran Virus Corona. 

PTMT sudah berjalan selama beberapa bulan, saat ini vaksin menjadi salah satu prasyarat utama untuk guru bisa mengajar di kelas, berbeda dengan peserta didik dimana vaksin bukan syarat bisa PTMT. 

Baru sebagian besar pendidik dan peserta didik yang sudah vaksin, masih ada beberapa yang belum karena alasan medis.

#BoosterVaksin
#TantanganMenulisHarike11
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 16 Januari 2022

#KasusSubang#TantanganMenulisHarike10#TantanganMenulisGurusiana

5 bulan sudah kasus Subang berlalu sejak Agustus 2021.

Aneh sekali kasusnya sangat lama dan bertele-tele.

Tidak ada titik terang siapakan pembunuh ibu dan anak. 

Beritanya semakin aneh dengan menampilkan sketsa bagian belakang pelaku.

Dimana-mana sketsa wajah yang ditampilkan, baru pertama saya melihat sketsa tampak belakang. 

Sketsa seperti itu tidaklah memecahkan masalah karena leher bagian belakang bisa sama untuk banyak orang. 

Beda dengan wajah yang bisa lebih mengarah pada seseorang. 

Ada apakah gerangan sehingga kasus ini belum juga terpecahkan, apakah ada sesuatu di balik kasus ini.

Kalau melihat kejadian, korban dan saksi bukanlah orang penting, bukan pejabat, bukan artis, bukan orang terkenal yang biasanya kasus ditutupi karena melibatkan seseorang yang berpengaruh. 

Korban hanyalah orang biasa saja yang tak dikenal, rasanya aneh kalau belum terungkap juga. 

Beritanya selalu ada setiap hari dengan judul seolah pelaku telah ditemukan padahal jauh arang dengan api, judul dan isi berita tidak terkait sama sekali yang pada akhirnya malas lagi untuk membaca berita kasus Subang.

#KasusSubang
#TantanganMenulisHarike10
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 15 Januari 2022

#Pusing#TantanganMenulisHarike9#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (15/01) bangun dengan kepala berat sekali, nyut2an dan leher terasa tegang. 

Langsung merasa ini akibat kolesterol, dipaksakan bangun karena ada zoom jam 5.15.

Selesai jam 8an, sudah tidak kuat, pilih rebahan saja.

Semakin siang semakin sakit, sudah tidak tahan lagi, akhirnya menyerah minta obat jam setengah 2, ditidurkan sampai jam setengah 3.

Alhamdulillah pusingnya hilang, langsung minta dibuatkan mie rebus pakai cabe rawit karena selama pusing belum sempat makan.

#Pusing
#TantanganMenulisHarike9
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 14 Januari 2022

#MemenuhiJanji#TantanganMenulisHarike8#TantanganMenulisGurusiana

Janji adalah hutang, sering kali kalau sudah janji saya akan rela penuhi walau sudah kemalaman.

Misalnya kemarin (13/01), waktu sudah lewat Maghrib, saya ambil masakan dulu lalu ke tukang jahit.

Kedua tempat itu memang sudah janjian, ke tukang jahit sebenarnya sudah ada keinginan untuk WA saja akan diganti besok pagi namun saya ga enak dan memikirkan betapa nanti.kepercayaan akan luntur walaupun sebenarnya tidak akan apa-apa.

Saya pikir, selama masih bisa dikejar akan saya usahakan hadir.

Begitu pula Sabtu lalu, salah satu orang tua mengundang ke nikahan anaknya dan saya tidak melisankan janji akan hadir, saya ucapkan dalam hati saja. 

Saya ingin beri kejutan jika bisa hadir, alhasil seharian hujan deras dan baru langit cerah menjelang Maghrib. 

Jadilah saya berangkat walau tidak janji, lega rasanya kalau sudah memenuhi janji.

Begitu pula hari ini (14/01), saya akan antar wadah, walaupun pemiliknya tidak nagih dan tidak menanyakan tapi saya merasa beban ada barang milik orang lain di rumah, itu sebabnya saya paksakan antar wadahnya.

Seminggu sekali ada jadwal mengunjungi orang tua, kebiasaan yang sudah lama berlangsung dan menjadi seperti janji pada diri sendiri. 

Penuhilah janji walau janji pada diri sendiri, kata lainnya adalah tekad.

#MemenuhiJanji
#TantanganMenulisHarike8
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 13 Januari 2022

#BeritaArtis#TantanganMenulisHarike7 #tantanganMenulisGurusiana

Kalau baca berita yang berseliweran depan mata tanpa bisa dicegah kebanyakan tentang artis. 

Entah mengapa berita tentang artis selalu muncul sepertinya masih menjual untuk dibaca. 

Saya sendiri biasa saja sih sama artis, ga terlalu suka dan ga terlalu ga suka juga. 

Mereka yang berwajah cantik ganteng ada yang natural ada yg tidak, yg sangat ketara ketahuan natural atau tidak terutama jika dibandingkan dengan wajah artis yang masih jaman dulu sebelum terkenal rata-rata beda 180° alias sangat jauh berbeda.

#BeritaArtis
#TantanganMenulisHarike7 
#tantanganMenulisGurusiana

Rabu, 12 Januari 2022

#Terasasetelahtiada#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Ketika kehilangan seseorang kita seolah ingin melakukan apapun asal dia kembali. 

Itu hanyalah angan belaka karena sebuah hal yang mustahil menghidupkan yang sudah tiada. 

Kadang kala untuk menghibur rasa sedih, seseorang akan membelikan karangan bunga sebagai wujud empati dan berharap bisa menebus kekurangan kita selama berinteraksi. 

Sepertinya itu pula yang dirasakan orang-orang saat salah satu pasangan artis meninggal, mereka berlomba-lomba menyumbang membelikan rumah untuk anaknya yang tersisa masih hidup. 

Kakek dan neneknya orang mampu tapi penyumbang tidak melihat itu, mereka merasakan memiliki kedekatan emosional dengan orang tuanya yang telah tiada. 

Jika dipikir-pikir, kenapa tidak diberikan saat masih pada hidup karena memiliki rumah adalah impian mereka.

Itulah opini kali ini bahwa segala sesuatunya baru terasa berharga setelah tiada, waktu masih ada dianggap keinginan biasa saja seperti kebanyakan orang tapi setelah tiada banyak orang yang ingin mewujudkan impiannya. 

#Terasasetelahtiada
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 11 Januari 2022

#IbuBekerja#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Ibu-ibu bekerja akan memikirkan menu makan di rumah hari ini. 

Sudah dirancang sejak bangun pagi, jika lauk masih di freezer, akan dikeluarkan agar siap dimasak saat nanti tiba di rumah.

Di tempat kerja tetap melaksanakan tugasnya sebagai pekerja, setelah semua selesai dilaksanakan dan tiba waktu pulang adalah hal yang dinanti semua orang. 

Dalam perjalanan pulang kadangkala mampir dulu untuk membeli sesuatu di warung yang menjual sayuran untuk memenuhi kebutuhan yang sedang kosong di rumah. 

Sampai rumah langsung menuju dapur untuk mulai memasak. Semua bisa dikerjakan cepat karena pagi sudah mendinginkan lauk dan mengupas bawang serta memetik cabe jadi tinggal goreng dan iris bawang saja. 

Semua dilakukan dala  keadaan badan yang sudah capek namun senang melakukannya karena untuk keluarga tercinta.

Kadang saya tinggal beli saja jika sedang malas masak.

#IbuBekerja
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 10 Januari 2022

#Ngantuk#TantanganMenulisHarike4#TabtanganMenulisGurusiana

Jam hari ini (10/01) menunjukkan ke angka 22.01 tapi mata rasanya sudah ngantuk sekali.

Belum nulis dan bingung mau nulis apa tapi sebenarnya sudah ada ide tapi saya tidak kuat untuk memikirkan alur tulisan. 

Jadi ide-ide yang ada di kepala tidak bisa saya tuangkan ke dalam tulisan tapi saya harus terus menulis agar tidak terjun bebas setelah 33 kali terjun bebas. 

Sebisa mungkin diupayakan untuk tetap menulis jangan sampai putus karena inginnya bisa menulis setiap hari. 

#Ngantuk
#TantanganMenulisHarike4
#TabtanganMenulisGurusiana

Minggu, 09 Januari 2022

#BedaPrinsip#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Saat kita memiliki prinsip, jangan pernah memaksakan prinsip kita pada orang lain. 

Analoginya sederhana saja, kitapun pasti tidak mau kalau orang lain memaksa kita untuk menerima prinsipnya. 

Semua memiliki cara pandang dan selera yang berbeda. Bersyukurlah saat bertemu seseorang yang sejalan tapi kalau orang dekat kita tidak sejalan itu artinya kita harus saling memahami dan menghargai agar tidak ada satupun yang terluka.

Sering kita dengar kalimat rambut sama hitam namun isi kepala siapa tang tahu. Perbedaan pendapat, selera adalah hal biasa. 

Saat saya suka makan bubur tidak diaduk saya suka heran dengan orang lain yg makan bubur diaduk, saya pikir apa enaknya makan bubur diaduk, kaya .....

Ada lagi yang makan baso pakai kecap atau bening, ada lagi Yasmin anak kedua saya suka sekali dengan bengkuang, beda dengan saya yg lebih suka mangga. 

Itulah manusia yang dengan segala keunikannya harus saling memahami satu sama lain.

#BedaPrinsip
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 08 Januari 2022

#TerjunBebaske33 #TantanganMenulisHarike1 #TantanganMenulisGurusiana

Kamis malam (06/01) saya menyelesaikan tulisan jam 10 malam untuk tantangan menulis hari ke 13.

Saya sangat bersemangat lalu siap upload di Blog Gurusiana namun apa daya berkali-kali dicoba dengan berbagai cara tetap tidak bisa, katanya akun saya memang tidak bisa, katanya internet saya kurang dan sejumlah keterangan lainnya yang tidak bisa saya mengerti apa yang terjadi. 

Saya coba dengan klik link di chat Telegram, saya klik pakai chrome juga dan saya coba pakai aplikasi yang sudah saya unduh beberapa waktu lalu atas saran Pa Leck Murman saat saya menemukan kendala. 

Semua cara itu tidak berhasil dan sayapun pasrah saja harus terjun bebas lagi yang ke 33 sejak pertama kali ikutan tantangan menulis Gurusiana sejak 14 Februari 2020.

Tak terasa, bulan depan akan menginjak tahun ke 2 namun saya sudah 33 kali mengulang. Setiap kali jatuh, saya mulai lagi menulis, karena ingin punya motivasi untuk menulis.

Saya kira kejadian kemarin malam akan terjadi selamanya dan sudah berniat berpindah haluan ke blog pribadi saja ternyata dugaan saya salah, setelah saya coba klik beberapa kali akhirnya bisa, rupanya masih bisa dan sudah normal kembali seperti sedia kala namun nasi sudah menjadi bubur, sudah terjadi kegagalan yang harus saya hadapi.

Sayapun masih berniat menyalinkan juga di Blog pribadi agar blognya tidak sepi.

Namun malang tak bisa ditolak, Jumat malam (07/01) blog Gurusiana tidak dapat dibuka lagi, fix 2 hari berturut-turut tidak bisa upload tulisan. 

Saya coba berkali-kali, juga keesokan harinya masih tidak bisa, alhamdulillah jam 15.41 saya iseng buka, akhirnya bisa upload. 

#TerjunBebaske33
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana