Senin, 30 Mei 2022

#PulangkeTanahAir#TantanganMenulisHarike7#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah, Senin malam (30/05) jam 10an kami sampai di rumah.

Badan lelah tentu terbayarkan dengan rasa senang dan suka cita karena bisa menghadiri acara wisuda Yasin di UTM (Umiversity Teknologi Malaysia).

Berangkat dari KL siang jam 2an, sampai Soetta sekitar jam setengah 4. Lalu kami sholat dan ke kamar mandi. 

Ambil koper, beli Ayam Sihlin untuk ganjal perut dan ambil mobil di tempat sewa penyimpanan mobil, alhasil keluar bandara sekitar jam 6 lewat. 

Rupanya jalanan macet parah, berbarengan dengan jam keluar kantor, kantuk saya sudah tak tertahankan lagi pada akhirnya tertidur sepanjang jalan bersama anak-anak. Suami terlihat menguap berkali-kali, sepertinya lelah dan ngantuk juga tapi harus mengendarai mobil.

Jam 9an sampai Bogor, mampir dulu makan ayam penyet sesuai permintaan Jania sejak masih di Bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport).

Sampai rumah jam 10an dan langsung menurunkan koper-koper yang ada 6 ditambah 2 tas kecil padahal saat berangkat kami membawa 3 koper saja.

#PulangkeTanahAir
#TantanganMenulisHarike7
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 29 Mei 2022

#HariTerakhirdiMalaysia#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (29/05) adalah hari terakhir di Kuala Lumpur, besok insya Allah akan pulang ke tanah air.

Banyak pengalaman yang kami dapatkan selama di Malaysia ini walaupun sudah yang kesekian kalinya ke Malaysia tetap berkesan. 

Saya pribadi melihat Malaysia dengan banyak perbedaan dari Indonesia terutama bahasa dan makanan.

Bahasa seolah sama namun ketika saya berbicara seingkali tidak dimengerti begitu pula sebaliknya saya tidak mengerti ketika diajak berbicara selain bucaranya yang agak cepat dan berbeda dengan Bahasa Indonesia.

Ada sedikit mengerti jika campur Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. 

Makanan juga memiliki perbedaan, di Malaysia makanannya lebih berempah yang tidak saya kenal jenis rempahnya. 

Saya suka dengan aroma rempah yang menyengat, di rumah saya sering masak dengan rempah yg ada di dapur tapi masakan di Malaysia rempahnya tidak saya ketahui jenisnya.

#HariTerakhirdiMalaysia
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 28 Mei 2022

#Genting#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Pagi ini (28/05) kami bersiap-siap ke Genting Highlands.

Di pinggir jalan menuju ke Genting kami berhenti untuk membeli lemang bakar. Dulu kami pernah makan juga karena sepanjang jalan menuju Genting memang ada beberapa penjual lemang bakar.

Kami makan lemang pakai rendang daging dan ayam. Rasa rendangnyanya enak seperti dengan yang biasa kami makan, biasa disebut Rendang Sunda. 

Di situ ada air mengalir deras yang turun dari atas, kemungkinannya berasal dari mata air pegunungan.

Saya penasaran dengan kesejukan airnya, berusaha mendekat untuk menyentuh airnya, benar dugaan saya, airnya dingin dan terasa sejuk.

Selain kami ada beberapa konsumen yang sepertinya sopir truk serta asistennya, memang terlihat banyak truk yang berjejer di sekitar penjual lemang.

Setelah selesai makan lemang, kami melanjutkan perjalanan ke Genting.

#Genting
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 27 Mei 2022

#KeKL#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Sore ini (27/05) sekitar jam 5 lewat waktu di Malaysia kami berangkat ke Kuala Lumpur pakai mobil dari Johor Bahru.

Rencananya akan mampir ke Melaka untuk makan asam pedas Pak Man namun ketika sampai sana rupanya sudah tutup.

Akhirnya kami putar balik masuk tol lagi ke arah Kuala Lumpur. Sampai di Kuala Lumpur sekitar jam 9an lalu makan malam dulu di Nandos yang berada dalam Aeon Mall. 

Keluar mall sekitar jam 10 lewat 15 dan semua pintu keluar sudah ditutup, kami diarahkan lewat pintu darurat.

Alhamdulillah jam 11an sampai di penginapan.

#KeKL
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 26 Mei 2022

#WisudaYasin#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah ala kulli hal, hari ini (26/05) Yasin telah menyelesaikan salah satu tahapan kehidupannya.

Tahap demi tahap kehidupan sudah Yasin lalui, bukan jalan yang mulus dan juga bukan perkara mudah, apalagi sebagai anak sulung seringkali kami berikan tanggung jawab lebih untuk ke 5 adiknya. Semua dilalui dengan penuh perjuangan mulai dari SD hingga PT.

SDIT Ummul Quro, SMPIT Ummul Quro, SMAIT Ummul Quro serta University Teknologi Malaysia adalah tempat kami menitipkan Yasin untuk menemukan jati dirinya. 

Sejak SD hingga PT, Yasin telah mendapatkan tempat yang nyaman untuk menimba ilmu, saya pikir di UTM Yasin akan mendapatkan dosen-dosen yang kaku dan cuek, dugaan saya salah, Yasin bilang dosennya baik-baik sama seperti ustadz dan ustadzah di SIT Ummul Quro. Saya sangat terharu saat Yasin menyampaikan hal itu, biarpun di negara orang tapi berasa di negara sendiri. 

Yang saya tahu, ustadz dan ustadzah di SIT Ummul Quro baik hati, ramah dan akrab dengan anak-anak rupanya hal itu pula yang Yasin rasakan di UTM, dosen-dosen yang akrab dengan mahasiswanya. Apalagi saat Yasin meminta rekomendasi untuk mendaftar pasca sarjana ITB, dengan senang hati mereka memberikannya tanpa babibu, alhamdulillah semuanya telah membuahkan hasil dengan diterimanya Yasin masuk ITB. 

Tak lupa ada tangan dinginnya Miss Rini yang telah menemani semua anak-anak untuk belajar bahasa asing.

Jazakumullah UTM, SMAIT Ummul Quro, SMPIT Ummul Quro, SDIT Ummul Quro dan Miss Rini atas semua didikannya kepada Yasin.

Tahniah atas semua pencapaianmu Aa Yasin, semoga berkah, bermanfaat, selamat dunia akhirat dan dimudahkan dalam tahapan kehidupan berikutnya, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

#WisudaYasin
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 25 Mei 2022

#MabokUdara#TantanganMenulisHarike2#TanntanganMenulisGurusiana

Selasa (24/05) saya, suami, Yazid, Jania dan Jaina melakukan perjalanan ke Johor Malaysia dalam rangka menghadiri wisuda Yasin. 

Tanpa terasa, penerbangan hanya sekitar 1 jam saja. Waktu yang cepat karena hanya membutuhkan waktu penerbangan singkat.

Kepala sedikit puyeng karena kepala seperti diaduk-aduk, terasa melayang dan perut mual.

Seolah baru pertama kali melakukan penerbangan padahal sudah yang ke sekian kalinya. 

Penerbangannya singkat namun peesiapannya butuh waktu berjam-jam mulai dari perjalanan ke bandara, cek in, antri imigrasi, menunggu boarding dll. 

Naik pesawat berbeda dengan naik kendaraan biasa yang bisa kita naik saat butuh. 

Naik pesawat butuh persiapan matang dengan memesan tiket jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan budget. 

Ah perut masih mual, kepala keleyengan, sudah dulu nulisnya di dalam pesawat yang mengudara.

#MabokUdara
#TantanganMenulisHarike2
#TanntanganMenulisGurusiana

Senin, 23 Mei 2022

#TerjunBebaske43#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Selasa (17/05) badan terasa cape dan sayapun ketiduran hingga akhirnya kembali terjun bebas untuk yang ke 43.

Padahal baru tulisan hari ke dua, setelah itu saya masih belum bisa menulis juga karena hampir setiap malam badan rasanya cape, baru hari ini (23/05) saya mulai menulis lagi.

Tak terasa hampir satu minggu tidak menulis, kalau sudah capek atau ngantuk saya sudah tidak peduli lagi mau nulis atau tidak.

Setiap kali terjun bebas, saya selalu berharap agar tidak terulang lagi namun harapan beda dengan kenyataan, nyatanya saya kembali gagal untuk memenuhi tantangan menulis. 

Begitu pula hari ini, saya tidak akan pernah berhenti berharap agar bisa terus menulis. 

Saya lebih sering nulis di malam hari karena pagi dan siang sudah memiliki beberapa agenda namun ya itu kalau malam seringnya sudah ngantuk atau capek.

Saya akan nulis sebisanya, sesempatnya, tidak mau terlalu terobsesi, biasa saja karena semua memiliki porsinya masing-masing.

#TerjunBebaske43
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 16 Mei 2022

#HariLibur#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (16/05) alhamdulillah masih semangat menulis setelah seharian tadi penuh aktifitas.

Kami pagi-pagi sudah ke Ciputat antar kulkas ke kostan Yasir. Yasir sendiri pulang pakai motor lewat jalan Parung dan kami pakai mobil lewat tol. 

Kami biarkan dulu Yasir pergi duluan agar sampainya barengan atau Yasir yang duluan sampai. 

Setelah 30 menit, kami berangkat menuju Ciputat. Rupanya jalanan padat merayap apalagi arah lawan arus lebih padat merayap ketimbang arah kami. 

Setibanya di kostel, kami menurunkan kulkas kecil dan kursi untuk di kamar Yasir. Lalu kami istirahat sebentar di kamar sambil menyalakan AC. 

Kamar kecil itu dibeli suami beberapa bulan lalu karena setelah berhitung ada selisih sedikit lebih mahal ketimbang harus bayar kost setiap bulan. Setelah dihitung dengan kenaikan harga nanti tentu saja akan lebih menguntungkan dibeli. 

Setelah itu kami pergi ke Bintaro Xchange Mall untuk melihat-lihat lalu ke mushola untuk Sholat Dzuhur dan setelah itu kami mencari makan. 

Setelah puas kamipun berpisah, Yasir kembali ke kostel dan kami pulang ke rumah. Namun kami mampir dulu untuk membeli Batik Keris yang akan dibawa Yasin besok (17/05) ke Malaysia sebagai tanda terima kasih kepada dosen yang sudah memberikan rekomendasi kuliah S2. 

Selesai mencari batik kami keluar mall dan menuju tukang jahit tempat Yasin mengecilkan celana. 

Sampai rumah saya bersih-bersih badan lalu makan malam. 

Alhamdulillah hari ini berjalan lancar, terima kasih ya Allah, semoga kami sehat selalu dan dilancarkan semua urusannya, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

#HariLibur
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 15 Mei 2022

#TerjunBebaske42#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Jumat malam (14/05) saat jam menunjukkan pukul 10 saya sadar betul belum menulis tapi saya malas padahal belum mengantuk, tidak lupa dan tidak sakit.

Dalam hati bilang biar saja terjun bebas lagi, entah apa yang telah merasuki sehingga saya tidak menulis karena malas dan sudah tahu konsekuensinya yaitu terjun bebas yang ke 42 kali.

Sebelumnya tidak pernah kejadian saya malas menulis dan saya akan kecewa kalau terjun bebas walau hanya sesaat.

Tapi kemarin malam saya cuek saja dan tidak peduli lagi. Apakah saya sudah bosan mengikuti tantangan menulis ini atau saya merasa malas sesaat saja. 

Saya harus banyak istighfar saat melakukan kesalahan dengan penuh kesadaran dan sudah tahu akibat yang akan dihadapi.

Semoga malasnya tidak keterusan dan masih semangat menulis lagi, aamiin yaa Robbal aalamiin.

#TerjunBebaske42
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 13 Mei 2022

#TerjunBebaske41#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Kamis malam (12/05) jam menunjukkan pukul 09.00 dan mata terasa ngantuk.

Saya pilih tidur dulu karena sudah tidak kuat, berharap akan bangun sebelum jam 12 untuk menulis.

Jika bangun jam 11 itu artinya saya tidur 2 jam, cukuplah buat saya tidur dahulu, begitu isi hati berbicara. 

Tengah malam saya bangun untuk ke kamar mandi, mata terasa berat sekali, tidak ada kekuatan untuk bangun seperti niat awal saya.

Dengan malasnya saya ke kamar mandi sambil sesekali mata terpejam. Kembali lagi ke tempat tidur tanpa ada niat untuk bangun dan sempat saya buka mata untuk mengetahui jam berapa sekarang.

Rupanya waktu menunjukkan jam 2, kembali saya pejamkan mata lagi tanpa peduli lagi saya terjun bebas yang ke 41. 

Bismillah nulis ke awal lagi.

#TerjunBebaske41
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Rabu, 11 Mei 2022

#TerjunBebaske40#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Selasa pagi (10/05) saya pergi ke sekolah lalu pergi makan bakso bersama teman-teman, setelah itu saya jemput ibu untuk ke RS.

Pagi-pagi ibu nelpon mengeluhkan punggungnya yang bruntus dan berair. Saya tidak mau membiarkan ibu sakit berlama-lama maka langsung saya daftarkan ke dokter kulit secara online. 

Namun saat tiba di RS rupanya sudah tidak dapat daftar ulang karena terlambat, akhirnya saya putuskan ke IGD saja karena tidak mau besok (Rabu, 11/05) harus kembali lagi berhubung sudah ada beberapa agenda yang menanti. 

Selama proses pengobatan ibu sampai selesai, badan saya terasa tidak nyaman, kepala agak pusing. 

Saya sepertinya tidak sanggup untuk mengantar ibu ke rumah, akhirnya saya putuskan untuk pesan Go Car untuk menghemat waktu dan tenaga saya yang sedang tidak fit. 

Setelah ibu naik mobil dengan aman, saya langsung koordinasi dengan Enay, gadis cilik kelas VIII yang rumahnya menempel dengan rumah ibu.

Enay sangat bisa diandalkan untuk segala hal yang berkaitan dengan menjaga ibu. Saya kirim link Go Carnya agar Enay bisa memantau pergerakannya. 

Enay saya minta untuk membantu ibu turun dari mobil dan menemani nyebrang serta memastikan sudah masuk rumah. 

Saya sampai rumah saat adzan Maghrib berkumandang, rupanya suami sudah pulang dan sedang berbuka puasa. 

Saya temani suami sebentar lalu minta izin untuk mandi dan sholat. Kepala bertambah pusing, saya segera menuju tempat tidur untuk istirahat.

Ingat sekali belum menulis tapi tidak sanggup menulis dengan kepala pusing, kalau membuka mata rasanya kamar berputar, kalau duduk atau berdiri langsung mual.

Sayapun tertidur dan bangun tengah malam karena panggilan alam, biarpun pusing saya paksakan.

Saya tidur kembali hingga pagi hari, kepala masih pusing, ambil air wudhu lalu sholat, setelah itu saya menuju dapur untuk minum air hangaylt dan minum Sari kurma, setelah selesai saya kembali tidur dengan harapan pusingnya hilang.

Hari ini (11/05) ada janji selain ke sekolah juga ada undangan dan janji menemani Jaina bermain di Kidzzone namun kepala masih pusing hingga jam 9.

Saya coba minum obat anti nyeri lalu ditidurkan lagi, alhamdulillah jam setengah 11 pusing mereda, tinggal pemulihan karena badan masih lemas. 

Demi memenuhi janji hari ini, sayapun bergegas ke kamar mandi untuk mandi karena merasa sudah enakan. 

Saya WA kepala sekolah dan teman-teman karena tidak bisa memberi kabar sejak pagi, kepala pusing tidak bisa membuka HP untuk berkabar dan balas-balas WA.

Saya ingat belum menulis dan pasrah terjun bebas lagi yang ke 40 kali, apa mau dikata jika sudah gagal menulis karena pusing. Tidak ada yang mengharapkan kegagalan tapi saya harus bangkit lagi memulai lagi ke hari pertama. 

Bagi saya tidak masalah harus memulai lagi ke hari pertama karena pilihannya lanjut atau berhenti karena sudah bosan terjun bebas terus. 

Selama masih diberikan kesempatan untuk memulai lagi dari awal, mengapa tidak saya manfaatkan kesempatan itu. Jika sudah tidak ada kesempatan lagi, baru saya akan berhenti. 

#TerjunBebaske40
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 09 Mei 2022

#TantanganMenulis#TantanganMenulisHarike7#TantanganMenulisGurusiana

Alhamdulillah sampai hari ke 7, sudah seminggu menulis, sebuah langkah awal untuk setahun menulis tanpa jeda, aamiin yaa Robbal aalamiin. 

Buat saya sebuah pencapaian yang baik karena kadang baru sehari atau 2 hari saya sudah terjun bebas. 

Tidak mudah untuk bisa menulis tanpa jeda seminggu, sebulan apalagi setahun, terlalu banyak kendala yang dihadapi. 

Terlalu banyak drama, terlalu banyak alasan hingga terjun bebas berkali-kali. Saya tidak ingin menyerah begitu saja walau gagal puluhan kali.

Saya tidak boleh berhenti mengikuti tantangan menulis walau menghadapi banyak kendala. Saya harus tetap semangat menulis jangan kendor karena mengikuti tantangan menulis setiap hari menjadi salah satu motivasi saya untuk senantiasa mengasah kemampuan  menulis. 

Tidak salah namanya tantangan menulis karena siapa sangka aktifitas menulis yang terlihat ringan ternyata memiliki banyak kesulitan yang tidak terbayangkan sebelum mengikuti tantangan menulis.

Saya harus terus menulis, jika saya berhenti, apa jadinya dengan anak-anak dan murid-murid yang memiliki umur jauh di bawah saya.

Walaupun mereka tidak akan tahu jika saya menyerah karena sesungguhnya mereka tidak pernah tahu apa yang saya lakukan tapi hati kecil tidak dapat dibohongi.

Saya ingin anak-anak dan murid-murid memiliki semangat tinggi dalam hal apapun, saya ingin mereka tidak mudah menyerah. 

Bisa saja suatu saat saya ceritakan pengalaman saya ini kepada mereka bahwa saya tangguh dan pantang mundur agar mereka termotivasi.

#TantanganMenulis
#TantanganMenulisHarike7
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 08 Mei 2022

#Ngantuk#TantanganMenulisHarike6#TantanganMenulisGurusiana

Jam menunjukkan pukul 22.22 dan mata sudah sangat mengantuk sekali tapi saya masih sanggup untuk membuat tulisan ini yang entah tulisan tentang apa, intinya saya sangat mengantuk sekali dan ingin segera tidur pulas.

Saya paksakan membuat tulisan dulu walaupun bingung mau menulis apa tapi saya coba membuat tulisan yang sedang saya rasakan saat ini yaitu ngantuk.

Ngantuk adalah hal yang lumrah, manusiawi dan tentu saja akan dirasakan oleh semua orang dimanapun berada.

Akan sangat nikmat jika mengantuk langsung tertidur bukan menulis.

#Ngantuk
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana

Sabtu, 07 Mei 2022

#Sabardikalakecewa#TantanganMenulisHarike5#TantanganMenulisGurusiana

Saat kecewa dan sakit hati ada kalanya nangis di pojokan dan memilih diam demi kedamaian menjadi pilihan tepat untuk kita karena jika diselesaikan dengan mencak-mencak, meluapkan kekesalan pada yang mengecewakan, berargumen hebat merasa diri paling benar, semua itu tidak menyelesaikan masalah.

Ada baiknya merenung, silahkan menangis ala kadarnya, curhat pada tempatnya dan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi akan memberikan efek positif untuk semua pihak.

Tidak akan ada lagi yang tersakiti, berbeda kalau berargumen hebat merasa semuanya paling benar akan menyebabkan masalah berkepanjangan tiada henti.

Sabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan pendapat secara baik-baik. Jurus sabar memang diperlukan untuk segala keadaan yang kita hadapi baik saat sedih ataupun senang. 

Seringkali orang lain menganggap bersabar dikala kesusahan.adalah hal yang harus dimiliki padahal saat bahagiapun dibutuhkan kesabaran agar tidak takabur. 

#Sabardikalakecewa
#TantanganMenulisHarike5
#TantanganMenulisGurusiana

Jumat, 06 Mei 2022

#Kepercayaan#TantanganMenulisHarike4#TantanganMenulisGurusiana

Satu sisi ada seorang anak yang rela merugi demi menjaga kepercayaan orang lain, sibuk mencari solusi karena tidak ingin mengecewakan orang lain.

Sisi lain ada orang tua yang dengan entengnya mengecewakan semua orang dan ajaibnya lagi yang marah bukan yang dikecewakan tapi yang sudah mengecewakan. Sungguh aneh bin ajaib ada orang seperti itu.

Sudah mengecewakan dan marah pula, benar-benar ga habis pikir dengan jalan pikirannya. 

Kalau bilang ga marah, apa artinya dengan mendiamkan dan tidak berbicara satu sama lain. 

Yang seharusnya marah adalah orang-orang yang telah dikecewakannya, ko jadi seperti anak kecil seolah sebelum orang yang dikecewakannya marah maka dialah yang marah duluan.

Sangat menyebalkan menghadapi orang seperti ini, membatalkan janji dengan seenaknya, sebaiknya jangan janji kalau tidak bisa memenuhi atau kalau sudah menyanggupi jangan dibatalkan apapun resikonya seperti halnya anak yang diceritakan diawal tadi yang rela merugi demi tidak mengecewakan orang lain yang sudah dijanjikannya. 

Terus terang, jadi ilfil sama orang yang suka melanggar janji, hilang rasa kepercayaan ini, ada sedikit rasa trauma jika dikemudian hari akan mengulang kembali perbuatannya.

Jagalah kepercayaan orang lain karena jika kepercayaan sudah hilang, seumur hidup akan terus ingat.

#Kepercayaan
#TantanganMenulisHarike4
#TantanganMenulisGurusiana

Kamis, 05 Mei 2022

#MenulisMalam#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Saya lebih sering nulis di malam hari, bukan tanpa alasan, dibalik semua itu dikarenakan saya sering bingung mau menulis apa.

Kalau sudah mentok mau menulis apa, saya akan menuliskan kejadian hari ini entah apapun itu. Alasan lainnya menulis malam karena pagi-pagi sampai malam jadwal harian padat jadi tidak sempat menulis siang hari, menulis di sisa waktu.

Beda kalau sudah punya ide tulisan apalagi kalau berniat tayang di medsos, saya akan menuliskannya sesegera mungkin ga pake lama karena ada motivasi jadi lebih semangat.

Menulis malam memang penuh resiko seperti badan yang kelelahan, ketiduran, gantuk berat, lupa dll.

Sepertinya menulis malam menjadi salah satu penyebab terjun bebas puluhan kali. Bukan saya tidak semangat menulis sampai gagal puluhan kali, saya hanya tidak ingin terlalu terobsesi, ngotot ataupun ambisi dalam mengikuti tantangan menulis ini.

Intinya bagi saya, jalani saja sekemampuan saya, sesempat saya, sesehat saya walau pada akhirnya saya akan terjun bebas adalah resiko yang harus saya tanggung.

#MenulisMalam
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Selasa, 03 Mei 2022

#PulangLebaran#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Selama 2 tahun pandemi (2020 dan 2021), Yasin tidak bisa kumpul lebaran karena saat itu belum leluasa keluar masuk Malaysia dan Indonesia serta harus menjalani karantina berbayar masing-masing 8 hari, belum lagi tiket pesawat yang harganya tinggi serta harus test PCR yang harganya juga lumayan.

Setelah dihitung-hitung, biaya yang harus dikeluarkan lumayan besar dan waktu juga habis untuk karantina di sini dan di sana jadinya tidak pulang lebaran adalah pilihan terbaik Yasin selama 2 tahun itu.

Alhamdulillah saat ini sudah bebas keluar masuk dan tidak ada karantina baik di Jakarta maupun di Johor, bahkan di Bulan Mei ini bebas PCR dan bebas masker pula.

Yasin sudah pulang sejak akhir tahun 2021 dan Yasmin sedang magang, Yasmin yang mendapat libur 8 hari tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk pulang ke rumah, lebaran tahun ini (2022) terasa lebih lengkap kumpul bersama walau hanya sebentar.

Mohon maaf lahir bathin semuanya.

تقبل الله منا ومنكم

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

(Semoga Allah ﷻ menerima amal shalih kita sekalian)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1443H

Semoga Allah سبحانه وتعالى menerima amal-amal yang kita lakukan, selalu memberkahi amalan kita dan senantiasa kita dimudahkan dalam menjalankan amal ketaatan selanjutnya.

آمين يارب العالمين

#PulangLebaran
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

#TerjunBebaske39#TantanganMenulisHarike1#TantanganMenulisGurusiana

Senin malam (02/05) sekitar jam 11an, saya posting tulisan hari ke 3 ke Blog Gurusiana, namun tidak bisa terkirim, saya coba berkali-kali tetap belum bisa.

Sambil menunggu, saya kirim dulu ke Blog pribadi, alhamdulillah sukses lalu saya kembali lihat lagi Blog Gurusiana, saya coba kirim lagi namun tetap tidak membuahkan hasil.

Mata sudah mulai mengantuk, sayapun memutuskan tetap menunggu sampai akhirnya ketiduran dengan HP masih tetap di tangan. 

Keesokan harinya (03/05) terbangun jam 4an pagi, saya merasakan ada HP di dekat saya dan teringat kembali kalau semalam berusaha kirim tulisan, segera saya cek Blog Gurusiana ternyata masih proses dan semua sudah terlambat karena sudah berganti hari. 

Inilah terjun bebas ke 39 kalinya, untuk konsisten menulis memang banyak sekali hambatannya, mulai sakit, lupa, ketiduran, kelelahan, kendala teknis dll.

Saya berencana ingin mendata alasan terjun bebas selama ini kendalanya apa saja, kendala apa yang paling banyak. Yang saya rasakan paling sering kendala lupa, kelelahan dan sakit, kendala teknis hanya beberapa kali saja tidak sebanyak yang lain.

#TerjunBebaske39
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana

Senin, 02 Mei 2022

#LebaranDay1#TantanganMenulisHarike3#TantanganMenulisGurusiana

Hari ini (02/05) adalah hari lebaran ke 1 tahun 1443 H atau 2022 Masehi. Seperti biasa pagi-pagi kami sudah bangun mulai dari Subuh lalu jam 6.30 Sholat Ied di masjid dekat rumah kami.

Saat sampai masjid, suasana sudah ramai dan penuh, kami pilih di barisan belakang yang masih tersisa. 

Kami sudah siapkan kertas koran sebagai alas lalu menggelar sajadah. 

Ada bagian aspal yang agak basah, saya beri alas koran agak tebal supaya tidak menyerap ke sajadah saat diduduki.

Selesai sholat Ied, kami salaman dengan tetangga sekitar yang rumahnya kami lewati saat pulang. 

Setelah makan ketupat kami pergi ke Ciapus, silaturahim ke rumah ibu.

Di tengah jalan saya melihat penjual bunga tabur di sepanjang kiri jalan. 

Saat ditanya harganya 25rb perbungkus, saya tawar 50rb tiga, abang penjual bunga tidak mau kamipun berlalu saja karena harganya terasa mahal dimana kalau hari biasa harganya 15rb.

#LebaranDay1
#TantanganMenulisHarike3
#TantanganMenulisGurusiana

Minggu, 01 Mei 2022

#MalamTakbiran#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Malam ini (01/05) adalah malam takbiran.

Takbir berkumandang dimana-mana menggetarkan hati. Lebaran kali ini tiada baju lebaran sebagaimana halnya 2 tahun ke belakang.

Sejak Pandemi, 2020, 2021 telah menjadi hal yang lumrah tidak punya baju baru, sendal baru padahal dulu kalau ga serba baru rasanya sedih merasa ada yang kurang sampai ada budget khusus untuk baju dan sandal lebaran. 

Alhamdulillah hikmah pandemi menjadi ada tradisi baru, tak mengapa lebaran tanpa baju baru.

#MalamTakbiran
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana