Selasa pagi (10/05) saya pergi ke sekolah lalu pergi makan bakso bersama teman-teman, setelah itu saya jemput ibu untuk ke RS.
Pagi-pagi ibu nelpon mengeluhkan punggungnya yang bruntus dan berair. Saya tidak mau membiarkan ibu sakit berlama-lama maka langsung saya daftarkan ke dokter kulit secara online.
Namun saat tiba di RS rupanya sudah tidak dapat daftar ulang karena terlambat, akhirnya saya putuskan ke IGD saja karena tidak mau besok (Rabu, 11/05) harus kembali lagi berhubung sudah ada beberapa agenda yang menanti.
Selama proses pengobatan ibu sampai selesai, badan saya terasa tidak nyaman, kepala agak pusing.
Saya sepertinya tidak sanggup untuk mengantar ibu ke rumah, akhirnya saya putuskan untuk pesan Go Car untuk menghemat waktu dan tenaga saya yang sedang tidak fit.
Setelah ibu naik mobil dengan aman, saya langsung koordinasi dengan Enay, gadis cilik kelas VIII yang rumahnya menempel dengan rumah ibu.
Enay sangat bisa diandalkan untuk segala hal yang berkaitan dengan menjaga ibu. Saya kirim link Go Carnya agar Enay bisa memantau pergerakannya.
Enay saya minta untuk membantu ibu turun dari mobil dan menemani nyebrang serta memastikan sudah masuk rumah.
Saya sampai rumah saat adzan Maghrib berkumandang, rupanya suami sudah pulang dan sedang berbuka puasa.
Saya temani suami sebentar lalu minta izin untuk mandi dan sholat. Kepala bertambah pusing, saya segera menuju tempat tidur untuk istirahat.
Ingat sekali belum menulis tapi tidak sanggup menulis dengan kepala pusing, kalau membuka mata rasanya kamar berputar, kalau duduk atau berdiri langsung mual.
Sayapun tertidur dan bangun tengah malam karena panggilan alam, biarpun pusing saya paksakan.
Saya tidur kembali hingga pagi hari, kepala masih pusing, ambil air wudhu lalu sholat, setelah itu saya menuju dapur untuk minum air hangaylt dan minum Sari kurma, setelah selesai saya kembali tidur dengan harapan pusingnya hilang.
Hari ini (11/05) ada janji selain ke sekolah juga ada undangan dan janji menemani Jaina bermain di Kidzzone namun kepala masih pusing hingga jam 9.
Saya coba minum obat anti nyeri lalu ditidurkan lagi, alhamdulillah jam setengah 11 pusing mereda, tinggal pemulihan karena badan masih lemas.
Demi memenuhi janji hari ini, sayapun bergegas ke kamar mandi untuk mandi karena merasa sudah enakan.
Saya WA kepala sekolah dan teman-teman karena tidak bisa memberi kabar sejak pagi, kepala pusing tidak bisa membuka HP untuk berkabar dan balas-balas WA.
Saya ingat belum menulis dan pasrah terjun bebas lagi yang ke 40 kali, apa mau dikata jika sudah gagal menulis karena pusing. Tidak ada yang mengharapkan kegagalan tapi saya harus bangkit lagi memulai lagi ke hari pertama.
Bagi saya tidak masalah harus memulai lagi ke hari pertama karena pilihannya lanjut atau berhenti karena sudah bosan terjun bebas terus.
Selama masih diberikan kesempatan untuk memulai lagi dari awal, mengapa tidak saya manfaatkan kesempatan itu. Jika sudah tidak ada kesempatan lagi, baru saya akan berhenti.
#TerjunBebaske40
#TantanganMenulisHarike1
#TantanganMenulisGurusiana