Kamis, 10 Maret 2022

#CrazyRich#TantanganMenulisHarike20 #TantanganMenulisGurusiana

Beberapa tahun belakangan sering mendengar istilah crazy rich juga sultan untuk orang-orang tertentu. 

Sempat heran juga ada istilah crazy rich berdasarkan kota, misal crazy rich Malang, crazy rich Bandung, crazy rich Medan dsb.

Saya berpikir apakah orang-orang terpilih itu merupakan orang paling kaya di kotanya, siapa yang memilih mereka mewakili kotanya, apakah ada data kekayaan penduduk kota tersebut lalu terpilihlah orang paling kaya mewakili crazy rich di kotanya. 

Kalau saya tahunya istilah konglomerat untuk orang-orang kaya tapi sekarang berubah menjadi crazy rich dan juga istilah sultan.

Para crazy rich yang mewakili kotanya tidak disebut konglomerat. Istilah konglimerat saya kira sudah tidak ada namun ternyata masih ada, disematkan oleh majalah dunia terkemuka. 

Beda dengan istilah crazy rich dan sultan, dilabeli oleh media lokal di sosial media atau berita online.

Efek media memang kuat, para crazy rich itu seolah berlomba-lomba mengekspose gaya hidup dan kekayaannya di media sosial yang tentu saja akan menjadi motivaai untuk yang lain berlomba-lomba menampilkan hal yang sama.

Sekarang banyak orang yang menjadi kaya dengan memperoleh penghasilan dari jasa endorse, mulai dari anak kecil sampai ke orang tua, siapapun bisa melakukannya jika memiliki kreatifitas.

Biaya jasa selebgram itu lumayan mahal sehingga tak jarang mereka memperkerjakan orang lain untuk dijadikan tim.

Belum lagi orang yang memiliki penghasilan menjadi seorang youtuber, banyak yang berlomba-lomba menjadi youtuber.

#CrazyRich
#TantanganMenulisHarike20 
#TantanganMenulisGurusiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar