Alhamdulillah, puasa Ramadhan kali ini (11/04/2022) prokes sudah mulai kendor karena pandemi Covid - 19 sudah berkurang.
Masih teringat pandemi kesatu dan kedua yang telah memakan banyak korban jiwa mulai dari tenaga kesehatan sampai orang umum.
Semua panik dengan banyaknya korban jiwa, anak-anak di rumahkan untuk menghindari penularan Virus Covid - 19.
Di WA group hampir setiap hari ada saja info orang yang positif ataupun yang meninggal tak terkecuali kakaknya suami.
Bulan Desember 2020, tiba-tiba merasakan sesak nafas sebagaimana gejala pada umumnya yang terkena virus ganas ini. Tak berselang lama, tidak ada seminggu Teh Lusi meninggal.
Tahun 2020 dan 2021 adalah tahun penuh duka buat keluarga kami. November 2020 bapak meninggal lalu Desember 2021 Teh Lusi yang meninggal.
Sejak itu adik saya satu-satunya jatuh sakit sejak kepergian bapak, berawal dari kaki yang sakit sampai mengalami tidak bisa menggerakkan badan sama sekali.
5 bulan berselang Sari meninggal, rasanya belum sembuh luka di hati ini lalu kembali bersedih lagi, kami semua terpukul apalagi ibu kami yang sangat terpukul sampai tidak bisa melupakannya setelah setahun berlalu.
Bapak meninggal ibu cepat terobati luka hatinya, berbeda dengan adik meninggalkan luka hati mendalam dan berkepanjangan.
Susah payah kami meyakinkan ibu bahwa semua sudah takdir dari Allah SWT yang tidak dapat kita tentang, harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan serta kesabaran.
#TahunDuka
#TantanganMenulisHarike51
#TantanganMenulisGurusiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar