Minggu, 20 Februari 2022

#Nailapart4#TantanganMenulisHarike2#TantanganMenulisGurusiana

Senin pagi Naila harus sudah registrasi ulang di lokasi kampus, Naila berencana berangkat Sabtu pagi diantar ibu.

Jumat sore Naila sudah selesai packing, sambil megecek segala dokumen dan perlengkapan, Nai tidak sadar ternyata ayah sedang termenung memikirkan akan berpisah jauh dengan putri tercintanya. 

Naila anak perempuan satu-satunya diantara 5 saudara laki-lakinya. 

Karena kepintarannya, Naila menjadi tumpuan harapan serta cita-cita ayah dan ibu.

"Nai, maafkan ayah tidak bisa antar ke kota tempat kamu menuntut ilmu, ayah do'akan semoga perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan," kata ayah sendu. 

"Iya ayah, ga papa, cukup hanya dengan ibu saja koq, ayah kan tidak bisa izin," jawab Naila sambil memeluk ayah tercinta tanpa menyadari kesedihan sang ayah.

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah jam 11 malam.

"Nai, ayo tidur supaya besok kita tidak terlambat ke terminal," kata ibu mengingatkan Naila.

"Baik bu, Nai akan segera tidur," kata Naila sambil menarik selimut. 

Ibu dan ayah keluar dari kamar Nai sambil mematikan lampu. 

Setelah pintu kamar tertutup, Nai menyeka air matanya, air mata yang ditahan sejak tadi akhirnya tumpah juga seiring semakin mendekati waktu keberangkatannya untuk menggapai cita-cita.

Sampai jam 1 Nai masih belum bisa memejamkan mata, pukul 2 pagi baru terasa ngantuk.

#Nailapart4
#TantanganMenulisHarike2
#TantanganMenulisGurusiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar