Senin, 07 Februari 2022

#Nailapart2#TantanganMenulisHarike9#TantanganMenulisGurusiana

"Hallo Nai, udah siap pergi? Ayo kita beli koran," terdengar suara nyaring Diana dari ujung telpon.

"Assalamualaikum gitu, main hula halo aja," jawab Nai sambil tersenyum sendiri akan sikap Diana yang begitu adanya.

"I am sorry Nai, assalamualaikum, gitu kan?" Kata Diana.

"Waalaikumsalam wr wb, Iya betul begitu, ayo aku udah siap nih, kita beli di tempat kita test, ketemuan di sana jam 8," kata Naila bersemangat. 

"OK Nai, see you there, assalamualaikum," jawab Diana sambil menutup pembicaraan. 

"Waalaikumsalam wr wb," kata Naila sambil meletakkan gagang telepon. 

"Bu, Nai berangkat dulu ya," setelah mencium tangan ibu, Nai mengikat rambut lurusnya agar tidak berantakan.

"Iya Nai, hati-hati, semoga keterima, aamiin," terdengar lirih suara ibu.

Degup jantung ibu begitu kencang membayangkan jika anak perempuan satu-satunya harus pergi jauh sesuai PTN yang diminatinya. 

Nai anak ke 4 dari 6 bersaudara, lima lainnya anak laki-laki jadi tidak heran jika Nai memiliki sifat agak tomboi layaknya laki-laki. 

SD hingga SMP, Nai sangat suka mencari kodok di sawah atau main di sungai bersama teman-teman kakaknya. 

Masuk SMU, Nai mulai mengurangi main karena merasakan kompetisi yang tinggi di kelasnya, Nai harus berjuang lebih keras karena sekolahnya adalah sekolah negeri unggulan no 1 di Kota Bogor.

Sebenarnya bukan hal baru bagi Nai untuk belajar sungguh-sungguh, bisa masuk sekolah unggulan ini merupakan hasil kerja kerasnya demi mewujudkan impian masuk SMU paforit.

#Nailapart2
#TantanganMenulisHarike9
#TantanganMenulisGurusiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar