Entah mengapa, hari ini saya teringat dosa-dosa di masa lalu, aib yang Allah tutup rapat hingga sekarang.
Saya membayangkan jika semua aib itu kelak dibuka di yaumul hisab betapa malunya saya, penuh berlumuran dosa.
Itu aib besar yang masih sangat terasa sampai sekarang, diri ini tidak bisa melupakan semua, benar-benar menghantui diri ini.
Bagaimana dengan aib yang tidak terasa tentu akan lebih banyak lagi.
Yaumul hisab adalah hari perhitungan dimana semua amal perbuatan baik dan buruk akan dipertanggung jawabkan, tidak bisa mengelak lagi karena yang bersaksi adalah semua anggota tubuh kita mulai dari mata, hati, tangan, kaki dll.
Saya sampai tegang memikirkan semua itu, perut mules bolak balik ke kamar mandi tidak jelas tujuannya karena sesampai di kamar mandi hanya duduk termenung saja tidak ada yang dikeluarkan.
Ya Allah, maafkanlah semua dosa dan kesalahanku. Betapa hinanya diri ini jika semua aib itu terbuka, betapa malunya saya, tentu tidak bisa lagi berdiri tegak tak punya harga diri.
Ya Allah, terima kasih atas semuanya, ditutupnya aib ini sehingga masih bisa beraktifitas seperti biasa.
Walaupun tidak ada manusia yang tak luput dari dosa tapi semua itu adalah urusannya masing-masing, urusan pribadinya dengan Allah, yang harus dipikirkan adalah dosa diri sendiri yang Allah tutup atas kebaikan dan kasih sayang-Nya.
Jika teringat dosa pribadi, rasanya tidak ada celah untuk merasa sombong, jumawa, merasa lebih apapun dari yang lain karena kesombongan bisa menjadi penghalang masuk surga.
Ya Allah, jauhkanlah diri ini dari sifat sombong, ampunilah dosa-dosa saya, tutupilah aib-aib saya hingga di akhirat kelak, aamiin.
#AibDiri
#TantanganMenulisHarike6
#TantanganMenulisGurusiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar