Jumat, 14 Januari 2022

#MemenuhiJanji#TantanganMenulisHarike8#TantanganMenulisGurusiana

Janji adalah hutang, sering kali kalau sudah janji saya akan rela penuhi walau sudah kemalaman.

Misalnya kemarin (13/01), waktu sudah lewat Maghrib, saya ambil masakan dulu lalu ke tukang jahit.

Kedua tempat itu memang sudah janjian, ke tukang jahit sebenarnya sudah ada keinginan untuk WA saja akan diganti besok pagi namun saya ga enak dan memikirkan betapa nanti.kepercayaan akan luntur walaupun sebenarnya tidak akan apa-apa.

Saya pikir, selama masih bisa dikejar akan saya usahakan hadir.

Begitu pula Sabtu lalu, salah satu orang tua mengundang ke nikahan anaknya dan saya tidak melisankan janji akan hadir, saya ucapkan dalam hati saja. 

Saya ingin beri kejutan jika bisa hadir, alhasil seharian hujan deras dan baru langit cerah menjelang Maghrib. 

Jadilah saya berangkat walau tidak janji, lega rasanya kalau sudah memenuhi janji.

Begitu pula hari ini (14/01), saya akan antar wadah, walaupun pemiliknya tidak nagih dan tidak menanyakan tapi saya merasa beban ada barang milik orang lain di rumah, itu sebabnya saya paksakan antar wadahnya.

Seminggu sekali ada jadwal mengunjungi orang tua, kebiasaan yang sudah lama berlangsung dan menjadi seperti janji pada diri sendiri. 

Penuhilah janji walau janji pada diri sendiri, kata lainnya adalah tekad.

#MemenuhiJanji
#TantanganMenulisHarike8
#TantanganMenulisGurusiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar