Jumat, 21 Januari 2022

#Anggrekpart2#TantanganMenulisHarike15#TantanganMenulisGurusiana

Masih tentang Anggrek, suaminya menghabiskan waktu di rumah sambil main gadget tanpa mau menjaga anak karena tidak mau capek mengasuh anak. 

Malam hari begadang main game dan pagi hari masih tidur hingga siang. 

Infonya sedang menunggu panggilan pekerjaan yang sudah dijanjikan. Pernah dijanjikan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang namun pekerjaan itu tidak kunjung datang juga. 

Selama menunggu hanya berpangku tangan mengandalkan Anggrek dan orang tuanya. 

Lulusan sebuah Perguruan Tinggi Swasta ternama, bergengsi karena terkenal mahal hanya dimasuki orang-orang beruang. 

Dari situ bisa dipahami kalau suaminya ini adalah sosok anak mamih yang tidak mau susah, biasa dimanja karena berkecukupan. 

Rasanya banyak orang lain berkecukupan tapi tidak manja malah hidup mandiri, entah dimana salah pengasuhan suaminya Anggrek ini. 

Tidak bisa menyalahkan kedua belah pihak baik suami maupun orang tuanya karena sejatinya keduanya telah sama-sama dewasa. 

Sang suami pernah bekerja di sebuah perusahaan bergengsi namun hanya bertahan beberapa bulan saja karena tidak ada kejelasan status pegawai jadilah barisan pertama saat ada pengurangan karyawan. 

Pekerjaannya itu jauh dari rumah, Anggrek tinggal di kotanya, suaminya pergi kerja dengan membawa uang ratusan juta namun habis selama bekerja 6 bulan.

Setelah 6 bulan kembali ke kota asal namun Anggrek tanpa sengaja mendapati media sosial suaminya itu penuh dengan chat yang tak seharusnya dilakukan seorang suami. 

Rupanya selama ini suaminya telah berselingkuh dengan seorang wanita dan rekan kerjanya lebih familiar dengan wanita ini. 

Namun ternyata tidak hanya dengan satu wanita saja namun dengan beberapa wanita. 

Sejak saat itu Anggrek ketahuan telah mengetahui perselingkuhan suami lantas ingin pisah. 

Sempat terjadi perpisahan sesaat, tidak dilanjutkan pisah setelah suami mengetahui Anggrek hamil.

Kembali bersatu namun tidak ada perubahan pada tabiat suaminya, masih bermedia sosial namun Anggrek tidak boleh memiliki IG dan FB, cukup WA saja.

Anggrek tidak boleh tahu isi HP suaminya namun suaminya harus bebas melihat HP Anggrek. 

Dari sini terlihat suaminya ini licik, semua dia yang atur sesuai keuntungannya sendiri. 

Pernah Anggrek meminta uang 10.000 untuk beli siomay, suami menasihati jangan banyak jajan padahal itu pertama kali jajan karena kepengen banget.

Anggrek tinggal di rumah mertua karena suami dan mertuanya takut Anggrek dan suaminya tidak nemu makan untuk sehari-hari.

Selama ini Anggrek lebih banyak menahan lapar karena sungkan ambil makan di rumah mertuanya. 

Perjanjian Anggrek pada suami, mau tinggal di rumah mertua asal diambilkan makan. 

Jadi Anggrek mengandalkan suami untuk ambil makan dan hanya makan sesekali saja.

Perawakan Anggrek memang kecil, entah pembawaan atau gara-gara jarang makan.

Belum lagi sikap ibu mertua yang seolah ingin mengambil alih peran ibu untuk anak Anggrek dengan memanjakan pakai jajanan ataupun jalan-jalan serta minta dipanggil mamah.

Anggrek tidak rela kalau anaknya harus manggil mamah karena mamahnya hanya Anggrek, ibu mertua adalah nenek bukan mamah. 

Ibu mertua yang seakan menyalahkan penampilan Anggrek sehingga suaminya selingkuh, ibu mertuanya ini membela perselingkuhan anaknya dan malah menyalahkan Anggrek yang dianggap berpenampilan kuno beda dengan wanita-wanita selingkuhan yang rambut terawat dan pakaian seksi.

Sangat aneh jika suaminya menduakan Aggrek yang berhijab dengan wanita-wanita itu karena sejatinya pernikahan mereka diawali dengan perkenalan dan pendekatan 6 bulan. Selama 6 bulan itu Anggrek melihat suaminya itu orang yang baik sekali makanya mau diajak ke jenjang pernikahan. 

Entah apa penyebab suami dan ibu mertuanya  jadi seperti mendikte Anggrek.

Sepanjang mendengar ceritanya tak terasa air mata saya jatuh di atas pipi sehingga terasa hangat. 

Saya sedih dan salut atas kesabaran Anggrek menghadapi suami dan ibu mertuanya, saya yang dengarnya saja sampai gemas dengan perilaku suami dan ibu mertuanya. 

Alhamdulillah ayah mertuanya baik dan bijaksana, berbanding terbalik dengan ibu mertuanya.

Sampai saat ini Anggrek tidak pernah cerita ke orang tua mengenai perilaku suami dan ibu mertuanya.

Bisa dibayangkan bagaimana sedihnya orang tua jika mengetahui anak kesayangannya diperlakukan seperti itu.

Orang tua Anggrek bukanlah orang tua awam, ibunya seorang guru dan ayahnya juga pekerja dengan posisi yang bagus.

Perlakuan suami dan ibu mertuanya selain tidak menghargai Anggrek juga tidak menghargai orang tua Anggrek.

Anggrek sempat berujar kalau nikah itu ternyata begini tidak ada indah-indahnya. 

Sempat saya sampaikan, waktu rujuk apakah Anggrek tidak mengajukan syarat, misal minta perubahan perilaku suaminya. 

Kata Anggrek, "suami saya ga bisa diajak diskusi begitu bu."

Semoga Anggrek tabah dan kuat atas semua yang dialaminya. 

Ingin rasanya menyapa menanyakan kabar tapi teringat kalau suaminya suka buka HP Anggrek.

Sebenarnya masih ada lagi kisah lain selain Anggrek, yang lain nanti saya namakan Kenanga, Kemboja, Asoka dll untuk bisa diambil hikmahnya.

#Anggrekpart2
#TantanganMenulisHarike15
#TantanganMenulisGurusiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar