Minggu, 23 Januari 2022

#Marni#TantanganMenulisHarike17#TantanganMenulisGurusiana

Siapapun pasti sedih kalau berkali-kali disindir oleh kakak sendiri. 

Itu yang terjadi pada Marni saat sang Kak Ferdy sang kakak melakukannya. 

Saat tahlil kematian ayah, Kak Ferdy menyindir di group WA keluarga dengan mengatakan, "bos mah bebas."

Deg, Marni yang merasa pengorbanan Mas Gema suami Marni yang sudah mengeluarkan uang berpuluh-puluh juta untuk biaya tahlil merasa tidak dihargai sama sekali oleh Kak Ferdy.

Marnipun tetap harus bersikap waras, jangan terpancing emosi, pura-pura mengabaikan apa yang disampaikan Kak Ferdy.

Bukan tanpa alasan Mas Gema mengeluarkan uang, bisa dibilang uang yang dikeluarkan Mas Gema sudah ratusan juta karena alm ayah sudah meminjam sejumlah uang kepada Mas Gema sambil memohon sehingga Mas Gema tidak kuasa menolak.

Ayah Marni yang pensiunan tentu saja tidak memiliki uang untuk membayar hutang 100 juta. 

Ayah mengajak Marni dan Mas Gema keliling supaya memilih sebidang tanah yang disukainya.

Ada 3 lokasi yang diperlihatkan, yang dekat rumah ayah dan sekarang menjadi kuburan alm ayah lalu sebidang tanah dekat kampung halaman alm ayah dan yang terakhir tepat di belakang sekolah. 

Dari ke tiga tanah itu tidak ada satupun yang menarik karena yang pertama dekat pemakaman umum, yang kedua lokasi terlalu jauh dan yang terakhir tidak memiliki akses jalan. 

Dengan terpaksa Mas Gema memilih yang terakhir karena agar urusan ayah selesai dan sekarang menjadi terbalik, Mas Gema yang punya hutang. 

Mas Gema dan Marni segera memilih notaris untuk mengurus jual beli tanah tapi belum selesai urusan dengan notaris, ayah keburu meninggal. 

Tahlilan diadakan dengan biaya yang tidak sedikit, hampir mencapai 70 juta lebih. 

Tentu saja semua saudara bersyukur karena ada solusi untuk biaya tahlilan, anggap sebagai penghargaan terakhir ayah kepada sekelilingnya. 

Namun tanpa ada angin atau hujan, Jumat (21/01/2022) jam 19.11 Kak Ferdy kirim Voice Note di group keluarga kandung dengan penuh emosional yang intinya protes atas adanya acara tahlilan, Marni bingung kenapa setelah sekian lama ada dibahas lagi, ada apa gerangan.

Setelah kirim VN, Kak Ferdy langsung keluar group. 

Marni yang masih terkaget-kaget tentu saja langsung masukkan lagi Kak Ferdy ke group WA untuk penjelasan lebih lanjut namun Mas Ferdy malah keluar group lagi, Marni berniat masukkan lagi namun sudah tidak bisa entah apakah karena Kak Ferdy langsung block Marni. 

Marnipun pasrah, harus dengan cara apa lagi berkomunikasi dengan Kak Ferdy, sedangkan japri WA terakhir saja (12/12/2021) tidak dibaca oleh Kak Ferdy padahal beberapa menit sebelumnya masih berbalas-balasan WA. 

Begitulah kalau bermodalkan emosi semata, Kak Ferdy rupanya tidak ingin ada komunikasi lagi.

Marnipun merasa harus ada komunikasi lagi dengan Kak Ferdy, kalau komunikasi langsung sudah terbayang Kak Ferdy akan emosional dan tidak akan menyelesaikan masalah. 

Menyampaikan ke Kak Yati istri Kak Ferdy juga sepertinya tidak memungkinkan karena selama ini Kak Yatipun seperti kehabisan kata-kata kalau menghadapi Kak Ferdy. 

Minggu pagi (23/01/2022) Marni yang sudah tidak bisa lagi membendung kesedihannya dan dada yang terasa sesak atas perlakuan Kak Ferdy, merasa harus segera selesai urusannya, Marni pilih kirim WA di group keluarga yang ada ipar, keponakan dan pasangan dengan harapan semua mengetahui titik persoalannya tanpa perdebatan. 

Marnipun menyampaikan di group agar kelak tidak perlu ada tahlilan lagi untuk merayakan tepung tahun karena sudah tidak bagus di mata Kak Ferdy yang cenderung menyalahkan Marni dan Mas Gema. 

Sindiran Kak Ferdy sangat menyakitkan menyayat-nyayat hati serta Kak Ferdy tidak menghargai lagi Mas Gema karena Kak Ferdy berulang-ulang menyindir Marni.

Marni tidak mau kehilangan akal sehat karena tidak ada cara untuk berkomunikasi dengan kak Ferdy. Setelah pesan tersampaikan Marni merasa tenang walau masih gemetaran sejak menerima Voice Note dari kak Ferdy.

Sebelumnya (03/12/2021) Kak Ferdy sempat menyindir juga dan langsung keluar group, sama Kak Dodi kakak kedua Marni langsung dimasukkan lagi. 

Marnipun mengetahui Kak Ferdy sudah ada di group lagi langsung minta penjelasan atas sindiran Kak Ferdy namun tidak ada jawaban.

Ya sudah Marnipun menghargai keputusan Kak Ferdy yang tidak mau menjawab. 

Sebenarnya sikap aneh Kak Ferdy sudah Marni rasakan sejak sekitar 8 tahun lalu setelah Kak Ferdy meminjam uang ke Marni sejumlah 10 juta.

Saat itu tiba-tiba ada telpon masuk, rupanya dari Kak Ferdy, "Mar, aku pinjam uang 10 juta ya?"

Marnipun segera menjawab, "iya kak, ke rumah saja ya."

Besoknya Kak Ferdy datang ke rumah untuk ambil uangnya.

Sampai-sampai Marni lupa menanyakan kapan akan diganti.

Marni pikir akan ganti secepatnya namun tahun berganti tidak kunjung dibayar malah perubahan sikap yang diterima Marni, Kak Ferdy seperti selalu menghindar.

Kalau lebaran tidak pernah ketemu di rumah ayah, pada akhirnya Marni sebagai adik harus berusaha bersikap profesional untuk tetap menghargai dan menghormati Kak Ferdy sebagai kakak.

Setiap tahun setelah lebaran, Marni selalu datang ke rumah Kak Ferdy untuk sungkem namun setiap kali datang tidak pernah ketemu sama sekali.

Pernah Kak Yati bilang Kak Ferdy ada di kamar, Marnipun menunggu sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Kak Yati namun Kak Ferdy tidak kunjung keluar kamar.

Sampai akhirnya Marni pamit, begitu setiap tahun tapi Marni tidak peduli dengan sikap Kak Ferdy yang seperti itu, Marni merasa yang penting kewajiban sebagai adik sudah dijalankan.

Marnipun mencoba memberanikan diri menagih uangnya, alhamdulillah Kak Ferdy bayar 5 juta diantar ke sekolah.

Tahun-tahun berlalu, Marni kembali menagih sisa uangnya, alhamdulillah bayar 2,5 juta, akhirnya tersisa hingga kini 2,5 juta lagi.

Pernah Marni nagih dengan kirim WA jawabannya hanya iya tanpa ada realisasi.

Ya sudahlah Marnipun tidak mau menagih lagi, dirasa sudah cukup.

Sepertinya Kak Ferdy berpikir kalau Marni tidak merasakan perubahan sikap itu karena Marni biasa saja padahal sudah mengetahui itu dan bodo amat dengan sikap Kak Ferdy walaupun sempat heran juga Kak Ferdy yang pinjam uang tapi Kak Ferdy juga yang menjauh.

Terakhir Kak Ferdy kirim VN yang memojokkan Marni dan Mas Gema, Marni merasa sedih tidak kuasa lagi menahan air mata atas sikap Kak Ferdy, lunglai dan gemetar, dada terasa sesak.

Kak Ferdy kakak kandungnya seharusnya mengayomi dan melindungi adiknya tapi malah menyerang.

Marnipun berpesan kepada Ali anak sulungnya supaya bersikap baik kepada saudaranya harus saling menjaga.

Ali mengerti dan bilang akan melakukan pesan sang ibu.

#Marni
#TantanganMenulisHarike17
#TantanganMenulisGurusiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar