Jumat, 14 Agustus 2020

Teh Isah

Rabu malam (12/08) Yasmin mengabari saya kalau Teh Isah, ART orang tua kami telah meninggal. 

Sayapun jadi kembali teringat saat bertemu almh untuk terakhir kalinya, tepatnya sih bukan bertemu tapi saya melihat dari kejauhan.

Saat itu saya dan Yasmin menjemput mamah dan bapak untuk pergi ke bank ambil uang pensiun.

Saya parkir kendaraan dan Yasmin menjemput mamah dan bapak ke dalam rumah. Tak lama mereka keluar dan Teh Isah menutupkan pintu rumah dan berlalu pulang.

Masih bisa saya lihat wajahnya saat itu dari kejauhan. Tidak pernah ada yang tahu kalau itu adalah pertemuan terakhir saya. 

Almh datang setiap dua hari sekali untuk bersih-bersih dan bebenah di rumah orang tua. 

Minggu sore saya datang kembali untuk mengantar Yasmin yang akan menginap, tidak ada berita apapun. 

Senin sore saya datang kembali untuk kondangan dan jemput Yasmin. 

Sekilas Yasmin cerita "mi, Teh Isah yang kerja di mamah kan pingsan." 

"Pingsan kenapa teh?" Tanya saya sambil membayangkan wajah Bu Isah yang pernah kerja di rumah kami.

"Ga tahu," jawab Yasmin.

Haripun berlalu tanpa kabar berita apapun sampai tiba-tiba Rabu malam Yasmin menyampaikan Teh Isah meninggal, saya terperanjat sampai keringatan padahal sebelumnya sedang meriang lalu mengucapkan innalillahi wa innailaihi rojiun tanpa membuka WA karena sedang beraktufitas. 

Saya kembali membayangkan Bu Isah yang sedang bekerja nun jauh di Bekasi sambil membawa anak-anaknya. Yang saya pikirkan, bagaimana dengan anak-anaknya, siapa yang akan mengurus anak-anaknya. 

Saat akan tidur, saya buka WA dulu untuk melihat-lihat, ternyata yang dimaksud Teh Isah, bukan Bu Isah. 

Barulah saya tersadar yang meninggal adalah Teh Isah yang Rabu lalu saya lihat dari kajauhan.

Almh masih muda, sepertinya di bawah saya, usia 30an tahun. Selalu gesit saat bekerja, tidak pernah terlihat sakit atau terdengar sakit. 

Saat kejadian pingsanpun bukan dalam keadaan sakit, masih dalam keadaan sedang mengerjakan sesuatu di rumahnya. Almh meninggalkan seorang anak yang sudah lulus SMA dan seorang ayah yang selama ini dalam pengurusannya karena sakit tua.

Itulah kematian yang senantiasa harus kita jadikan dzikrul maut, tidak ada syarat tua atau sakit, bisa datang setiap saat kapan saja, dimana saja. Jika syarat kematian adalah tua dan sakit, tentu ayahnya lah yang memenuhi persyaratan namun kematian merupakan rahasia Allah yang bisa menimpa pada siapa saja tanpa kenal tua, muda, sehat, sakit.

Masya Allah, Teh Isah adalah orang baik, selalu merawat ayahnya yang sudah tua dan sakit serta membesarkan anak tanpa didampingi suami, semoga Teh Isah husnul khotimah, aamiin. 

#1 (14/08/2020)
#TehIsah
#TantanganMenulisHarike47 
#TantanganMenulisGurusiana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar