PENTING!
20 PENYEBAB GAGALPRENEUR
Karakter seseorang
menentukan
kesuksesan di masa
depan, apapun
profesi yang
dilakoninya. Karakter
dalam diri seorang
wirausahawan merupakan
faktor utama yang
menentukan keberhasilan
bisnis. Tak jarang, sebuah
usaha berjalan terseok-seok
karena si pemiliknya
memiliki karakter-karakter
yang tidak menunjang
keberhasilan bisnis itu
sendiri.
Pengusaha sukses Bob
Sadino memaparkan 20
karakter pebisnis yang
mengancam
keberlangsungan sebuah
bisnis wirausaha.
1. Terlalu banyak ide.
Pebisnis memiliki ide yang
terlalu banyak sehingga
bingung memilih mana
yang akan direalisasikan.
Sering terjadi, memiliki
terlalu banyak ide bisnis
justru membuat
wirausahawan tidak
melakukan apa-apa.
2. Miskin keberanian
untuk memulai.
Wirausahawan yang
berpikir terlalu banyak
cenderung memiliki
banyak pertimbangan. Ia
terlalu takut memikirkan
kemungkinan-
kemungkinan yang akan
dihadapinya. Akibatnya,
wirausahawan tidak
pernah benar-benar
memulai bisnisnya.
3. Terlalu pandai
menganalisis. Ide bisnis
terkadang dianalis dengan
lengkap dan rinci mulai
dari modal, untung-rugi,
bahkan hingga break event
point. Analisis yang terlalu
mendalam akan membuat
wirausahawan tidak
segera memulai bisnisnya.
4. Ingin cepat sukses.
Dibutuhkan kesabaran dan
kemauan untuk menjalani
proses yang panjang
sebelum bisnis
wirausahawan
membuahkan hasil.
5. Tidak berani bermimpi
besar. Mimpi yang besar
dibutuhkan untuk
memotivasi wirausahawan
mencapai kesuksesan.
6. Beranggapan bahwa
bisnis butuh pendidikan
tinggi. Tidak butuh gelar
sarjana untuk
berwirausaha. Wirausaha
adalah bidang bisnis yang
bisa dipelajari dari
kehidupan sehari-hari
tanpa mengenyam
pendidikan formal.
7. Negative thinking.
Banyaknya informasi
tentang bisnis membuat
calon wirausahawan
menganalisis kemungkinan
terburuk dari sebuah
bisnis. Cara pandang yang
negatif ini tentu
menghambat
wirausahawan untuk
memulai bisnisnya.
8. Mengerjakan semuanya
sendiri. Tidak ada
manusia yang sempurna.
Pebisnis manapun pasti
memiliki keterbatasan
sehingga butuh bantuan
orang lain.
9. Tidak fokus. Alasan
berwirausaha mungkin
memang hanya sebagai
bisnis sampingan, namun
bukan berarti
wirausahawan bisa
setengah hati menjalankan
bisnisnya.
10. Acuh terhadap
konsumen. Jangan
menutup mata dan telinga
terhadap keluhan dan
saran yang diberikan
buyer terhadap bisnis.
11. Mengabaikan
kualitas. Terlalu fokus
pada kuantitas penjualan
seringkali membuat
wirausahawan tidak
berinovasi untuk
memperbaiki kualitas
produknya.
12. Mudah pindah haluan.
Terlalu mudah beralih dari
satu bisnis ke bisnis
lainnya membuat usaha
tidak pernah mencapai
target awalnya.
13. Tidak punya skala
prioritas. Menganggap
penting semua hal terkait
bisnisnya membuat
wirausahawan tidak bisa
memprioritaskan mana
yang mendesak dan mana
yang bisa menunggu.
14. Kurang kerja keras &
kerja cerdas. Tidak
semua alternatif perlu
dicobakan ke dalam
bisnis. Wirausahawan
perlu pandai memilah-
milah hal yang sesuai dan
tidak sesuai bagi
bisnisnya.
15. Satu keuangan.
Meskipun jenis usahanya
adalah bisnis pribadi,
bukan berarti keuangan
pribadi bisa disatukan
dengan keuangan bisnis.
Wirausahawan perlu
memisahkan finansial
bisnis dan finansial
personal.
16. Mudah menyerah.
Anggaplah sebuah solusi
sebagai satu-satunya jalan
keluar dari permasalahan.
Dengan begitu,
wirausahawan tidak
mudah menyerah dalam
menghadapi kendala
bisnis.
17. Melupakan strategi
penjualan. Terlalu banyak
berinovasi pada tahap pra-
produksi membuat
wirausahawan melupakan
strategi pasca-produksi,
yaitu penjualan.
18. Berperilaku buruk. Tidak
sedikit wirausahawan
yang merasa pongah dan
sombong ketika mencapai
kesuksesan. Jika tidak
diperbaiki, perilaku
negatif ini akan
menghancurkan bisnis
wirausahawan suatu saat
nanti.
19. Melupakan keluarga.
Pebisnis sukses sering
berpikir, “No pain, no
gain.” Namun, bukan
berarti ia boleh
mengorbankan
keluarganya demi
berbisnis. Keluarga
merupakan motivator yang
paling berpengaruh di
saat-saat sulit
wirausahawan dalam
menjalankan bisnis.
20. Melupakan Allah Swt.
Terlalu sibuk berbisnis
membuat wirausahawan
tidak memiliki waktu
untuk berkomunikasi
dengan Allah Swt. Relasi
spiritual yang baik dengan
Allah Swt perlu dibangun
agar aspek duniawi dan
aspek rohani seimbang.
***(source.netprenuer. Co.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar