Minggu, 21 September 2014

Gotong royong

Rilis Pers:
Gotong Royong Memenangkan Gagasan;
Kisah Dibalik Upaya Memfilemkan ‘Ketika Mas
Gagah Pergi’
“Ketika Mas Gagah Pergi sangat menginspirasi
saya sebagai remaja saat itu dan membuat saya
jadi pribadi yang lebih peduli pada sekitar serta
lebih mencintai Islam. Kisah ini abadi dan mampu
mengubah banyak pembacanya menjadi lebih baik.
” (Asma Nadia)
Pernyataan penulis bestseller Asma Nadia tak
jauh berbeda dari Habiburahman el Shirazy.
Bahkan penulis yang populer dipanggil Kang Abik
ini mengusulkan agar Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan memasukkan buku ‘Ketika Mas Gagah
Pergi’ ke perpustakaan sekolah-sekolah dan
universitas “untuk membangun karakter pemuda
Indonesia.”
Kang Abik dikenal sebagai penulis novel best
seller ‘Ayat-ayat Cinta’ dan Ketika Cinta
Bertasbih (KCB) yang ketika difilemkan sukses
meraih lebih dari tiga juta penonton serta
mengawali munculnya genre drama-religi baik
dalam bentuk filem maupun sinetron televisi.
Saran kang Abik ini diperkuat oleh hasil riset
yang dilakukan ahli sosiologi asal Jepang, Yo
Nonaka Ph.D. Nonaka, yang juga menerjemahkan
kisah ini ke Bahasa Jepang, menyimpulkan, “buku
ini turut berperan dalam membentuk karakter
generasi muda muslim tahun 1990-an- 2000-an
hingga sekarang.”
Tidak banyak kisah seperti ‘Ketika Mas Gagah
Pergi’ yang punya pengaruh demikian kuat dan
masih relevan sejak diterbitkan pertamakali
tahun 1993 dalam bentuk cerpen di Majalah
Annida. Sampai kini, buku KMGP sudah memasuki
cetak ulang 27 kali dan permintaan masih terus
mengalir, baik melalui berbagai toko buku maupun
penjualan langsung.
Tak kurang dari tiga rumah produksi kemudian
mengincar untuk memfilemkan kisah ini. Tapi
upaya-upaya tersebut kandas, diantaranya
karena ruh religi yang mendasari novel ini justru
hendak dihilangkan dengan alasan komersial.
Alih-alih kecewa, keluarga, kerabat dan kawan-
kawan penulis kisah ini, Helvy Tiana Rosa, lalu
membentuk komunitas “Sahabat Mas Gagah” dan
menggulirkan upaya gotong royong menghimpun
dukungan dalam bentuk donasi (crowd-funding)
guna mewujudkan KMGP menjadi filem, sesuai ruh
aslinya.
Gayung bersambut. Para remaja yang membaca
buku ini sekarang maupun sejak 21 tahun lalu,
menyambut baik upaya gotong royong ini.
Umumnya mereka kini sudah menjadi bagian dari
keluarga menengah Muslim yang jumlahnya terus
bertambah dari tahun ke tahun seiring
perkembangan ekonomi Indonesia.
“Buku ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ menjadi jalan
hidayah ketika saya masih di pengungsian, untuk
berhijab, belajar giat, tidak pacaran dan menulis
diary,” tulis Raidah Athirah, asal Maluku, “Kini di
pucuk Aurora Norwegia, memori saya kembali.
Semoga KMGP menjadi the inspiring movie.”
Athirah menulis ini di status Facebook-nya sambil
memajang foto bersama suami bule-nya.
Selama 21 tahun usia kisah ini, Helvy
memperkirakan KMGP sudah dibaca hampir 10
juta orang. Kini hanya butuh dukungan 100 ribu
orang dalam sepekan pertama untuk mewujudkan
cerita ini menjadi filem sesuai ruh aslinya.
Rekening untuk donasi sudah dibuka saat ini, dan
akan terus dibuka hingga film ini diproduksi,
namun rencananya Pekan Dukungan KMGP
(PDKMGP) akan diadakan pada 26 September-3
Oktober 2014 mendatang.
Jika satu orang mendukung dalam bentuk donasi
Rp.50 ribu saja, maka akan terkumpul dana Rp. 5
milyar, yang cukup untuk membiayai produksi dan
promosi filem ini. Dukungan 100 ribu orang dalam
sepekan juga menjadi sinyal positif bagi produser
maupun jaringan bioskop tentang potensi
komersial filem KMGP ini.
Selain itu, berkat dukungan gerakan sosial
‘TwitGreen’, setiap penyumbang Rp. 50 ribu
otomatis akan memperoleh satu pohon yang
ditanam atas namanya. Setelah lima tahun, 70%
hasil dari pohon ini akan diberikan pada petani
penanamnya dan 5% akan kembali pada
penyumbangnya. Donasi Rp. 5 milyar akan setara
dengan 100 ribu pohon.
Keuntungan filem ini kelak juga akan
disumbangkan pada gerakan literasi bagi anak
negeri melalui Forum Lingkar Pena serta
sebagian lagi untuk wanita dan anak-anak
Palestina melalui Adara Relief International.
Jadi, cukup dengan Rp.50 ribu, penyumbang akan
mampu mewujudkan KMGP menjadi filem,
menanam pohon, menyumbangkan oksigen bagi
bumi, membantu petani, menggiatkan aksi literasi
di negeri ini, membantu wanita & anak Palestina
dan, dalam lima tahun, akan terkumpul dana yang
cukup untuk melakukan kegiatan bermanfaat
lainnya.
Contact Person:
Risty: 08121056956/ Fahri 085691746094
Nomor Rekening untuk Crowd Funding
1. BSM Cabang Dewi Sartika 7033101858 atas
nama Lembaga Forum Lingkar Pena
2. Bank Mandiri Cabang Margo City Depok
1570087778883 atas nama Lembaga Forum
Lingkar Pena
3. BNI Syariah cab Margonda 0259296140 atas
nama Yayasan Lingkar Pena
Konfirmasi donasi via sms ke 085691746094
Format konfirmasi: Nama Pendonasi_Jumla
hDonasi_RekeningDonasi yang dituju Contoh:
Ramadhan F_Rp 1.000.000,-_BSM
Pelaporan donasi akan dilakukan di web resmi
www.masgagah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar