Al-Qur'an terlalu mulia kawan...
Terlalu mulia jika kau sanding dengan kesibukanmu...
"Aku tuh harus bangun pagi urus suami, masak nasi, mandiin baby, nyapu rumah, antar si sulung sekolah. Waktuku itu gak ada jedanya pokoknya!"
Jadi, Al-Qur'an harus ngertiin kesibukanmu?
Al-Qur'an terlalu agung teman, jika kau bandingkan dengan target harianmu...
"Hari ini skripsian 5 jam, ke perpus, trus mampir toko buku, baca jurnal bahasa inggris minimal 2 jurnal, ngikut seminar n persiapan lomba debat. Aku tuh padet banget agendanya....."
So what?? Al-Qur'an terlalu suci utk kau balap2 dengan mimpimu...
"2 tahun kedepan mendapat beasiswa S2 di Jepang, pada tahun yg sama keliling 3 negara. Setelah wisuda menikah (berharap dapat suami yg hafidz atau minimal punya hafalan agar bisa mengingatkanku utk menghafal) n 2 tahun kedepan pindah bersama suami ke Amrik. Mapan, beli rumah, beli mobil, anak belajar disekolah internasional." ( tak ada target dirinya pribadi utk menghafal )
Sungguh!!!
Meski tak kau baca, tak kau hafalkan, tak kau tadabburi apalagi tak kau amalkan.
Al-Qur'an tak merugi!
Tak terhinakan!!
Sama sekali!!!
Hey! Tapi lihat...
Lihat siapa yg nanti akan menangis...
Tersedu...
Meraung-raung meminta dikembalikan dalam keadaan semula agar punya kesempatan membersamai Al-Qur'an...
Bermesra dengan Al-Qur'an...
Benar-benar menjadikannya sahabat...
(Nasehat yg lebih pantas ditelunjuki pada diri sendiri)
Yuk....kita bermujahadah lagi.
Kuatkan azzam lagi.
Menjadikan Al-Qur'an target tertinggi.
Yg paling utama utk dicapai.
Paling utama utk diraih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar